Perempuan dalam Bingkai Abstrak: Melukis Perempuan dengan Kesadaran Gender

Heading 2: Karya Hendrik Barata “Perempuan Mu=Genderuwomu” dan “Terpapar Perempuan Palsu” dalam pameran “Perempuan dalam Bingkai Abstrak” di Rumah Budaya Tembi

Heading 3: Pengungkapan Kekaguman terhadap Perempuan Melalui Karya Abstrak

Pameran “Perempuan dalam Bingkai Abstrak” yang diadakan di Rumah Budaya Tembi merupakan tempat bagi Hendrik Barata untuk mengungkapkan kekagumannya terhadap perempuan melalui karya-karyanya yang abstrak. Dalam pameran ini, Hendrik menggunakan guratan-guratan abstrak untuk mengisahkan cerita mengenai perempuan. Ia percaya bahwa lukisan abstrak memiliki kemampuan untuk membuka imaji dan menghadirkan banyak misteri di dalamnya.

Dalam pembukaan pameran, Fathul Fahid, Rektor UII Yogyakarta, yang juga pembuka pameran, mengungkapkan bahwa memahami lukisan abstrak tidak perlu dipaksa untuk menarik makna, tetapi perlu memasukkan diri ke dalam lukisan tersebut. Dalam hal ini, Hendrik Barata juga berpendapat bahwa perempuan adalah sosok yang misterius dan tangguh. Ia melihat keelokan dan guratan-guratan misterius pada perempuan saat direnungkan dan diamati. Perempuan memiliki kemampuan untuk tetap berdiri tegar meskipun pernah disayang dan disakiti. Guratan misterius inilah yang menjadi sumber inspirasi bagi Hendrik dalam menciptakan karya-karyanya.

Dalam pembuatan karya-karyanya, Hendrik tidak hanya bermain-main dengan bahan cat semata. Ia sadar bahwa setiap gerakan katangan dengan pola yang campur aduk, gores, siram, dan ciprat akan menciptakan karya yang unik. Ia membiarkan air dan cat warna bermain-main dan menciptakan nuansa yang khas dalam setiap lukisannya. Hendrik percaya bahwa karya-karyanya akan bergerak bebas dan ruh karya tersebut akan berjumpa dengan ruh cinta yang sama.

Pameran “Perempuan dalam Bingkai Abstrak” ini memiliki keistimewaan karena jarang ada pelukis pria yang mengangkat tema perempuan dengan kesadaran gender untuk pameran tunggalnya. Meskipun ada beberapa pelukis seperti Basoeki Abdullah yang menggunakan sosok perempuan dalam karyanya, namun biasanya mereka lebih mengangkat sisi estetik perempuan. Hendrik Barata, sebagai seorang pelukis pria, dengan penuh kesadaran gender, mengangkat tema perempuan dalam karyanya, menunjukkan kekagumannya yang mendalam terhadap keberadaan perempuan.

Hendrik Barata sendiri berasal dari Surabaya dan saat ini ia masih bertugas di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur. Pameran “Perempuan dalam Bingkai Abstrak” di Rumah Budaya Tembi bukanlah kali pertama Hendrik berpameran di Yogyakarta. Sebelumnya, ia juga telah berpameran di Indicology pada tahun 2015.

Pameran “Perempuan dalam Bingkai Abstrak” ini akan berlangsung di Rumah Budaya Tembi, Sewon, Bantul mulai tanggal 18 Desember 2019 hingga 4 Januari 2020. Para pengunjung pameran dapat menikmati keindahan dan keunikan karya-karya abstrak Hendrik Barata yang mengungkapkan kekagumannya terhadap perempuan.


Dian

Dian

Menghadirkan konten berkualitas yang menggambarkan keindahan dan keunikan Yogyakarta, Berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk mempromosikan pariwisata dan produk lokal, Menjadi sumber informasi terpercaya tentang Yogyakarta bagi pembaca exploreyogya.com!
https://exploreyogya.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *