Museum Sonobudoyo Yogyakarta adalah salah satu museum yang terletak di Jalan Trikora No. 6, Alun-alun Utara Yogyakarta. Museum ini memiliki jumlah koleksi terbanyak di Yogyakarta, dengan lebih dari 43.263 buah koleksi. Museum Sonobudoyo dikelola oleh Badan Musyawarah Musa (Barahmus) DIY.
Sejarah pendirian Museum Sonobudoyo bermula dari Java Instituut, sebuah yayasan yang didirikan di Surakarta pada tahun 1919. Yayasan ini bergerak dalam bidang kebudayaan Jawa, Madura, Bali, dan Lombok, dengan tujuan utama untuk membantu pelestarian dan pengembangan kebudayaan lokal. Pada awalnya, Museum Sonobudoyo hanya berupa pendapa kecil yang dibangun oleh Sri Sultan Hamengku Buwono VIII pada tahun 1934. Kemudian, pada tanggal 6 November 1935, museum ini secara resmi diresmikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono VIII.
Bangunan gedung Museum Sonobudoyo direncanakan oleh Ir. Th. Karsten, dengan pengawas dan penasehat Ir. L. J. Moens. Bangunan ini memiliki luas 7.867 m2. Museum ini memiliki banyak koleksi berupa benda-benda artefak, seperti batik, keris, arca zaman klasik, keramik, gerabah senjata tradisional, keramik kuno, dan masih banyak lagi. Koleksi-koleksi ini berasal dari hibah Java Instituut, sebuah perkumpulan pakar seni dan budaya Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Anggota perkumpulan ini terdiri dari orang-orang Indonesia dan mancanegara.
Museum Sonobudoyo juga memiliki jam buka yang berbeda-beda setiap harinya. Pada hari Selasa hingga Kamis, museum buka dari pukul 08.00 hingga 15.30. Sedangkan pada hari Jumat, museum buka dari pukul 08.00 hingga 14.00. Pada hari Sabtu dan Minggu, museum buka dari pukul 08.00 hingga 15.30. Namun, pada hari Senin dan hari libur nasional, museum tutup.
Untuk masuk ke Museum Sonobudoyo, pengunjung akan dikenai harga tiket yang berbeda-beda. Untuk dewasa perorangan, harga tiketnya adalah Rp. 3.000,-. Sementara itu, untuk dewasa rombongan, harga tiketnya adalah Rp. 2.500,-. Untuk anak-anak perorangan, harga tiketnya adalah Rp. 2.500,-, sedangkan untuk anak-anak rombongan, harga tiketnya adalah Rp. 2.000,-. Bagi wisatawan asing, harga tiketnya adalah Rp. 5.000,-. Selain itu, tiket yang dibeli juga dapat digunakan untuk mengunjungi Museum Sonobudoyo Unit II tanpa perlu membeli tiket lagi.
Untuk menuju ke Museum Sonobudoyo, pengunjung dapat mengikuti beberapa rute. Dari perempatan kantor Pos Besar, pengunjung dapat menuju selatan menuju pertigaan Alun-alun Utara. Setelah itu, pengunjung dapat mengambil arah kanan (barat) sekitar 100 meter. Museum Sonobudoyo terletak di sebelah kanan jalan dari pertigaan tersebut.
Bagi yang ingin menghubungi Museum Sonobudoyo, alamatnya berada di Jalan Trikora No. 6 Yogyakarta. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi nomor telepon (0274) 385664 atau mengunjungi website resmi museum di www.sonobudoyo.jogjaprov.go.id.
Museum Sonobudoyo juga memiliki galeri yang menampilkan berbagai foto dan gambar tentang museum ini. Pengunjung dapat melihat galeri ini untuk lebih mengetahui tentang koleksi-koleksi yang ada di Museum Sonobudoyo.
Dengan koleksi terbanyak di Yogyakarta, Museum Sonobudoyo menjadi salah satu museum yang wajib dikunjungi bagi pecinta seni dan budaya. Dengan adanya museum ini, kebudayaan lokal dapat terus dilestarikan dan dikembangkan untuk generasi mendatang.