Lupis campur ketan Bu Partini, di Los Sementara Pasar Prawirotaman, Jalan Parangtritis KM 3,5 – Gudegnet/ Wirawan Kuncorojati
Gudegnet – Jajanan tradisional memang selalu menggoda. Harganya murah, dan rasanya tentu tak kalah dengan jajanan masa kini. Masyarakat Indonesia yang gemar dengan makanan tradisional pasti tidak asing dengan berbagai jajanan lezat seperti lupis, cenil, klepon, ketan putih, ketan hitam, sawut, dan thiwul. Di Jogja Selatan, tepatnya di Los Sementara Pasar Prawirotaman, para penjual jajanan tradisional ini berkumpul untuk memuaskan lidah para pengunjung yang sedang jalan-jalan di sekitar area tersebut.
Pasar Prawirotaman sendiri saat ini sedang menjalani proses revitalisasi. Namun, para pedagang tidak ingin berhenti berjualan selama proses tersebut berlangsung. Sebagai solusinya, para pedagang sementara waktu berjualan di los yang terletak tidak jauh dari pasar, tepatnya di Jalan Parangtritis KM 3,5. Mereka akan berjualan di los sementara ini selama kurang lebih satu tahun ke depan. Salah satu penjual yang berjualan di los sementara ini adalah Bu Partini, penjual lupis campur ketan.
Bu Partini adalah seorang penjual jajanan tradisional yang sudah berpengalaman. Ia telah berjualan selama dua puluh tahun lamanya. Setiap harinya, Bu Partini dan anaknya bekerja sama untuk membuat jajanan-jajanan lezat yang siap disantap oleh pengunjung. Dengan senyum ramah, Bu Partini menceritakan bahwa jajanan yang ia jual tidak hanya lupis campur ketan, tetapi juga cenil, klepon, ketan putih, ketan hitam, sawut, dan thiwul. Selain itu, ada juga jajanan lain seperti bakso goreng yang bisa dinikmati oleh para pengunjung.
Harganya yang terjangkau menjadi salah satu daya tarik utama jajanan-jajanan yang dijual oleh Bu Partini. Untuk cenil, lupis, sawut, tiwul, dan ketan, pengunjung hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 2000 saja. Sedangkan klepon memiliki harga Rp 500 per buahnya. Kami tertarik untuk mencicipi lupis campur ketan yang menjadi andalan Bu Partini. Harganya yang cukup terjangkau, yakni Rp 5000, membuat kami semakin penasaran untuk menikmati kelezatannya.
Kami duduk di salah satu meja yang disediakan oleh Bu Partini. Suasana pasar yang ramai dan bising tidak mengurangi kenikmatan kami dalam menikmati lupis campur ketan yang disiram dengan kuah gula merah yang legit. Lupis yang terbuat dari ketan yang kenyal dan lembut, ketan yang dimasak dengan gula merah yang kental, serta kelapa parut yang lezat, semuanya menyatu dalam satu gigitan yang luar biasa. Rasa manis dan gurih dari lupis campur ketan ini memanjakan lidah kami. Selain itu, kami juga mencoba cenil yang berukuran cukup besar dan kenyal. Rasanya gurih dan manis, membuat kami ingin mencobanya lagi.
Setelah menikmati jajanan-jajanan lezat dari Bu Partini, kami tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya lebih lanjut tentang pengalaman dan cerita Bu Partini sebagai seorang penjual jajanan tradisional. Bu Partini menjelaskan bahwa ia telah berjualan selama dua puluh tahun. Setiap harinya, ia membantu anaknya dalam membuat jajanan-jajanan lezat ini. Ia berjualan dari pukul 7.00 pagi hingga pukul 13.00 siang. Tiap tujuh hari sekali, Bu Partini memberikan waktu istirahat bagi dirinya dan keluarganya.
Los sementara Pasar Prawirotaman memang menjadi tempat yang tidak boleh dilewatkan bagi para pecinta jajanan tradisional. Di sini, pengunjung dapat menikmati berbagai jajanan lezat dengan harga yang terjangkau. Selain itu, suasana pasar yang ramai dan bising juga menambah keseruan bagi para pengunjung yang ingin mencicipi jajanan-jajanan khas Jogja.
Bagi Anda yang ingin mencoba jajanan tradisional yang lezat dan murah, jangan lupa untuk mampir ke los sementara Pasar Prawirotaman. Bu Partini dan para pedagang lainnya akan dengan senang hati melayani Anda. Jangan lewatkan kesempatan ini untuk merasakan cita rasa khas jajanan tradisional yang tidak akan pernah tergantikan.
Comments