Legomoro khas Kotagede/Karni Narendra
Gudeg.net – Kotagede tidak hanya terkenal dengan kawasan heritage-nya, namun juga terkenal dengan kuliner tradisional yang sarat akan filosofi. Selain Kipo dan kue Kembang Waru, ada satu lagi makanan khas Kotagede yaitu Legomoro.
Legomoro mirip dengan lemper, yaitu makanan yang terbuat dari ketan dengan isian daging ayam yang dibungkus dengan daun pisang. Perbedaannya terletak pada cara pembungkusannya, dimana lemper biasanya menggunakan daun pisang dan lidi di sisi kanan dan kiri, sedangkan Legomoro menggunakan daun pisang yang diikat dengan tali bambu. Cara pengikatannya juga unik, ada yang menggunakan dua atau tiga tali.
Anda biasanya dapat menemukan makanan ini pada acara pernikahan, di mana Legomoro sering digunakan sebagai hantaran dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan. Namanya sendiri memiliki arti “lega datang”, yang menggambarkan perasaan lega saat berkunjung ke rumah calon pengantin perempuan dengan ikhlas, begitu pula dengan penerimaannya.
Di Kotagede sendiri, pembuat Legomoro hanya berjumlah sekitar 2-3 orang saja. Salah satunya adalah Ibu Sarjimah, pembuat Legomoro yang beralamat di Selokraman 1052/KGIII, RT.49/11 Purbayan Kotagede Yogyakarta. Anda juga bisa menghubungi nomor telepon ini +62 899-3790-993.
Ibu Sarjimah telah membuat Legomoro sejak tahun 70-an. Legomoro yang dibuatnya berbeda dengan yang lainnya, karena menggunakan tiga talibambu, sedangkan tempat lain hanya menggunakan dua tali bambu. Selain itu, isian ayam di Legomoro buatannya juga lebih melimpah. Sarjimah hanya membuat Legomoro apabila ada pesanan, karena proses pembuatannya lebih lama dibanding lemper. Satu Legomoro bisa setara dengan tiga lemper,” ungkapnya.
Harga satu ikat Legomoro yang berisi 4 buah adalah Rp. 12.000. Legomoro ini juga memiliki masa simpan yang lebih lama dibandingkan lemper. Selamat mencicipi!