Heri Kustriatmo adalah seorang seniman lukis yang memiliki kecintaan yang mendalam terhadap dunia anak. Sejak duduk di bangku SMA, Heri sudah mulai mengaplikasikan keahlian seni lukisnya pada dunia anak. Ia suka sekali mengamati perkembangan kelakuan anak sebagai sebuah titik yang bermakna. Baginya, seni lukis adalah cara untuk menghayati keindahan dan menghasilkan gambaran-gambaran yang unik. Heri adalah lulusan Akademi Manajemen Perusahaan, namun ia belajar melukis secara otodidak.
Heri percaya bahwa seni harus bisa diapresiasi oleh seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk menyelenggarakan pendidikan seni yang dapat dijangkau oleh anak-anak dari berbagai kalangan. Pada tahun 1975, Heri mendirikan sebuah sanggar seni lukis yang ia beri nama Pratista. Sanggar ini merupakan wujud dari keinginan Heri untuk memberikan pendidikan seni yang multi-kreatif kepada anak-anak. Ia ingin pengasuh sanggar ini menjadi kawan bermain anak-anak, sehingga mereka dapat belajar dan berkembang dengan lebih menyenangkan.
Hingga saat ini, Heri masih aktif mengajar seni lukis di 68 playgroup, Taman Kanak-Kanak, dan SD. Ia juga pernah memfasilitasi aktivitas mural yang melibatkan 600 warga umum dan komunitas punk di Jalan Munggur, Yogyakarta. Anak-anak didiknya banyak yang meraih penghargaan di bidang seni lukis, baik di tingkat nasional maupun internasional. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa Heri memiliki kemampuan dan dedikasi yang luar biasa dalam mengembangkan bakat seni anak-anak.
Dalam mengajar, Heri tidak hanya fokus pada teknik seni lukis, tetapi juga memberikan pengajaran tentang nilai-nilai dan makna dalam setiap karya seni. Ia ingin anak-anak mampu mengungkapkan diri dengan bebas melalui seni lukis. Ia juga mengajarkan anak-anak tentang keindahan alam dan lingkungan. Melalui lukisan-lukisan mereka, anak-anak dapat memperhatikan keindahan dan pentingnya menjaga alam dan lingkungan sekitar.
Tak hanya mengajar, Heri juga aktif dalam mengadakan pameran seni lukis untuk anak-anak. Pameran ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk memamerkan hasil karya mereka kepada publik. Heri percaya bahwa pameran seni dapat memberikan motivasi dan apresiasi kepada anak-anak agar terus berkarya dan mengembangkan bakat seni mereka.
Selain mengajar dan mengadakan pameran, Heri juga sering terlibat dalam kegiatan sosial yang melibatkan seni lukis. Ia pernah menjadi mentor bagi anak-anak yang kurang beruntung dan mengajarkan mereka seni lukis sebagai bentuk terapi. Ia juga berkolaborasi dengan seniman lain dalam mengadakan workshop seni lukis untuk anak-anak dari berbagai daerah. Melalui kegiatan-kegiatan ini, Heri berharap dapat memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengeksplorasi bakat seni mereka dan merasakan manfaat positif dari seni lukis.
Pengabdian Heri dalam dunia seni lukis untuk anak-anak telah mendapatkan pengakuan dan apresiasi yang tinggi. Ia sering diundang sebagai pembicara dalam seminar dan konferensi tentang pendidikan seni untuk anak-anak. Ia juga menjadi juri dalam berbagai kompetisi seni lukis tingkat nasional. Keberhasilan dan dedikasinya dalam mengajar seni lukis membuatnya menjadi teladan bagi banyak orang, terutama bagi para guru dan seniman muda yang ingin mengembangkan bakat seni anak-anak.
Dalam perjalanannya, Heri juga menghadapi tantangan dan hambatan. Salah satu tantangan yang dihadapinya adalah kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya pendidikan seni bagi anak-anak. Banyak orang yang masih beranggapan bahwa seni lukis hanya sebagai hobi atau kegiatan yang tidak penting. Namun, Heri tidak menyerah dan terus berusaha untuk mengedukasi masyarakat tentang manfaat dan pentingnya pendidikan seni dalam perkembangan anak-anak.
Melalui dedikasinya dalam mengajar seni lukis, Heri telah membantu banyak anak-anak untuk menemukan potensi dan bakat seni mereka. Ia telah menginspirasi mereka untuk terus berkarya dan mengembangkan diri dalam dunia seni. Dengan keahliannya dalam seni lukis dan semangatnya dalam mengajar, Heri telah memberikan kontribusi yang berarti dalam dunia pendidikan seni anak-anak.