Yogyakarta Kini Miliki Pesantren Berstandar Internasional



Murid didik Afkaaruna Islamic School menggelar Fun Walk peringati Hari Santri Nasional di Kaliurang, (26/10)Gudeg,net,(Dok.Humas).

Gudeg.net- Untuk menjawab perkembangan informasi teknologi serta pengaruh globalisasi maka dunia pendidikan harus mempersiapkan generasi unggul yang mampu menjawab tantangan jaman.

Inilah yang mendasari Yayasan Abdul Djalil Sibaweh Afkaaruna Islamic School mendirikan Ma’had (Pesantren) Afkaruna Secondray berstandar Internasional yang berlokasi di Jl. Kaliurang Km 12.5 Sleman Yogyakarta.

Ketua Yayasan Abdul Djalil Sibaweh Samsul Ma’arif Mujiharto mengatakan, berdirinya Pesantren Afkaruna Secondary sebagai respon dari perkembangan era globalisasi yang sangat cepat.

“Dampak globalisasi salah satunya adalah konektivitas antar manusia yang semakin mudah untuk dilakukan. Ini bisa menjadi tantangan dan peluang sejauh kita bisa mempersiapkan diri dengan baik,” jelasnya dalam siaran pers yang diterima GudegNet, Minggu (27/10).

Mujiharto menambahkan, visi dan misi dari Afkaruna Secondray ialah “Preparing Students to become Al-Insaan Al-Kaamil and Locally Rooted Global Citizens”. Hal tersebut dapat diartikan bahwa pesantren ini memang benar-benar menyiapkan para generasi untuk siap menghadapi perkemabangan jaman.

“Para santri akan diberikan materi pendidikan islam seperti Tauhid, Akhlaq, Fiqh namun bukan hanya diajarkan sebagai ilmu akan tetapi juga dipraktekan. Sehingga menjadi amaliah sehari hari dan menjadi inspirasi perilaku santri yg mewujud dalam bentuk akhlaqul karimah. Pendeknya Ilmu, Amal dan Akhlaq,” tambahnya.

Pendidikan di Afkaaruna Secondary mengadopsi Kurikulum internasional yakni Kurikulum Cambridge, dimana nantinya santri akan mendapatkan lima mata pelajaran diantaranya Math, Science, English, CIT dan Cambridge Global Perspectives.

Dengan mengadopsi kurikulum internasional secara utuh, diharapkan dapat menjadi wasilah untuk mempersiapkan santri agar siap menjadi warga global.

“Kurikulum internasional ini diharapkan dapat memperkaya sekaligus memperkuat kurikulum nasional yang berlaku pada pesantren lainnya,” harap Ketua Yayasan Abdul Djalil Sibaweh Samsul itu.

Santri juuga akan tetap mengunakan literatur keislaman klasik yang mu’tabar di kalangan pesantren (Kitab Kuning) seperti ilmu alat atau ilmu gramatika Arab.

Pada tahun pertama, santri diharapkan tuntas Nahwu sharaf (metode al-Miftah) dan praktek membaca Kitab Kuning dasar (metode Ibtida’i). Materi Kitab Nahwu yang lebih kompleks dan materi lain seperti hifdzul qur’an, al-ubudiyah al-yaumiyyah, al-muhadatsah al-yaumiyyah dan musyawarah ‘an al-mas’alah ad-diniyyah akan didapat pada kelas VIII dan IX.

“Hifdzul Quran atau menghafal Al Quran akan menggunakan metode Al Azhar Mesir dimana Keseluruhan materi pendidikan islam tersebut diharapkan memperkuat kurikulum Kementrian Agama Republik Indonesia yang menjadi muatan nasional di Afkaaruna Secondary,” tutur Praktisi pendidikan yang juga dosen di salah satu PTN terbesar di Indonesia itu.

Afkaaruna Islamic School menyediakan para staf pengajar yang unggul sesuia kompetensinya untuk menopang kurikulum yang berlaku. Direncanakan tahun 2020 infrastruktur dan fasilitas telah dapat dipergunakan dengan maksimal.

Direktur Public Relations Iffah M. Dewi mengungkapkan, untuk mensosialisasikan visi dan misi Afkaaruna Secondary-Ma’had kepada masyarakat luas akan diselenggarakan berbagai kegiatan.

“Kami akan menyelenggarakan seminar, workshop, kelas parenting offline maupun online, sosialisasi konten konten dengan tema pendidikan melalui media sosial yang menyasar pada masyarakat di Indonesia dari Sabang sampai Merauke,” ungkap Pemilik dari Sogan Batik Rejodani itu.

Pesantren Afkaruna Secondary adalah sebuah lembaga pendidikan yang berada di Yogyakarta dan didirikan oleh Yayasan Abdul Djalil Sibaweh. Lembaga pendidikan ini berfokus pada pendidikan Islam dan memiliki standar internasional. Pesantren ini didirikan sebagai respons terhadap perkembangan pesat informasi teknologi dan pengaruh globalisasi yang semakin meningkat.

Ketua Yayasan Abdul Djalil Sibaweh, Samsul Ma’arif Mujiharto, menjelaskan bahwa pesantren ini bertujuan untuk mempersiapkan generasi yang unggul dan mampu menghadapi tantangan zaman. Visi dan misi dari Afkaruna Secondary adalah “Preparing Students to become Al-Insaan Al-Kaamil and Locally Rooted Global Citizens”. Artinya, pesantren ini benar-benar berkomitmen untuk menyiapkan generasi yang siap menghadapi perkembangan zaman.

Para santri di Afkaruna Secondary akan mendapatkan pendidikan Islam yang meliputi materi-materi seperti Tauhid, Akhlaq, dan Fiqh. Namun, pendidikan ini tidak hanya diajarkan sebagai ilmu, melainkan juga dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini bertujuan agar santri tidak hanya memiliki pengetahuan tentang Islam, tetapi juga mampu menerapkannya dalam perilaku sehari-hari. Pendeknya, pesantren ini mengajarkan Ilmu, Amal, dan Akhlaq kepada para santri.

Selain pendidikan Islam, Afkaruna Secondary juga mengadopsi Kurikulum Cambridge yang merupakan kurikulum internasional. Lima mata pelajaran yang diberikan kepada santri adalah Matematika, Ilmu Pengetahuan, Bahasa Inggris, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), dan Cambridge Global Perspectives. Dengan mengadopsi kurikulum internasional ini, pesantren ini berharap dapat mempersiapkan santri agar siap menjadi warga global.

Namun, meskipun menggunakan kurikulum internasional, Afkaruna Secondary tetap mengajarkan literatur keislaman klasik yang mu’tabar di kalangan pesantren, seperti ilmu alat atau ilmu gramatika Arab. Pada tahun pertama, santri diharapkan dapat menguasai Nahwu sharaf (metode al-Miftah) dan praktek membaca Kitab Kuning dasar (metode Ibtida’i). Materi-materi yang lebih kompleks, seperti menghafal Al-Qur’an dan ilmu-ilmu agama lainnya, akan diberikan pada kelas VIII dan IX.

Pesantren ini juga menyediakan staf pengajar yang memiliki kompetensi yang unggul untuk menopang kurikulum yang berlaku. Pada tahun 2020, diharapkan infrastruktur dan fasilitas pesantren telah dapat digunakan dengan maksimal.

Untuk menyosialisasikan visi dan misi Afkaruna Secondary-Ma’had kepada masyarakat luas, lembaga ini akan menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti seminar, workshop, kelas parenting offline maupun online, serta sosialisasi konten dengan tema pendidikan melalui media sosial. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyampaikan informasi tentang pesantren ini kepada masyarakat di seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

Dengan pendirian Afkaruna Secondary, Yayasan Abdul Djalil Sibaweh berkomitmen untuk mempersiapkan generasi yang unggul dan siap menghadapi tantangan zaman. Melalui pendidikan Islam yang berkualitas dan menggunakan kurikulum internasional, pesantren ini berharap dapat mencetak santri yang siap menjadi warga global. Dengan adanya Afkaruna Secondary, dunia pendidikan di Yogyakarta semakin berkembang dan mampu menjawab perkembangan zaman dengan baik.


Dian

Dian

Menghadirkan konten berkualitas yang menggambarkan keindahan dan keunikan Yogyakarta, Berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk mempromosikan pariwisata dan produk lokal, Menjadi sumber informasi terpercaya tentang Yogyakarta bagi pembaca exploreyogya.com!
https://exploreyogya.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *