Warga Pajeksan Main Kethoprak

Heading 2: Sejarah Terbentuknya Kampung Pajeksan

Heading 3: Nama Kampung Pajeksan

Kampung Pajeksan, yang terletak di sebelah barat kawasan Malioboro, dikenal sebagai tempat berkumpul anak-anak muda yang ingin menenggak “Air Kedamaian” sekaligus kawasan niaga. Namun, di balik kesibukan dan kehidupan modern yang ada di kampung ini, terdapat sebuah cerita menarik tentang sejarah terbentuknya Kampung Pajeksan.

Menurut cerita yang beredar, nama Pajeksan diambil dari nama seorang jeksa (jaksa) bernama KPH Soedarisman Poerwokoesoemo. Konon, Kraton memberikan hadiah kepada KPH Soedarisman Poerwokoesoemo berupa wilayah yang kemudian didiaminya dan kini dikenal sebagai Kampung Pajeksan. Cerita ini memberikan gambaran tentang bagaimana kampung ini memiliki hubungan dengan sejarah dan kekuasaan Kraton.

Heading 2: Pertunjukkan Kethoprak Isoteris di Kampung Pajeksan

Heading 3: Kethoprak BLT (Bikin Langsung Tawa)

Pada Minggu malam, warga Kampung Pajeksan mengadakan sebuah pertunjukkan Kethoprak Isoteris yang diberi embel-embel BLT (Bikin Langsung Tawa). Pertunjukkan ini berhasil mengundang tawa ratusan warga yang berkumpul di sepanjang jalan kecil Kampung Pajeksan yang ditutup untuk umum sejak pagi hari.

Dalam pertunjukkan ini, puluhan warga Kampung Pajeksan memainkan peran mereka dengan sepenuh hati sesuai dengan apa yang telah mereka latih selama berbulan-bulan. Panggung kecil sederhana di Jalan Pajeksan menjadi tempat pentas Kethoprak Babad Kampung Pajeksan, yang secara simbolis menutup program Babad Kampung FKY XX 2008 oleh sembilan kampung di Yogyakarta.

Heading 2: Cerita dalam Pertunjukkan Kethoprak

Heading 3: Kisah Sekar Kinasih dan Yung Kan Lung

Salah satu cerita yang ditampilkan dalam pertunjukkan Kethoprak di Kampung Pajeksan adalah kisah tentang Sekar Kinasih dan Yung Kan Lung. Sekar Kinasih adalah anak dari seorang Adipati Joyo Semengit dari Kadipaten Arangbungah. Ayahnya ingin mencarikan pasangan hidup untuk Sekar Kinasih melalui sayembara.

Namun, Sekar Kinasih telah memiliki kekasih bernama Yung Kan Lung yang bukan berasal dari sukunya sendiri. Orang tua Sekar Kinasih tidak setuju dengan hubungan mereka, sehingga Sekar Kinasih memutuskan untuk mengikuti sayembara yang diadakan untuk mencari pasangan hidupnya.

Dalam sayembara tersebut, hanya seorang adipati dari Kadipaten Wonowingit bernama Adipati Dudeng yang berhasil bertahan. Adipati Dudeng memiliki kesaktian yang tidak dapat ditandingi oleh musuh-musuhnya. Meskipun Sekar Kinasih tidak mencintai Adipati Dudeng, dia mencoba mencari cara untuk mengalahkannya.

Yung Kan Lung meminta bantuan pada gurunya untuk mengalahkan Adipati Dudeng. Dengan sedikit tipu muslihat, gurunya berhasil membujuk Adipati Dudeng untuk masuk ke dalam sebuah botol yang menunjukkan kesaktiannya. Setelah botol ditutup, Adipati Dudeng tidak dapat keluar lagi karena ternyata dia adalah seorang jin.

Dengan keberhasilan ini, Yung Kan Lung berhak mendapatkan Sekar Kinasih dan mereka hidup bahagia setelahnya. Sang guru yang dapat menyelesaikan masalah ini akhirnya dijadikan seorang jeksa yang mengilhami nama Kampung Pajeksan.

Heading 2: Pertunjukkan Kethoprak Multikultural

Heading 3: Etnis Cina, Madura, dan Jawa

Pertunjukkan Kethoprak yang ditampilkan oleh warga Kampung Pajeksan memiliki keunikan karena melibatkan berbagai etnis, seperti etnis Cina, Madura, dan Jawa. Hal ini membuat pertunjukkan tersebut menjadi lebih menarik dan memiliki makna yang lebih dalam.

Selain mengisahkan cerita yang menarik, pertunjukkan ini juga menjadikan guyonan segar sebagai bagian dari pertunjukkan. Guyonan tersebut tidak hanya sekadar untuk menghibur, tetapi juga sebagai cara untuk menyindir dan mengingatkan semua orang untuk hidup jujur.

Meskipun minimnya tata panggung, tata suara, dan tata cahaya dalam pertunjukkan ini, hal tersebut tidak mengurangi suasana guyub yang tercipta. Pertunjukkan ini berhasil menarik perhatian banyak orang, termasuk Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Wakil Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti, dan Kepala Badan Pariwisata Daerah DIY Tazbir.

Dalam kesederhanaannya, pertunjukkan Kethoprak di Kampung Pajeksan mampu menghadirkan cerita yang menghibur dan bermakna. Kehadiran pertunjukkan ini juga menjadi bukti bahwa Kampung Pajeksan tidak hanya identik dengan tempat berkumpul anak muda dan kawasan niaga, tetapi juga memiliki sejarah yang menarik dan budaya yang beragam.


Dian

Dian

Menghadirkan konten berkualitas yang menggambarkan keindahan dan keunikan Yogyakarta, Berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk mempromosikan pariwisata dan produk lokal, Menjadi sumber informasi terpercaya tentang Yogyakarta bagi pembaca exploreyogya.com!
https://exploreyogya.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *