Upacara Adat Kembul Sewu Dulur Rebo Pungkasan

Upacara Adat Kembul Sewu Dulur Rebo Pungkasan Bendung Kayangan

Bendung Kayangan di Desa Pendoworejo, Girimulyo, Kulon Progo, memiliki tradisi turun-temurun yang disebut Kembul Sewu Dulur Saparan Rebo Pungkasan. Tradisi ini dilakukan setiap hari Rabu terakhir (pungkasan) di bulan Sapar. Upacara ini merupakan perayaan untuk menghargai jasa Mbah Bei Kayangan, seorang pengikut Prabu Brawijaya yang melarikan diri dari Majapahit dan menetap di daerah ini.

Bendungan ini terletak di Dusun Turus dan menjadi pertemuan Sungai Ngiwa dan Sungai Gunturan. Bendungan ini sangat penting karena menyimpan air yang digunakan untuk pasokan air selama musim kemarau, sehingga memberikan manfaat besar bagi pertanian di sekitar Bendung Kayangan.

Sejarah Bendungan Kayangan tidak diketahui dengan pasti, namun bendungan ini diyakini telah dibangun sejak lama. Pada tahun 1905, bendungan ini diperbaiki dan dibangun secara permanen oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda. Bendungan ini dapat mengairi 350 hektar sawah dengan panen dua kali padi dan satu kali palawija.

Awalnya, upacara Kembul Sewu Dulur Saparan Rebo Pungkasan dilakukan secara sederhana di rumah Kepala Dusun. Namun, berkat dukungan dari berbagai pihak seperti budayawan, seniman, dan masyarakat setempat, upacara ini dapat dilaksanakan dengan skala lebih besar dan lebih meriah.

Upacara dimulai dengan kirab kelompok kesenian, pembawa sesaji, dan kenduri. Para peserta kirab menuju ke lokasi bendungan dan berkumpul di pinggir sungai. Di sini, kelompok-kelompok kesenian melakukan pentas seni di hadapan para tamu undangan dan masyarakat umum.

Salah satu kesenian tradisional yang dipentaskan adalah kuda lumping atau jatilan. Setelah berpentas, kuda-kuda lumping tersebut dimandikan di sungai atau bendungan sebagai bagian dari ritual. Ritual memandikan kuda lumping ini menggambarkan aktivitas Mbah Bei Kayangan yang diperkirakan sebagai pawang kuda Prabu Brawijaya.

Ritual memandikan kuda lumping tidak hanya memiliki nilai simbolis, tetapi juga diyakini akan membawa keberuntungan dan kesuksesan bagi kelompok kuda lumping tersebut. Kepercayaan ini telah ada sejak zaman Mbah Bei Kayangan hidup. Setelah memandikan kuda-kuda lumping, kelompok kesenian akan berpentas lagi.

Setelah ritual memandikan kuda lumping, acara dilanjutkan dengan kenduri Saparan. Masyarakat membawa berbagai hidangan tradisional dan sesaji yang sudah tertata rapi di pinggir bendungan. Hidangan-hidangan ini kemudian dibagikan kepada seluruh pengunjung setelah didoakan oleh pemangku adat.

Kenduri Saparan ini memiliki keunikan dalam hidangan yang disajikan. Selain hidangan khas seperti nasi liwet, ingkung ayam, dan sayur gudangan, terdapat dua hidangan spesial yang tidak biasa ditemui dalam kehidupan sehari-hari, yaitu bothok lele dan panggang mas (telur ceplok tanpa garam).

Bothok lele dan panggang mas merupakan hidangan favorit Mbah Bei Kayangan semasa hidupnya. Kedua hidangan ini tidak dibumbui dengan gula atau garam sehingga memiliki rasa tawar. Masyarakat khusus memasak kedua hidangan ini hanya untuk acara spesial seperti kenduri Saparan.

Upacara Kembul Sewu Dulur Saparan Rebo Pungkasan Bendung Kayangan juga menjadi ajang untuk mempererat hubungan antara masyarakat setempat. Acara ini melibatkan tidak hanya masyarakat di Dusun Turus, tetapi juga dari 12 dusun lain di sekitar Bendung Kayangan, seperti Dusun Gunturan, Njetis, Ngrancah, Kepek, Turusan, Tileng, Banaran, Kalingiwo, Krikil, dan lain-lain.

Selain upacara dan kenduri, festival Memedi Sawah juga menjadi bagian dari perayaan ini. Festival ini merupakan ajang untuk mempromosikan budaya dan kesenian tradisional dari masyarakat sekitar Bendung Kayangan. Festival ini menampilkan berbagai pertunjukan seperti tari tradisional, musik tradisional, dan pameran produk-produk lokal.

Upacara Adat Kembul Sewu Dulur Rebo Pungkasan Bendung Kayangan merupakan tradisi yang tidak hanya memiliki nilai historis dan budaya, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, terutama dalam sektor pertanian. Tradisi ini juga menjadi ajang untuk mempererat hubungan antarwarga dan mempromosikan kekayaan budaya lokal.


Dian

Dian

Menghadirkan konten berkualitas yang menggambarkan keindahan dan keunikan Yogyakarta, Berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk mempromosikan pariwisata dan produk lokal, Menjadi sumber informasi terpercaya tentang Yogyakarta bagi pembaca exploreyogya.com!
https://exploreyogya.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *