Tiramisu Yusmarelda-Gudegnet/Thomas Dian
www.exploreyogya.com, Yogyakarta – Yusmarelda Cooking baru mulai memasarkan tiramisu sejak awal tahun ini. Sekarang, untuk mendapatkan slot order pembeli harus bergegas memesan via medsos sebelum close order karena pengiriman hanya dilakukan pada Sabtu-Minggu. Jumlah order rata-rata per bulannya mencapai 150 pak.
Sebenarnya apa, sih, yang membuat tiramisu buatan Melati Yusmarelda ini begitu populer? “Aku memakai resep tradisional, dan bahan-bahan otentik. Persis seperti aslinya,” ujar perempuan lulusan Arsitektur UII angkatan 2004 ini. Bahan-bahan yang digunakan dibuat semirip mungkin dengan bahan yang dipakai mama-mama Italia yang legendaris masakan rumahannya. Bahkan keju mascaporne dalam tiramisunya diimpor langsung dari Italia. Melati memakai telur organik, tanpa menggunakan rum, dan menggunakan kopi fresh brew. Untuk mendapatkan seduhan kopi yang tepat Melati belajar pada artisan kopi, Gutomo Priyatmono, pemilik Anomie Coffee di Jalan Kaliurang Km 5. “Aku belajar banyak dari mas Gutomo gimana cara ngeroast kopi yang benar, pada suhu berapa, dan hal-hal teknis lainnya,” ujar Melati.
Tantangan pada awalnya adalah mengedukasi pembeli mengenai tiramisu yang otentik. Kebanyakan orang sudah terbiasa dengan tiramisu yang sudah ‘di-Indonesiakan’. Tiramisu yang dipasarkan masal kebanyakan bukan memakai keju mascaporne dan biskuit lady finger, tetapi diganti dengan buttercream dan sponge cake. Padahal jelas Mel, panggilan akrab Melati, tiramisu itu bukan cake kopi. Salah satu variannya yang terkenal adalah kopi, tapi definisi tiramisu sendiri sebenarnya adalah trifle cake, cake yang berlapis.
Perempuan yang sempat mendapatkan beasiswa untuk food design di Nuova Accademia di Belle Arti, Milan ini menjelaskan bahwa tiramisu dapat berupa layer buah seperti stroberi, blueberry, lemon, atau gabungan buah-buahan, bisa juga layer cake jahe, atau layer cake keju. “Intinya tiramisu itu cake lapis,” tuturnya.
Walaupun terganjal mindset masyarakat di awal, tetapi animo pembeli sangat baik. Pada akhirnya pembeli lebih suka dengan tiramisu dengan resep asli. “Karena teksturnya lebih airy dan light, karena nggak ada mentega, kan, jadi nggak eneg,” jelas Melati.
Kalau kamu penggemar makanan enak, kamu wajib mencoba tiramisu ini. Melati menyediakan tiga varian tiramisu, classico yang dibanderol seharga Rp 79.000, nutella crema Rp 89.000, dan choco orange Rp 99.000. Pemesanan dilakukan via aplikasi whatsapp di 087838220333 atau cek instagram @yusmareldacooking. Coba ketiga variannya, diijamin anti rugi. Buon Appetito!
Tiramisu Yusmarelda-Gudegnet/Thomas Dian adalah sebuah produk kuliner yang telah menjadi populer di kalangan masyarakat Yogyakarta. Produk ini dipasarkan oleh Yusmarelda Cooking dan telah menjadi favorit bagi banyak orang sejak awal tahun ini. Dalam mendapatkan tiramisu ini, pembeli harus bergegas memesan melalui media sosial sebelum close order, karena pengiriman hanya dilakukan pada Sabtu-Minggu. Dalam sebulan, jumlah order tiramisu ini mencapai rata-rata 150 pak.
Apa yang membuat tiramisu buatan Melati Yusmarelda begitu populer? Salah satu faktor utama adalah penggunaan resep tradisional dan bahan-bahan otentik yang digunakan. Melati mengklaim bahwa tiramisu buatannya persis seperti aslinya, dengan bahan-bahan yang dibuat semirip mungkin dengan bahan yang digunakan oleh mama-mama Italia yang legendaris dalam masakan rumahannya. Bahkan, keju mascaporne yang digunakan dalam tiramisu ini diimpor langsung dari Italia. Selain itu, Melati juga menggunakan telur organik, tidak menggunakan rum, dan menggunakan kopi fresh brew. Untuk mendapatkan seduhan kopi yang tepat, Melati belajar dari seorang ahli kopi bernama Gutomo Priyatmono, pemilik Anomie Coffee di Jalan Kaliurang Km 5. Melati mengungkapkan bahwa ia belajar banyak hal tentang cara ngeroast kopi yang benar, pada suhu berapa, dan hal-hal teknis lainnya dari Gutomo.
Salah satu tantangan yang dihadapi oleh Melati pada awalnya adalah mengedukasi pembeli mengenai tiramisu yang otentik. Banyak orang yang sudah terbiasa dengan tiramisu versi ‘di-Indonesiakan’, yang tidak menggunakan keju mascaporne dan biskuit lady finger, tetapi diganti dengan buttercream dan sponge cake. Padahal, Melati menjelaskan bahwa tiramisu sebenarnya bukan cake kopi. Salah satu varian tiramisu yang terkenal adalah tiramisu kopi, tetapi definisi tiramisu sebenarnya adalah trifle cake, yaitu cake yang berlapis.
Melati, yang pernah mendapatkan beasiswa untuk food design di Nuova Accademia di Belle Arti, Milan, juga menjelaskan bahwa tiramisu dapat memiliki lapisan buah seperti stroberi, blueberry, lemon, atau gabungan buah-buahan. Selain itu, tiramisu juga bisa memiliki lapisan cake jahe atau lapisan cake keju. Intinya, tiramisu adalah cake yang memiliki lapisan-lapisan yang berbeda.
Meskipun awalnya terdapat kesulitan dalam mengubah mindset masyarakat mengenai tiramisu yang otentik, animo pembeli terhadap tiramisu ini sangat baik. Pada akhirnya, pembeli lebih menyukai tiramisu dengan resep asli karena teksturnya yang lebih airy dan light, dikarenakan tidak ada penggunaan mentega yang membuatnya terlalu berat.
Bagi kamu yang merupakan penggemar makanan enak, kamu wajib mencoba tiramisu ini. Melati menyediakan tiga varian tiramisu, yaitu classico, nutella crema, dan choco orange. Harga untuk tiramisu classico adalah Rp 79.000, untuk tiramisu nutella crema adalah Rp 89.000, dan untuk tiramisu choco orange adalah Rp 99.000. Kamu dapat melakukan pemesanan melalui aplikasi whatsapp di nomor 087838220333 atau melalui akun Instagram @yusmareldacooking. Cobalah ketiga varian tiramisu ini, dijamin tidak akan mengecewakan. Selamat menikmati!