Tebing Watu Mabur, Spot Instagenic yang Masih Sepi



Tebing Watu Mabur: Keindahan Alam yang Ditata dengan Cermat

Pada salah satu hari yang cerah di bulan November, kami melangkah ke sebuah tempat yang tersembunyi di Dlingo, Yogyakarta. Destinasi wisata yang masih jarang diketahui oleh banyak orang, Tebing Watu Mabur. Terletak di desa Lemahbang, Tebing Watu Mabur merupakan hasil kreasi warga setempat yang berhasil mengubah tanah yang tandus dan keras menjadi tempat wisata yang menakjubkan.

Awal mula nama Tebing Watu Mabur diberikan oleh seorang warga setempat bernama Wahyu. Ketika itu, Wahyu sedang mencari tempat camping untuk teman-temannya pada tahun 2014. Ia kemudian menemukan spot yang sekarang menjadi Tebing Watu Mabur. Lokasi ini awalnya hanya berupa pepohonan, telaga yang mengering, dan tebing yang tidak beraturan. Namun, dengan kerja keras dan bantuan warga desa, Wahyu berhasil membabat lahan tersebut dan menjadikannya tempat camping yang menarik.

Keindahan alam yang dimiliki oleh Tebing Watu Mabur segera menarik perhatian para wisatawan. Dengan lanskap yang masih perawan, sunrise yang cantik, kabut yang berurutan, bukit-bukit yang menyejukkan, dan Sungai Oya yang mengalir deras, Tebing Watu Mabur menjadi tempat yang sempurna untuk mengabadikan momen indah. Banyak pengunjung yang langsung mengunggah foto-foto mereka ke media sosial, membuat Tebing Watu Mabur semakin terkenal di kalangan warganet.

Nama Tebing Watu Mabur sendiri diambil dari bentuk awan yang terlihat seperti batu-batu yang terhampar di langit saat musim penghujan. Awan ini membentuk benjolan-benjolan yang mirip dengan batu-batu, sehingga masyarakat setempat memberikan nama Tebing Watu Mabur.

Melihat potensi wisata yang dimiliki oleh Tebing Watu Mabur, Dinas Pariwisata DI Yogyakarta memberikan bantuan untuk pengembangan destinasi wisata ini pada tahun 2017. Dengan adanya bantuan tersebut, warga desa Lemahbang perlahan-lahan membangun dan memperbaiki lahan agar semakin layak dikunjungi oleh para wisatawan.

Untuk mempermudah akses menuju Tebing Watu Mabur, saat ini sedang dilakukan perbaikan jalan tembusan menuju Desa Kediwung dan Desa Kanigoro. Hal ini dilakukan agar di masa depan, akses menuju Tebing Watu Mabur akan lebih terbuka dan nyaman bagi para pengunjung.

Bagi para pengunjung yang ingin menikmati keindahan Tebing Watu Mabur, hanya perlu membayar tiket seharga Rp2.500 per orang. Biaya parkir juga terjangkau, yaitu Rp5.000 untuk mobil dan Rp2.000 untuk motor. Bagi yang ingin melakukan camping, cukup membayar Rp15.000 per orang. Di sini juga tersedia berbagai macam kuliner yang lengkap, dan bagi mereka yang menginap, tempat ini buka 24 jam. Fasilitas kamar mandi dan air bersih juga telah disediakan untuk kenyamanan para pengunjung.

Jika Anda tidak membawa tenda, jangan khawatir karena warga setempat menyediakan sewa tenda dome dengan harga Rp50.000 per malam. Tenda-tenda tersebut sudah siap dipasang dengan disediakan kayu bakar dan spot api unggun secara gratis. Selain itu, penerangan listrik juga telah tersedia di Tebing Watu Mabur.

Untuk mencapai Tebing Watu Mabur, tidaklah sulit. Kendaraan roda empat dapat masuk sampai ke lokasi. Setelah parkir, Anda hanya perlu berjalan sekitar 50 meter untuk mencapai spot-spot foto yang menarik.

Jika Anda berasal dari Jalan Imogiri Timur, ambillah jalan ke kiri di pertigaan setelah Polsek Imogiri. Kemudian, ikuti jalan tersebut hingga jalan pecah ke arah Hutan Pinus dan Dlingo. Ambil jalan ke arah Dlingo dan di perempatan Kebun Buah Mangunan, ambil jalan ke kanan menuju Tebing Watu Mabur. Terdapat petunjuk jalan yang jelas menuju destinasi wisata ini.

Dari Terminal Giwangan, jarak tempuh menuju Tebing Watu Mabur sekitar 19 kilometer atau membutuhkan waktu sekitar 40 menit jika menggunakan kendaraan roda empat. Selama perjalanan kami, tidak menemui kesulitan yang berarti. Kondisi jalan menuju Tebing Watu Mabur relatif baik, hanya ada sedikit bagian yang berlubang. Namun, jalan tersebut sedang dalam proses perbaikan.

Sampai saat ini, Tebing Watu Mabur masih menjadi destinasi wisata yang relatif tersembunyi. Namun, dengan keindahan alamnya dan upaya pengembangan yang dilakukan oleh warga setempat, kami yakin bahwa destinasi wisata ini akan semakin populer di masa depan. Tebing Watu Mabur adalah bukti nyata bahwa dengan kekreatifan dan kerja keras, tanah yang tandus dan keras pun dapat diubah menjadi tempat wisata yang menakjubkan.


Dian

Dian

Menghadirkan konten berkualitas yang menggambarkan keindahan dan keunikan Yogyakarta, Berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk mempromosikan pariwisata dan produk lokal, Menjadi sumber informasi terpercaya tentang Yogyakarta bagi pembaca exploreyogya.com!
https://exploreyogya.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *