Teater Garasi adalah sebuah kolektif seniman dan laboratorium penciptaan teater yang berbasis di Yogyakarta, Indonesia. Didirikan pada tahun 1993, Teater Garasi memiliki komitmen untuk mengembangkan dan menciptakan karya pertunjukan teater yang segar dan otentik, dengan dasar penelitian tentang tradisi seni pertunjukan dan teater yang ada, serta menggabungkannya dengan elemen kontemporer.
Sebagai salah satu kolektif seniman terkemuka di Indonesia, Teater Garasi telah menjalin kerja sama dengan berbagai institusi seni di dalam dan luar negeri. Beberapa institusi yang pernah bekerja sama dengan Teater Garasi antara lain adalah Centre Culturel Francaise (CCF), The Japan Foundation, Asialink, OSI-Open Society Institute Development, The Royal Netherland Embassy, Hivos, dan beberapa institusi seni pertunjukan lainnya. Selain itu, Teater Garasi juga sering diundang untuk tampil dalam festival bertaraf nasional maupun internasional seperti Art Summit, In Transit Festival di Berlin, dan Physical Theater Festival di Tokyo.
Di bawah kepemimpinan Direktur Artistik Yudi Ahmad Tajudin dan Direktur Eksekutif Kusworo Bayu Aji sejak tahun 2004, Teater Garasi telah berhasil mempersembahkan karya-karyanya di panggung internasional. Beberapa panggung internasional yang pernah menjadi tempat pertunjukan Teater Garasi antara lain Insomnia-48 di Singapura pada tahun 2004, Festival In Transit yang diselenggarakan oleh The House of World Cultures di Berlin pada tahun 2005, dan Physical Theatre Festival dan The Saison Foundation di Tokyo pada tahun 2005 dan 2006.
Selain menciptakan karya pertunjukan, Teater Garasi juga aktif dalam melakukan kajian teater dan peningkatan pengetahuan. Sebagai laboratorium penciptaan teater, Teater Garasi senantiasa mengadakan berbagai kegiatan yang melibatkan para seniman dan praktisi teater. Kegiatan-kegiatan tersebut meliputi workshop, diskusi, seminar, dan pertemuan dengan para ahli teater baik dari dalam maupun luar negeri.
Salah satu karya yang telah dihasilkan oleh Teater Garasi adalah pertunjukan berjudul “Insomnia”. Pertunjukan ini pertama kali dipentaskan pada tahun 2004 dan telah tampil di berbagai tempat di Indonesia maupun di luar negeri. “Insomnia” merupakan karya kolaborasi antara seniman-seniman Teater Garasi dengan seniman-seniman dari berbagai disiplin seni lainnya. Pertunjukan ini mengangkat tema tentang kehidupan urban yang penuh dengan tekanan dan kecemasan, serta mengeksplorasi berbagai bentuk ekspresi seni, termasuk teater fisik, tari, dan instalasi seni.
Selain itu, Teater Garasi juga memiliki proyek-proyek kolaborasi dengan seniman-seniman dari berbagai negara. Salah satu proyek kolaborasi yang pernah dilakukan oleh Teater Garasi adalah “The Silent Song of the Genjek”. Proyek ini melibatkan seniman dari Indonesia, Jepang, dan Belanda dalam menciptakan sebuah pertunjukan yang menggabungkan teater, tari, dan musik. Pertunjukan ini pertama kali dipentaskan pada tahun 2017 dan telah berhasil menarik perhatian banyak penonton di dalam dan luar negeri.
Selain aktif dalam menciptakan karya pertunjukan, Teater Garasi juga memiliki peran dalam pendidikan dan pengembangan seni pertunjukan. Mereka sering mengadakan workshop dan pelatihan bagi para seniman muda serta menginisiasi program-program pendidikan seni di berbagai sekolah dan universitas. Dengan demikian, Teater Garasi berusaha untuk terus mendukung dan mengembangkan dunia seni pertunjukan di Indonesia.
Sebagai kolektif seniman yang memiliki komitmen untuk menggali dan mengembangkan seni pertunjukan, Teater Garasi terus berinovasi dalam menciptakan karya-karya yang unik dan berbeda. Mereka senantiasa mencoba untuk menyampaikan pesan-pesan yang relevan dengan realitas sosial dan budaya Indonesia melalui bahasa seni yang kreatif dan inspiratif.
Dalam perjalanan panjangnya, Teater Garasi telah berhasil menciptakan banyak karya pertunjukan yang mendapat apresiasi tinggi baik dari kritikus seni maupun penonton. Karya-karya mereka sering kali dianggap sebagai perwujudan dari visi dan misi Teater Garasi dalam mengembangkan seni pertunjukan yang segar, otentik, dan berbasis pada tradisi seni pertunjukan yang ada.
Dengan terus mengembangkan dan memperluas jaringan kerja sama dengan seniman-seniman dan institusi seni di dalam maupun luar negeri, Teater Garasi berharap dapat memberikan kontribusi yang besar dalam perkembangan seni pertunjukan di Indonesia dan juga membuka peluang bagi seniman-seniman muda untuk mengembangkan bakat dan kreativitas mereka dalam dunia seni.