Indonesian Scooter Festival (ISF) 2018: Mengagumkan dan Menginspirasi
Acara Terbesar bagi Para Penggemar Scooter di Indonesia
Jogja Expo Centre (JEC) menjadi saksi berkumpulnya ribuan para scooter mania dari berbagai kota di Indonesia dan mancanegara pada tanggal 22 September 2018. Mereka datang untuk menghadiri acara Indonesian Scooter Festival (ISF) 2018 yang berlangsung hingga tanggal 23 September 2018. ISF 2018 menjadi acara yang sangat dinantikan oleh para penggemar scooter di Indonesia, karena acara ini tidak hanya menyajikan beragam kegiatan menarik, tetapi juga pameran scooter antik dan unik.
Pameran Scooter Antik dan Unik yang Menakjubkan
Salah satu atraksi terbesar pada ISF 2018 adalah pameran scooter antik dan unik. Ratusan scooter dengan berbagai tahun pembuatan dipamerkan dalam acara ini. Ada scooter pabrikan yang berasal dari tahun 1867, serta scooter homemade yang dibuat oleh para penggemar scooter dengan bahan-bahan yang unik dan tidak lazim. Salah satu scooter homemade yang cukup mengundang perhatian adalah scooter berbahan dari limbah kayu pensil.
Vespa Limbah Kayu Pencil: Karya Eri AsharI yang Menginspirasi
Eri AsharI, seorang pembuat vespa pensil, menjelaskan bahwa ide untuk membuat vespa pensil muncul ketika ia melihat banyaknya limbah kayu pensil di sekitar rumahnya yang terbuang begitu saja. Ia ingin mengangkat nilai ekonomis dari limbah ini dan menghasilkan sesuatu yang unik dan bernilai. Setelah lebih dari 4 tahun melakukan riset, membangun, dan menciptakan, vespa pensil buatannya akhirnya selesai.
Karya Eri mendapatkan tanggapan positif dari para penggemar vespa di seluruh dunia. Bahkan, vespa pensil buatannya pernah ditawar dengan harga 1,9 milyar oleh seorang pencinta vespa berat dari Venezuela. Meskipun mendapatkan tawaran yang menggiurkan, Eri belum berniat menjual vespa buatannya karena baginya, vespa ini bukan hanya memiliki nilai jual yang tinggi, tetapi juga merupakan karya seni yang ingin ia pertahankan.
Vespa Limbah Kayu Pencil: Fungsional dan Unik
Vespa kayu buatan Eri juga telah diuji coba dalam perjalanan jarak jauh. Ia telah mengendarai vespanya dari Lembang Bandung hingga Pangandaran Tasikmalaya, menempuh jarak sekitar 520 km. Selama perjalanan tersebut, vespa kayu tersebut tidak mengalami hambatan apapun dan tetap berfungsi dengan baik. Eri juga melengkapi vespanya dengan pendingin pada joknya agar pengendara tidak merasa panas saat berkendara. Selain itu, vespa ini juga dilengkapi dengan LCD TV dan pemutar musik pada bagian bawah dalam body depan, menjadikannya lebih menarik dan unik.
Menginspirasi Scooterist di Seluruh Dunia
Pada ISF 2018, Eri khusus membawa dua buah vespa pensil buatannya untuk dipamerkan. Ia berharap bahwa teman-teman vespa atau scooterist di manapun berada dapat memanfaatkan apa pun yang ada di sekitar mereka dan mengubahnya menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis. Dengan demikian, limbah atau sampah dapat berkurang, dan mereka juga dapat menghasilkan karya-karya unik yang menginspirasi banyak orang.
Selain pameran scooter antik dan unik, ISF 2018 juga menyajikan berbagai kegiatan menarik lainnya, seperti kontes modifikasi scooter, kompetisi balap scooter, dan pertunjukan musik. Acara ini merupakan ajang yang sangat penting bagi para scooterist untuk berbagi pengalaman, memperluas jaringan, dan meningkatkan pengetahuan mereka tentang dunia scooter.
Indonesian Scooter Festival (ISF) 2018 telah membuktikan bahwa scooter bukan hanya sebagai alat transportasi yang praktis, tetapi juga merupakan karya seni yang dapat menginspirasi banyak orang. Vespa pensil buatan Eri AsharI menjadi salah satu contoh yang menakjubkan, bahwa dengan imajinasi dan kreativitas, kita dapat mengubah limbah menjadi sesuatu yang bernilai. ISF 2018 telah berhasil menciptakan momen yang tak terlupakan bagi para penggemar scooter, dan meninggalkan inspirasi yang besar bagi semua orang yang hadir dalam acara tersebut.