Serunya Menghabiskan Malam Liburan di Alun-Alun Kidul



Suasana alun-alun Kidul pada hari kedua Lebaran-Gudegnet/Trida begitu meriah dan semarak. Alun-alun yang terletak di bagian selatan Keraton Yogyakarta ini dipenuhi oleh berbagai jenis pedagang dan barang dagangannya. Dahulu, alun-alun ini terkenal dengan wedang ronde dan masangin, namun kini telah bertransformasi menjadi tempat yang ramai dengan berbagai macam atraksi dan kuliner.

Bagi pengunjung zaman sekarang, alun-alun Kidul ini mungkin lebih dikenal dengan sepeda atau kereta tandem warna-warni yang dilengkapi dengan lampu LED. Tidak jarang pengunjung juga mengiringi perjalanan mereka dengan musik yang bising dari MP3 player yang mereka pasang di kendaraan mereka. Namun, sayangnya kendaraan-kendaraan tersebut menjadi sulit untuk dinikmati karena padatnya lalu lintas di sekitar Alun-Alun Kidul dan badan jalan yang terambil oleh motor dan mobil yang parkir di sana.

Meskipun demikian, pengunjung masih tetap dapat menikmati suasana alun-alun yang meriah ini. Nur, salah satu pengunjung yang datang dari Jogja, mengungkapkan, “Saya pikir bakal lebih rame lagi. Cuma mungkin bisa nampungnya memang segitu aja, jadi lumayan lah. Masih bisa menikmati.” Meski ada kendala dengan lalu lintas yang padat, pengunjung tetap dapat menikmati suasana yang ada di Alun-Alun Kidul.

Di samping itu, para penjaja makanan juga telah merambah ke lapangan alun-alun ini, bukan hanya di pinggiran trotoar luar. Berbagai jenis makanan seperti jagung bakar, bakso, mi ayam, sate, dan nasi goreng dapat dinikmati oleh pengunjung di sini. Salah satu penjaja makanan yang menarik perhatian adalah Mbah Sadiyah yang menjual telur puyuh goreng. Nenek berusia 64 tahun ini mengatakan bahwa musim Lebaran merupakan berkah baginya. Pada musim liburan seperti ini, dia mampu menjual 200 porsi telur puyuh goreng yang berisikan lima butir telur puyuh yang didadar kecil-kecil. Harga satu porsi telur puyuh goreng ini adalah Rp5.000.

Mbah Sadiyah juga menceritakan bahwa pada hari biasa, dia mampu menjual sekitar 100 porsi telur puyuh goreng mulai dari sore hari. Dia menjual telur puyuh dengan harga Rp1.000 per butir, namun sekarang harga telur puyuh yang dia jual telah naik menjadi Rp1.000 per butir. Ketika ditanya sejak kapan dia mulai berjualan telur puyuh, perempuan asal Imogiri ini menjawab bahwa dia telah berjualan sejak masa pemerintahan Presiden Soeharto. Meskipun dia tidak ingat pasti sejak kapan, namun dia sudah lama menjalankan usaha ini.

Selain kuliner, berbagai dagangan seperti layang-layang, gelembung-gelembung, baling-baling LED, dan balon juga mendominasi lapangan alun-alun ini. Dengan lampu-lampu yang berkilauan dan gelembung-gelembung yang beterbangan di udara, suasana di alun-alun ini semakin semarak dan menarik perhatian pengunjung.

Bagi Anda yang tertarik untuk ikut meramaikan tempat ini, sebaiknya tidak membawa kendaraan pribadi. Lalu lintas di sekitar alun-alun Kidul cukup padat, sehingga parkir kendaraan menjadi sulit. Selain itu, jangan lupa untuk membawa pecahan uang kecil agar lebih mudah dalam bertransaksi dengan pedagang di alun-alun ini. Selalu berhati-hati dengan barang bawaan Anda, karena tempat ini dapat menjadi sangat ramai pada saat-saat tertentu.

Alun-alun Kidul pada hari kedua Lebaran-Gudegnet/Trida merupakan tempat yang sangat menarik untuk dikunjungi. Suasana yang meriah dan berbagai macam atraksi dan kuliner yang ditawarkan oleh para pedagang di sana membuat pengunjung dapat merasakan kegembiraan dan kesenangan. Tidak hanya itu, tempat ini juga menjadi peluang bisnis yang menguntungkan bagi para penjaja makanan dan dagangan lainnya. Dengan menjual makanan dan barang dagangan di alun-alun Kidul ini, mereka dapat meraih keuntungan yang cukup besar, terutama pada musim Lebaran seperti sekarang ini.

Namun, ada juga beberapa kendala yang dihadapi oleh pengunjung dan pedagang di alun-alun Kidul ini. Salah satunya adalah lalu lintas yang padat di sekitar alun-alun, sehingga sulit untuk mencari tempat parkir. Hal ini tentu menjadi suatu masalah bagi pengunjung yang membawa kendaraan pribadi. Selain itu, ada juga masalah keamanan yang perlu diperhatikan. Karena tempat ini seringkali ramai dikunjungi oleh banyak orang, pengunjung perlu berhati-hati dengan barang bawaan mereka agar tidak hilang atau dicuri oleh orang lain.

Meskipun demikian, Alun-Alun Kidul Keraton Yogyakarta tetap menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi. Suasana yang meriah dan berbagai macam atraksi dan kuliner yang ditawarkan membuat pengunjung dapat merasakan kegembiraan dan kesenangan. Tempat ini juga menjadi peluang bisnis yang menguntungkan bagi para pedagang makanan dan dagangan lainnya. Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk mengunjungi Alun-Alun Kidul saat berada di Yogyakarta dan merasakan sendiri keunikan dan keceriaan tempat ini.


Dian

Dian

Menghadirkan konten berkualitas yang menggambarkan keindahan dan keunikan Yogyakarta, Berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk mempromosikan pariwisata dan produk lokal, Menjadi sumber informasi terpercaya tentang Yogyakarta bagi pembaca exploreyogya.com!
https://exploreyogya.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *