Sedekah Laut Poncosari

Sedekah Laut Poncosari

Ulasan

Dusun Ngentak terletak di wilayah Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Propinsi DIY. Dusun ini terletak sekitar 27 kilometer dari pusat Kota Jogja dan sekitar 17 kilometer dari pusat kota Bantul. Mayoritas penduduk Dusun Ngentak adalah nelayan yang tinggal di wilayah pantai Pandan Simo. Di wilayah ini, terdapat beberapa upacara adat yang diadakan, salah satunya adalah upacara Sedekah Laut. Upacara ini dilakukan oleh penduduk dusun yang sebagian besar beragama Islam dan ditujukan kepada Sang Penguasa Laut Selatan, yaitu Kanjeng Ratu Kidul atau Nyai Roro Kidul.

Upacara Sedekah Laut dilakukan sebagai bentuk permohonan kepada Kanjeng Ratu Kidul agar para nelayan terhindar dari bahaya di laut, seperti ombak besar dan angin kencang, serta diberi rezeki melimpah berupa hasil tangkapan ikan yang melimpah. Upacara ini juga merupakan ungkapan rasa syukur para nelayan atas keselamatan dan rezeki yang mereka dapatkan.

Upacara Sedekah Laut di Dusun Ngentak, Desa Poncosari dilaksanakan setiap tahun sekali, tepatnya pada hari Minggu pertama di bulan Syawal. Tanggal pelaksanaan upacara ini ditentukan berdasarkan hari raya Idul Fitri. Misalnya, jika lebaran pertama jatuh pada hari Rabu, maka upacara Sedekah Laut dilakukan pada hari Minggu berikutnya. Pada tahun 2000, lebaran jatuh pada hari Minggu Wage, 9 Januari 2000, sehingga upacara Sedekah Laut dilaksanakan pada hari Minggu, 16 Januari 2000.

Pemilihan hari Minggu pertama di bulan Syawal sebagai hari pelaksanaan upacara Sedekah Laut memiliki beberapa alasan. Pertama, agar saudara atau anak cucu yang tinggal jauh dari Desa Poncosari dapat berlibur di rumah orang tua mereka dan ikut menyaksikan upacara ini. Kedua, hari Minggu merupakan hari libur sehingga banyak orang yang hadir di Pantai Pandan Simo tempat pelaksanaan upacara. Pukul 10.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB adalah waktu pelaksanaan upacara Sedekah Laut.

Pelaksanaan upacara Sedekah Laut ditangani oleh para nelayan Dusun Ngentak. Salah satu nelayan dipilih untuk melabuhkan sesaji ke tengah laut. Orang yang dipilih ini haruslah seseorang yang handal. Sementara itu, istri-istri nelayan bertugas memasak dan menyiapkan sesaji.

Peralatan yang digunakan dalam upacara Sedekah Laut antara lain perahu tempel untuk membawa sesaji ke tengah laut, ancak dari bambu yang dianyam dengan bentuk segi empat sebagai tempat sesaji, jodhang dari kayu yang dibuat persegi panjang untuk mengangkut sesaji ke pesisir, tampah/tambir yang terbuat dari anyaman bambu sebagai tempat sesaji, pengaron terbuat dari tanah liat sebagai tempat nasi, takir terbuat dari daun pisang yang dibentuk dengan janur atau daun nyiur muda sebagai tempat jenang sesaji, dan ceketong terbuat dari daun pisang sebagai sendok.

Sesaji yang disiapkan dalam upacara Sedekah Laut memiliki berbagai macam jenis. Ada sesaji khusus untuk Kanjeng Ratu Kidul yang nantinya akan dilabuhkan ke tengah laut. Selain itu, ada juga bunga telon yang terdiri dari mawar, melati, kantil, kenanga, dan sebagainya. Terdapat juga alat-alat kecantikan khusus untuk wanita seperti bedhak, sisir, minyak wangi, dan pensil alis. Pakaian sak pengadek atau lengkap wanita juga disiapkan, termasuk baju, celana, BH, dan kebaya yang semuanya harus baru. Jenang-jenangan dengan berbagai warna seperti merah, putih, hitam, dan palang katul juga menjadi bagian dari sesaji. Jajan pasar seperti kacang, lempeng, dan slondok yang dibeli di pasar juga disiapkan sebagai sesaji. Selain itu, ada juga nasi udhuk atau nasi gurih yang dimasak bersama santan, garam, dan sebagainya. Ayam ingkung, yaitu ayam jantan yang dimasak utuh dengan kedua kaki dan sayap diikat, juga menjadi bagian dari sesaji. Pisang sanggan, pisang raja pulut, lauk pauk seperti rempeyek, krupuk, kedelai, serta lalapan seperti kol dan buncis juga disiapkan dalam sesaji.

Selama persiapan dan pelaksanaan upacara Sedekah Laut, semua kegiatan di laut dihentikan. Pada malam sebelum hari H, dilakukan tahlilan yang dipimpin oleh Rois atau Kaur wilayah Dusun Ngentak. Pagi harinya, barang-barang yang dimasak untuk persiapan sesaji mulai diatur di tempat yang telah disiapkan oleh ibu-ibu dan kemudian dicek kelengkapannya oleh Pemangku Adat. Di lain pihak, para pria yang akan mengikuti prosesi sudah siap dengan pakaian kejawen, sedangkan Tekong yang bertugas untuk melabuhkan sesaji sudah siap dengan pakaian melaut yang dilengkapi dengan pelampung. Penting untuk diketahui bahwa masyarakat Dusun Ngentak memiliki seragam tersendiri untuk setiap RT, misalnya warga RT 01 menggunakan seragam berwarna bunga-bunga merah, warga RT 02 menggunakan seragam bunga-bunga kuning, dan seterusnya. Seragam ini dipakai setiap ada kegiatan di kampung dan setiap ada upacara Sedekah Laut.

Sebelum pukul 10.00 WIB, jodhang beserta sesaji yang lain mulai diusung dan dibawa ke pesisir oleh barisan yang berseragam dari setiap RT di wilayah Ngentak. Sesampai di pesisir, sesaji diterima oleh panitia yang bertugas. Namun sebelum itu, Juru Kunci sudah datang ke Petilasan HB VII untuk membakar kemenyan dan memohon doa restu. Setelah itu, acara puncak upacara Sedekah Laut adalah melabuhkan barang sesaji ke tengah laut oleh seorang Tekong yang bertugas.

Semua barang yang digunakan dalam upacara Sedekah Laut memiliki makna sebagai persembahan puji syukur kepada Yang Maha Agung atas keselamatan dan rezeki para nelayan dalam mencari ikan di Laut Selatan. Pisang sanggan melambangkan bahwa raja atau ratu adalah yang tertinggi. Pisang raja pulut melambangkan pengikut yang selalu setia dan melekat pada raja atau ratu. Jenang palang (merah putih) dengan palang melambangkan agar masyarakat Ngentak dalam mencari nafkah tidak ada yang menghalangi. Jenang merah putih melambangkan ibu yang melahirkan manusia. Jenang hitam melambangkan persembahan kepada saudara atau kakang kawah adi ari-ari. Nasi ameng melambangkan permohonan keselamatan dari Yang Maha Agung. Nasi rasulan atau udhuk melambangkan junjungan Nabi Muhammad SAW. Ayam ingkung melambangkan junjungan Nabi Besar Muhammad SAW. Air tawar melambangkan keselamatan. Alat kecantikan dan pakaian wanita melambangkan kesukaan wanita untuk berdandan. Bunga melambangkan permohonan dari keharuman.

Tradisi upacara Sedekah Laut di Dusun Ngentak telah dilakukan selama kurang lebih 15 tahun oleh setiap rumah. Namun, dalam perkembangannya, upacara ini dilaksanakan secara berkelompok sehingga semakin meriah dan semarak. Saat ini, upacara Sedekah Laut juga diiringi oleh acara-acara kesenian seperti Salawatan, Jathilan, dan sebagainya.


Dian

Dian

Menghadirkan konten berkualitas yang menggambarkan keindahan dan keunikan Yogyakarta, Berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk mempromosikan pariwisata dan produk lokal, Menjadi sumber informasi terpercaya tentang Yogyakarta bagi pembaca exploreyogya.com!
https://exploreyogya.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *