Heading 2: Peringatan Hari Ibu oleh Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Yogyakarta
Pada tanggal 22 Desember setiap tahunnya, seluruh masyarakat Indonesia merayakan Hari Ibu. Hari yang dianggap istimewa ini menjadi momen bagi setiap individu untuk mengungkapkan rasa terima kasih dan penghargaan kepada sosok ibu yang telah memberikan kasih sayang, perhatian, dan pengorbanan tanpa batas. Di Yogyakarta, peringatan Hari Ibu kali ini diadakan dengan cara yang berbeda oleh Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Yogyakarta.
Aksi damai yang diadakan oleh Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Yogyakarta dilakukan sebagai bentuk syukur dan penghormatan kepada sosok ibu. Dalam aksi ini, mereka membagikan puisi-puisi indah kepada setiap masyarakat Yogyakarta yang lewat di depan Gedung Agung Yogyakarta. Puisi-puisi tersebut ditulis oleh anggota Ikatan Keluarga Mahasiswa Yogyakarta dan diselipkan di sela-sela kuntum mawar plastik yang dibungkus kertas kado transparan.
Rizky Muhammad Arian, Ketua Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Yogyakarta, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk ucapan terima kasih mereka kepada figur ibu. Mereka menyadari bahwa hanya dengan cara ini, mereka dapat menyebarkan pesan cinta dan apresiasi kepada sosok ibu yang begitu berarti dalam kehidupan mereka. Puisi-puisi yang dibagikan menggambarkan keindahan kata-kata tentang kekuatan dan kasih sayang yang dimiliki oleh seorang ibu.
Selain membagikan puisi, mawar, dan stiker kepada masyarakat, aksi ini juga melibatkan pengumpulan tanda tangan dan ungkapan-ungkapan tentang sosok ibu dari masyarakat Yogyakarta. Hal ini dilakukan sebagai wadah apresiasi masyarakat kota Jogja terhadap sosok ibu. Dengan cara ini, mereka ingin menunjukkan bahwa ibu tidak hanya berperan sebagai pengasuh keluarga, tetapi juga sebagai pekerja yang berkontribusi dalam masyarakat.
Heading 3: Peran Ibu sebagai Pekerja Perempuan
Di seberang jalan yang sama, terdapat aksi damai yang diselenggarakan oleh Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM) yang menyoroti tentang diskriminasi terhadap pekerja perempuan. Aksi ini mencoba mengingatkan masyarakat Yogyakarta akan arti pentingnya peranan ibu sebagai ibu rumah tangga dan juga sebagai pekerja.
Dalam pasar kerja, banyak perempuan yang terlibat sebagai pekerja baik dalam sektor industri maupun perusahaan jasa. Namun, tidak sedikit perempuan yang mengalami perlakuan diskriminasi dan pelecehan seksual di tempat kerja. Dyah Ambhara, Ketua Komite Perempuan FSPM Regional Yogyakarta-Jawa Tengah, menyebutkan beberapa bentuk diskriminasi yang sering terjadi pada pekerja perempuan, seperti jaminan sosial bagi anak yang tidak diberikan, perlakuan khusus bagi perempuan yang dianggap berstatus lajang, dan potongan pajak penghasilan yang lebih besar bagi perempuan.
Pelanggaran terhadap hak pekerja perempuan yang diatur dalam Undang-Undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketengakerjaan juga masih banyak terjadi. Beberapa hak seperti cuti hamil yang tidak mendapatkan upah, cuti haid, cuti gugur kandungan, hak menyusui, dan penambahan waktu istirahat bagi pekerja perempuan yang sedang menyusui sering tidak diberlakukan di tempat kerja. Oleh karena itu, FSPM menuntut kepada pemerintah agar segera meratifikasi Konvensi ILO No. 183 tahun 2000 dan mencabut undang-undang serta peraturan terkait lainnya yang masih bersifat diskriminatif.
Apresiasi dan Penghargaan kepada Ibu
Peringatan Hari Ibu yang diadakan oleh Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Yogyakarta dan aksi damai yang diselenggarakan oleh FSPM memberikan gambaran yang berbeda tentang peran ibu dalam masyarakat. Dari dua aksi ini, dapat kita lihat bahwa ibu memiliki peran yang sangat penting sebagai pengasuh keluarga dan juga sebagai pekerja.
Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Yogyakarta memberikan apresiasi kepada ibu melalui puisi-puisi indah yang mereka bagikan kepada masyarakat. Puisi-puisi tersebut menggambarkan kekuatan dan kasih sayang yang dimiliki oleh seorang ibu. Dengan cara ini, mereka ingin menunjukkan bahwa ibu adalah sumber cinta, belaskasih, simpati, dan maaf dalam kehidupan mereka.
Sementara itu, FSPM mengingatkan masyarakat akan perlunya perlindungan dan perhatian terhadap pekerja perempuan. Mereka menyoroti diskriminasi yang sering terjadi di tempat kerja dan menuntut agar hak-hak pekerja perempuan dihormati sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Aksi ini menjadi panggilan untuk semua pihak agar bersama-sama mewujudkan kesetaraan dan perlindungan bagi pekerja perempuan.
Dalam kesimpulannya, peringatan Hari Ibu adalah momen yang tepat untuk mengungkapkan rasa terima kasih dan penghargaan kepada sosok ibu. Apapun bentuk apresiasi yang diberikan, cinta dan kasih sayang ibu akan hidup sepanjang masa. Selamat Hari Ibu!