Warga melintas menggunakan sepeda di tengah sepinya Jalan Malioboro dampak dari pandemi Covid-19, (2020) Gudeg.net/Rahman
Sebuah pemandangan yang jarang terlihat terjadi di Jalan Malioboro, salah satu ikon pariwisata di Yogyakarta. Jalan yang biasanya dipenuhi oleh para pedagang kaki lima dan wisatawan kini terlihat sepi. Dampak dari pandemi Covid-19 sangat terasa di sepanjang jalan ini. Namun, ada kabar baik yang datang bagi para pelaku usaha di Malioboro. Dengan diberlakukannya aturan New Normal, mereka akan segera membuka kembali lapak usahanya dalam waktu dekat.
Perkumpulan Pengusaha Malioboro Ahmad Yani (PPMAY) adalah salah satu organisasi yang mewadahi para pelaku usaha di Malioboro. Karyanto Yudomulyono, salah satu anggota PPMAY, mengungkapkan bahwa mereka sedang mempersiapkan segala sesuatunya untuk membuka kembali toko dan lapak para pedagang di Malioboro yang tutup sejak merebaknya Covid-19 di DIY. Para pedagang sangat mengalami dampak yang cukup parah akibat penutupan ini. Pendapatan mereka menyusut drastis dan perekonomian rakyat terhenti. Oleh karena itu, keputusan untuk membuka kembali usaha ini didasarkan pada pertimbangan ekonomi rakyat.
Karyanto menjelaskan bahwa para pelaku usaha di Malioboro sudah mengikuti aturan pemerintah daerah untuk menutup lapak dan tempat usaha sejak bulan Maret lalu. Namun, dengan adanya aturan New Normal, mereka melihat kesempatan untuk membuka usaha kembali. Pihaknya akan menerapkan konsep New Normal kepada seluruh pelaku usaha mulai bulan Juni 2020 mendatang. Penerapan new normal dimulai dari pemberlakuan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 antara pedagang dan calon pembeli. Pemda DIY sudah menyiapkan New Normal untuk sektor pariwisata dan PPMAY akan mengikuti prosedur standarnya.
Para pelaku usaha di sepanjang Malioboro mengalami kondisi yang memprihatinkan selama menutup ruang usahanya. Banyak dari mereka yang mengandalkan usaha ini sebagai sumber penghasilan utama. Oleh karena itu, dengan adanya penerapan aturan new normal menjadi angin segar bagi pelaku usaha untuk membuka kembali lokasi usaha mereka. Meskipun tidak semua lapak usaha akan dibuka secara langsung, namun para pedagang akan melakukannya secara bertahap. Rencananya, ada 220 usaha yang tergabung dalam PPMAY yang akan bersiap membuka lapak usahanya. Namun, mereka akan melihat perkembangan di lapangan terlebih dahulu sebelum membuka seluruhnya.
Karyanto berharap bahwa pandemi Covid-19 dapat tertangani dengan baik dan cepat agar sektor perekonomian dapat kembali pulih seperti sediakala. Dia juga berharap pada pemerintah untuk segera menyelesaikan wabah ini. Meskipun tidak dapat langsung hilang, namun dengan saling membantu mencegah penyebaran virus, mereka berharap situasi dapat membaik.
Jalan Malioboro adalah salah satu destinasi wisata yang paling terkenal di Yogyakarta. Jalan ini dikenal dengan kehidupan malamnya yang ramai dan berbagai toko dan lapak yang menjual berbagai macam barang dan makanan khas Yogyakarta. Namun, sejak merebaknya pandemi Covid-19, jalan ini menjadi sepi dan lapak-lapaknya ditutup. Hal ini sangat mempengaruhi kehidupan para pedagang dan pelaku usaha di Malioboro. Pendapatan mereka menurun drastis dan mereka harus berjuang untuk bertahan.
Namun, dengan adanya aturan New Normal, para pelaku usaha di Malioboro melihat harapan baru. Mereka sedang mempersiapkan segala sesuatunya untuk membuka kembali lapak usahanya. Meskipun mereka telah mengikuti aturan pemerintah daerah untuk menutup lapak dan tempat usaha sejak bulan Maret lalu, namun adanya aturan New Normal menjadi alasan bagi mereka untuk membuka usaha kembali.
Ahmad Yani, anggota Perkumpulan Pengusaha Malioboro, mengatakan bahwa para pedagang di Malioboro sangat terkena dampak yang parah. Pendapatan mereka menyusut drastis dan perekonomian rakyat terhenti. Oleh karena itu, keputusan untuk membuka kembali usaha ini didasarkan pada pertimbangan ekonomi rakyat. Mereka berharap bahwa dengan membuka kembali lapak usaha, perekonomian di Malioboro dapat pulih kembali seperti sediakala.
Namun, mereka juga tidak sembarangan dalam membuka usaha. Mereka akan menerapkan konsep New Normal yang telah disiapkan oleh Pemerintah Daerah DIY. Protokol kesehatan pencegahan Covid-19 akan diterapkan antara pedagang dan calon pembeli. Mereka akan mengikuti prosedur standar yang telah ditetapkan untuk sektor pariwisata. Selain itu, mereka juga berharap bahwa pandemi Covid-19 dapat segera tertangani dengan baik dan cepat. Mereka berharap pemerintah dapat menyelesaikan wabah ini dengan segera.
Kondisi para pelaku usaha di sepanjang Malioboro sangat memprihatinkan selama menutup ruang usahanya. Banyak dari mereka yang mengalami kesulitan keuangan dan harus mencari sumber penghasilan lain. Oleh karena itu, dengan adanya aturan new normal menjadi angin segar bagi mereka. Mereka melihat kesempatan untuk membuka kembali lapak usahanya dan berharap bahwa dengan adanya pembukaan ini, mereka dapat kembali mendapatkan penghasilan yang mereka butuhkan.
Meskipun begitu, tidak semua lapak usaha akan dibuka secara langsung. Para pedagang akan melakukannya secara bertahap. Rencananya, ada sekitar 220 usaha yang tergabung dalam PPMAY yang akan membuka lapak usahanya. Namun, mereka akan melihat perkembangan di lapangan terlebih dahulu sebelum membuka seluruhnya. Mereka ingin memastikan bahwa situasi sudah aman dan kondusif sebelum membuka usaha mereka.
Para pelaku usaha di Malioboro berharap bahwa pandemi Covid-19 dapat segera tertangani dengan baik dan cepat. Mereka berharap bahwa dengan saling membantu untuk mencegah penyebaran virus, situasi dapat membaik. Mereka juga berharap bahwa pemerintah dapat segera menyelesaikan wabah ini. Meskipun mereka sadar bahwa wabah ini tidak akan langsung hilang, namun mereka berharap bahwa dengan adanya tindakan yang tepat dan kerjasama dari semua pihak, situasi dapat membaik.
Jalan Malioboro adalah salah satu destinasi wisata yang paling terkenal di Yogyakarta. Jalan ini dikenal dengan kehidupan malamnya yang ramai dan berbagai toko dan lapak yang menjual berbagai macam barang dan makanan khas Yogyakarta. Namun, sejak merebaknya pandemi Covid-19, jalan ini menjadi sepi dan lapak-lapaknya ditutup. Hal ini sangat mempengaruhi kehidupan para pedagang dan pelaku usaha di Malioboro. Pendapatan mereka menurun drastis dan mereka harus berjuang untuk bertahan.
Namun, dengan adanya aturan New Normal, para pelaku usaha di Malioboro melihat harapan baru. Mereka sedang mempersiapkan segala sesuatunya untuk membuka kembali lapak usahanya. Meskipun mereka telah mengikuti aturan pemerintah daerah untuk menutup lapak dan tempat usaha sejak bulan Maret lalu, namun adanya aturan New Normal menjadi alasan bagi mereka untuk membuka usaha kembali.
Ahmad Yani, anggota Perkumpulan Pengusaha Malioboro, mengatakan bahwa para pedagang di Malioboro sangat terkena dampak yang parah. Pendapatan mereka menyusut drastis dan perekonomian rakyat terhenti. Oleh karena itu, keputusan untuk membuka kembali usaha ini didasarkan pada pertimbangan ekonomi rakyat. Mereka berharap bahwa dengan membuka kembali lapak usaha, perekonomian di Malioboro dapat pulih kembali seperti sediakala.
Namun, mereka juga tidak sembarangan dalam membuka usaha. Mereka akan menerapkan konsep New Normal yang telah disiapkan oleh Pemerintah Daerah DIY. Protokol kesehatan pencegahan Covid-19 akan diterapkan antara pedagang dan calon pembeli. Mereka akan mengikuti prosedur standar yang telah ditetapkan untuk sektor pariwisata. Selain itu, mereka juga berharap bahwa pandemi Covid-19 dapat segera tertangani dengan baik dan cepat. Mereka berharap pemerintah dapat menyelesaikan wabah ini dengan segera.
Kondisi para pelaku usaha di sepanjang Malioboro sangat memprihatinkan selama menutup ruang usahanya. Banyak dari mereka yang mengalami kesulitan keuangan dan harus mencari sumber penghasilan lain. Oleh karena itu, dengan adanya aturan new normal menjadi angin segar bagi mereka. Mereka melihat kesempatan untuk membuka kembali lapak usahanya dan berharap bahwa dengan adanya pembukaan ini, mereka dapat kembali mendapatkan penghasilan yang mereka butuhkan.
Meskipun begitu, tidak semua lapak usaha akan dibuka secara langsung. Para pedagang akan melakukannya secara bertahap. Rencananya, ada sekitar 220 usaha yang tergabung dalam PPMAY yang akan membuka lapak usahanya. Namun, mereka akan melihat perkembangan di lapangan terlebih dahulu sebelum membuka seluruhnya. Mereka ingin memastikan bahwa situasi sudah aman dan kondusif sebelum membuka usaha mereka.
Para pelaku usaha di Malioboro berharap bahwa pandemi Covid-19 dapat segera tertangani dengan baik dan cepat. Mereka berharap bahwa dengan saling membantu untuk mencegah penyebaran virus, situasi dapat membaik. Mereka juga berharap bahwa pemerintah dapat segera menyelesaikan wabah ini. Meskipun mereka sadar bahwa wabah ini tidak akan langsung hilang, namun mereka berharap bahwa dengan adanya tindakan yang tepat dan kerjasama dari semua pihak, situasi dapat membaik.
Selama ini, Jalan Malioboro adalah salah satu destinasi wisata yang paling terkenal di Yogyakarta. Jalan ini dikenal dengan kehidupan malamnya yang ramai dan berbagai toko dan lapak yang menjual berbagai macam barang dan makanan khas Yogyakarta. Namun, sejak merebaknya pandemi Covid-19, jalan ini menjadi sepi dan lapak-lapaknya ditutup. Hal ini sangat mempengaruhi kehidupan para pedagang dan pelaku usaha di Malioboro. Pendapatan mereka menurun drastis dan mereka harus berjuang untuk bertahan.
Namun, dengan adanya aturan New Normal, para pelaku usaha di Malioboro melihat harapan baru. Mereka sedang mempersiapkan segala sesuatunya untuk membuka kembali lapak usahanya. Meskipun mereka telah mengikuti aturan pemerintah daerah untuk menutup lapak dan tempat usaha sejak bulan Maret lalu, namun adanya aturan New Normal menjadi alasan bagi mereka untuk membuka usaha kembali.
Ahmad Yani, anggota Perkumpulan Pengusaha Malioboro, mengatakan bahwa para pedagang di Malioboro sangat terkena dampak yang parah. Pendapatan mereka menyusut drastis dan perekonomian rakyat terhenti. Oleh karena itu, keputusan untuk membuka kembali usaha ini didasarkan pada pertimbangan ekonomi rakyat. Mereka berharap bahwa dengan membuka kembali lapak usaha, perekonomian di Malioboro dapat pulih kembali seperti sediakala.
Namun, mereka juga tidak sembarangan dalam membuka usaha. Mereka akan menerapkan konsep New Normal yang telah disiapkan oleh Pemerintah Daerah DIY. Protokol kesehatan pencegahan Covid-19 akan diterapkan antara pedagang dan calon pembeli. Mereka akan mengikuti prosedur standar yang telah ditetapkan untuk sektor pariwisata. Selain itu, mereka juga berharap bahwa pandemi Covid-19 dapat segera tertangani dengan baik dan cepat. Mereka berharap pemerintah dapat menyelesaikan wabah ini dengan segera.
Kondisi para pelaku usaha di sepanjang Malioboro sangat memprihatinkan selama menutup ruang usahanya. Banyak dari mereka yang mengalami kesulitan keuangan dan harus mencari sumber penghasilan lain. Oleh karena itu, dengan adanya aturan new normal menjadi angin segar bagi mereka. Mereka melihat kesempatan untuk membuka kembali lapak usahanya dan berharap bahwa dengan adanya pembukaan ini, mereka dapat kembali mendapatkan penghasilan yang mereka butuhkan.
Meskipun begitu, tidak semua lapak usaha akan dibuka secara langsung. Para pedagang akan melakukannya secara bertahap. Rencananya, ada sekitar 220 usaha yang tergabung dalam PPMAY yang akan membuka lapak usahanya. Namun, mereka akan melihat perkembangan di lapangan terlebih dahulu sebelum membuka seluruhnya. Mereka ingin memastikan bahwa situasi sudah aman dan kondusif sebelum membuka usaha mereka.
Para pelaku usaha di Malioboro berharap bahwa pandemi Covid-19 dapat segera tertangani dengan baik dan cepat. Mereka berharap bahwa dengan saling membantu untuk mencegah penyebaran virus, situasi dapat membaik. Mereka juga berharap bahwa pemerintah dapat segera menyelesaikan wabah ini. Meskipun mereka sadar bahwa wabah ini tidak akan langsung hilang, namun mereka berharap bahwa dengan adanya tindakan yang tepat dan kerjasama dari semua pihak, situasi dapat membaik.