Retrospeksi, Pameran Arsip Seni Rupa Klowor Waldiyono



Pengarsipan Sebagai Pengingat dalam Berproses Seni

Pengarsipan sebuah karya seni merupakan hal yang penting bagi seorang seniman. Hal ini dikarenakan pengarsipan akan menjadikan sebuah pengingat dalam berproses seni. Klowor Waldiyono, seorang seniman asal Yogyakarta, menyadari betapa pentingnya pengarsipan atau pendokumentasian karya seni. Ia mengungkapkan hal ini saat menggelar konferensi pers pameran tunggal dirinya di Jogja Galeri, Yogyakarta.

“Pengarsipan atau pendokumentasian karya seni menjadi catatan budaya bagi seorang seniman seni rupa yang tidak akan pernah hilang dari masa ke masa,” ujar Klowor Waldiyono. Bagi Klowor, pengarsipan merupakan suatu bentuk pelestarian karya seni yang akan terus melekat dalam sejarah seni rupa.

Klowor Waldiyono telah berkarya sebagai seniman sejak ia masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama hingga saat ini. Gaya lukisannya cenderung ekspresionis dengan tema alam dan kehidupan lingkungan. Ia telah menghasilkan banyak karya seni yang menggambarkan keindahan alam dan lingkungan sekitarnya.

Pameran Retrospeksi atau kilas balik ini menjadi suatu bentuk edukasi bagi diri Klowor untuk tetap rendah hati dan sebagai pengingat bahwa menjadi pelukis bukanlah hal yang main-main. Pada pameran tersebut, Klowor memajang sekitar 140 karya lukisan retrospeksi yang terdiri dari 90 lukisan cat minyak dan 50 karya sketsa. Lukisan-lukisan ini merupakan hasil perjalanan karir melukis Klowor selama 30 tahun. Ukuran lukisan bervariasi mulai dari besar hingga sketsa kecil.

Salah satu lukisan yang menjadi kebanggaan Klowor adalah lukisan berukuran besar yang menggambarkan letusan Gunung Merapi. Letusan Merapi beberapa tahun lalu menjadi inspirasi kuat bagi Klowor untuk dituangkan ke dalam kanvas. Dalam lukisan ini, Klowor tidak hanya menggambarkan sisi mengerikan dari letusan tersebut, tetapi juga sisi indah dan ceria. Ia menggunakan paduan warna yang menarik untuk menggambarkan keindahan letusan Merapi.

Klowor Waldiyono telah menyelenggarakan sejumlah pameran di dalam maupun luar negeri. Beberapa pameran yang pernah ia gelar antara lain Pameran Tunggal Hitam Putih (1995), Siklus dan Sirkus Klowor (2011), Colour(s) of Klowor (2013), dan Terrestial Paradise Limanjawi (2016). Klowor adalah seniman yang tidak pernah kehabisan ide-ide karya lukisnya. Ia terus berproses dan mendokumentasikan karyanya dari awal berkarya hingga saat ini. Hal ini merupakan kekuatan Klowor dalam menghasilkan karya seni yang memiliki efek tersendiri.

Raihul Fadjri, penulis dalam Pameran Retrospeksi, mengungkapkan bahwa Klowor adalah seniman yang tidak lelah berproses dan selalu menciptakan karya-karya yang mengejutkan. Fadjri mengatakan bahwa kekuatan dari sebuah garis yang Klowor torehkan ke atas kanvas mampu menciptakan efek yang luar biasa dalam karyanya. Ia menekankan bahwa Klowor adalah seniman yang paham akan kehebatan dan kemampuan dirinya sendiri.

Pameran Retrospeksi yang akan berlangsung dari tanggal 17 Desember 2019 hingga 5 Januari 2020 di Jogja Galeri akan memanjakan mata para pengunjung dengan warna-warna cerah yang menarik khas garis kuas Klowor Waldiyono. Pameran ini merupakan kesempatan bagi para penggemar seni rupa untuk melihat perkembangan karya seni Klowor selama 30 tahun terakhir. Pengarsipan karya seni yang dilakukan oleh Klowor Waldiyono merupakan bentuk pelestarian karya seni yang akan terus dikenang dan dihargai dari masa ke masa.


Dian

Dian

Menghadirkan konten berkualitas yang menggambarkan keindahan dan keunikan Yogyakarta, Berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk mempromosikan pariwisata dan produk lokal, Menjadi sumber informasi terpercaya tentang Yogyakarta bagi pembaca exploreyogya.com!
https://exploreyogya.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *