Heading 2: Penjelasan Mengenai Kabar Meninggalnya Mantan Rektor UAJY
Dalam tulisan ini, akan dijelaskan lebih detail mengenai kabar meninggalnya mantan Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Prof. Dibyo Prabowo, serta bantahan keras dari Rektor UAJY saat ini, Ir. Koesmargono, terkait kabar tersebut.
Heading 3: Prof. Dibyo Prabowo Tidak Berkaitan dengan Dana Abadi Yayasan
Dalam penggalan berita tersebut, Ir. Koesmargono dengan tegas membantah bahwa meninggalnya mantan Rektor UAJY, Prof. Dibyo Prabowo, tidak berkaitan langsung dengan keberadaan dana abadi Yayasan Slamet Riyadi Yogyakarta (YSRY) yang berada di Bank Century. Ir. Koesmargono menjelaskan bahwa yang mengelola dana abadi tersebut adalah pihak Yayasan Slamet Riyadi Yogyakarta, bukan Prof. Dibyo Prabowo.
Menurut Ir. Koesmargono, Prof. Dibyo Prabowo meninggal karena serangan jantung pada Agustus tahun lalu, bukan karena masalah dana abadi yang ada di Bank Century. Hal ini menepis kabar yang menyebutkan bahwa Prof. Dibyo Prabowo meninggal karena bunuh diri terkait dana abadi tersebut. Ir. Koesmargono sangat menegaskan bahwa kabar tersebut salah besar dan tidak berdasar.
Heading 3: Kerugian Yayasan Slamet Riyadi Yogyakarta Akibat Kasus Bank Century
Selanjutnya, Ir. Koesmargono menjelaskan bahwa pihak Yayasan Slamet Riyadi Yogyakarta (YSRY) yang menaungi Universitas Atma Jaya Yogyakarta memang dirugikan dengan adanya kasus Bank Century. Meskipun sekitar 16 miliar dana abadi yayasan berada di Bank Century, YSRY juga mengelola dana lain dari usaha-usaha YSRY, donasi sponsor, dan dana yang berasal dari mahasiswa. Dengan demikian, meskipun terjadi kerugian terkait dana yang disimpan di Bank Century, kegiatan perkuliahan dan hak para mahasiswa, dosen, dan karyawan tetap terjamin.
Ir. Koesmargono menegaskan bahwa pihaknya tetap memberikan fasilitas kepada mahasiswa seperti biasanya serta memenuhi kewajiban gaji bagi karyawan dan dosen UAJY. Meskipun mengalami kerugian, pihak UAJY tetap berupaya untuk menjaga kualitas pendidikan dan memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh civitas akademika.
Heading 2: Penjelasan Lebih Lanjut Mengenai Bantahan Rektor UAJY
Dalam penjelasan lebih lanjut mengenai bantahan keras dari Rektor UAJY, Ir. Koesmargono, terkait kabar meninggalnya Prof. Dibyo Prabowo, ia menyatakan bahwa pihaknya hanya hendak meluruskan berita yang tersebar di sebuah media online pada tanggal 26 Januari. Berita tersebut menyebutkan bahwa Prof. Dibyo Prabowo adalah salah satu korban bunuh diri terkait kasus Bank Century. Namun, Ir. Koesmargono dengan tegas menyatakan bahwa Prof. Dibyo meninggal karena serangan jantung, bukan karena bunuh diri terkait kasus Bank Century.
Meskipun demikian, pihak UAJY tidak akan mengajukan somasi kepada media yang menyebarkan berita tersebut. Mereka hanya akan memberikan hak jawab bahwa Prof. Dibyo meninggal bukan karena bunuh diri terkait Bank Century, melainkan karena serangan jantung. Ir. Koesmargono menekankan bahwa kebenaran harus tetap dijunjung tinggi, dan pihak UAJY berharap agar pemberitaan yang beredar mengenai meninggalnya Prof. Dibyo Prabowo dapat dikoreksi agar tidak menimbulkan kekeliruan di kalangan masyarakat.
Heading 2: Kesimpulan
Dalam tulisan ini, telah dijelaskan secara detail mengenai kabar meninggalnya mantan Rektor UAJY, Prof. Dibyo Prabowo, serta bantahan keras dari Rektor UAJY saat ini, Ir. Koesmargono, terkait kabar tersebut. Ir. Koesmargono dengan tegas membantah bahwa meninggalnya Prof. Dibyo Prabowo tidak berkaitan langsung dengan dana abadi Yayasan Slamet Riyadi Yogyakarta yang berada di Bank Century. Ia menegaskan bahwa Prof. Dibyo meninggal karena serangan jantung, bukan karena bunuh diri terkait kasus Bank Century.
Selain itu, Ir. Koesmargono juga menjelaskan bahwa meskipun Yayasan Slamet Riyadi Yogyakarta mengalami kerugian akibat kasus Bank Century, kegiatan perkuliahan dan hak para mahasiswa, dosen, dan karyawan tetap terjamin. Pihak UAJY tetap memberikan fasilitas kepada mahasiswa seperti biasanya serta memenuhi kewajiban gaji bagi karyawan dan dosen.
Pihak UAJY juga tidak akan mengajukan somasi kepada media yang menyebarkan berita yang salah mengenai meninggalnya Prof. Dibyo Prabowo. Mereka hanya akan memberikan hak jawab bahwa Prof. Dibyo meninggal karena serangan jantung, bukan karena bunuh diri terkait Bank Century. Ir. Koesmargono menekankan pentingnya kebenaran dalam pemberitaan dan berharap agar kabar yang beredar mengenai meninggalnya Prof. Dibyo Prabowo dapat dikoreksi. Dengan demikian, diharapkan tidak ada kekeliruan yang terjadi di kalangan masyarakat.