Bakmi Jowo Mbah Gito-Gudegnet/ Wirawan Kuncorojati
Bakmi Jowo Mbah Gito adalah sebuah warung makan yang menyajikan hidangan bakmi khas Jawa. Terletak di Jl. Nyi Agengnis No.9, Rejowinangun, Kotagede, tempat ini menawarkan suasana unik yang berbeda dari warung makan lainnya. Saat memasuki warung ini, pengunjung akan langsung merasakan kehangatan dan kenyamanan yang ditawarkan oleh interior yang didominasi oleh kayu. Hiasan-hiasan yang tertata rapi juga menambah keindahan tempat ini.
Di beberapa bagian warung ini, terdapat kalimat-kalimat dan ungkapan dalam bahasa Jawa, seperti misalnya “Niki pawone Bakmi Jowo Mbah Gito” yang artinya “Ini dapurnya bakmi jowo Mbah Gito”. Hal ini menambah kesan autentik dari warung ini. Para karyawan yang bekerja di warung ini juga mengenakan baju lurik sebagai seragam, sehingga menambah kesan tradisional dari tempat ini.
Warung bakmi ini memiliki tempat makan untuk lesehan dan juga dengan kursi. Namun, ada satu spot menarik di tengah-tengah warung, yakni meja yang berada di dalam “kandang sapi”. Di spot ini terdapat tulisan “Kandang Sapine Mbah Gito”, yang menambah keunikan dari warung ini. Spot ini menjadi favorit para pengunjung, karena memberikan pengalaman makan yang berbeda dan unik.
Saat kami mengunjungi warung ini, kami memilih untuk mencoba bakmi godhog. Pilihan ini kami ambil karena cuaca saat itu cukup mendung, dan kami ingin menikmati hidangan yang hangat. Tak lama setelah kami memesan, hidangan kami pun datang. Bakmi godhog yang kami pesan terlihat menggoda dengan kuahnya yang kekuningan. Di dalamnya terdapat suwiran daging ayam yang lezat, dan taburan bawang goreng yang renyah. Hidangan ini disajikan dengan hangat, dan rasanya sangat gurih serta menggugah selera.
Selama kami menikmati hidangan kami, suasana di dalam warung menjadi semakin berkesan dengan lagu langgam Jawa yang diputar. Lampu-lampu yang berwarna kuning temaram juga menambah kesan tradisional. Kami merasa seperti sedang makan di sebuah warung tradisional di desa Jawa.
Warung Bakmi Jowo Mbah Gito ini cukup luas, terdiri dari dua lantai, dan total tempat ini bisa menampung sekitar 300 orang. Menurut Ema, salah satu pegawai warung ini, lantai bawah dapat menampung sekitar 200 orang, sedangkan lantai atas dapat menampung sekitar 100 orang. Bagi para perokok, warung ini juga menyediakan area khusus agar para pengunjung yang bukan perokok dapat menikmati hidangan mereka dengan nyaman.
Saat membahas tentang harga, Bakmi Jowo Mbah Gito memiliki harga yang terjangkau. Harga untuk satu porsi bakmi Jowo Mbah Gito, baik yang direbus atau digoreng, adalah Rp 30.000. Selain itu, warung ini juga menyajikan menu-menu lain seperti nasi goreng, magelangan, rica ayam kampung, hingga cap cay dengan harga berkisar antara Rp 25.000 hingga Rp 40.000. Harga yang terjangkau ini membuat warung ini menjadi ramai dikunjungi, terutama di malam hari. Terkadang, para pengunjung harus bersabar menunggu antrian pesanan mereka agak lama. Warung ini buka setiap hari mulai pukul 11.00 hingga 23.00, kecuali pada hari-hari tertentu seperti hari Lebaran.
Bakmi Jowo Mbah Gito-Gudegnet/ Wirawan Kuncorojati adalah warung makan yang menawarkan pengalaman makan yang berbeda dan unik. Dengan suasana tradisional yang dihadirkan melalui interior yang didominasi oleh kayu, hiasan-hiasan yang tertata rapi, dan lagu langgam Jawa yang diputar, tempat ini memberikan suasana yang hangat dan nyaman bagi para pengunjungnya. Hidangan bakmi godhog yang kami coba juga sangat lezat, dengan kuah yang gurih dan taburan bawang goreng yang renyah. Harga yang terjangkau juga menjadi daya tarik sendiri bagi warung ini. Namun, karena warung ini cukup ramai dikunjungi, terutama di malam hari, para pengunjung harus bersabar menunggu antrian pesanan mereka agak lama. Meskipun demikian, warung ini tetap menjadi tempat yang populer bagi pecinta kuliner di Kota Yogyakarta. Jadi, bagi Anda yang ingin mencoba hidangan bakmi khas Jawa yang lezat, Bakmi Jowo Mbah Gito-Gudegnet/ Wirawan Kuncorojati adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi.