Heading 2: Pameran Patung Raden Ajeng Kartini di Kepatihan Yogyakarta
Pada tanggal 22 April, seniman patung Yusman menggelar mini pameran Patung Raden Ajeng Kartini di Kepatihan Yogyakarta sebagai bagian dari peringatan Hari Kartini. Patung yang dipamerkan memiliki ukuran yang cukup besar dan terbuat dari bahan perunggu. Patung ini terpajang di bagian utama dari lobi Kantor Paniradya Kaistimewaan Yogyakarta. Pameran ini hanya memajang satu buah patung sebagai simbolis peringatan Hari Kartini di Yogyakarta.
Yusman menjelaskan bahwa pameran ini sebenarnya merupakan awalan dari rencana pameran patung dan relief Perjuangan Yogyakarta yang akan digelar pada bulan Agustus 2020 untuk memperingati sewindu UU Keistimewaan Yogyakarta. Namun, karena waktunya bersamaan dengan peringatan Hari Kartini, pameran ini hanya memajang satu buah patung saja. Patung ini menjadi salah satu karya yang akan dipamerkan pada acara Agustus mendatang.
Pemilihan Kantor Paniradya Kaistimewaan sebagai lokasi pameran dikarenakan tidak ada lokasi lain yang bisa digunakan untuk menggelar pameran di saat wabah corona seperti sekarang ini. Meskipun demikian, peluncuran pameran ini hanya dihadiri oleh segelintir tamu undangan. Hadir dalam pembukaan pameran adalah Panirdya Pati Kaistimewan Beni Suharsono, Ketua Komunitas Peduli Pariwisata Indonesia (KPPI) Tazbir Abdullah, dan Cendikiawan muda Parama Suteja.
Yusman menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan Covid-19 dalam acara ini, seperti penggunaan masker dan mencuci tangan sebelum masuk. Ia menyadari bahwa saat ini sedang terjadi pandemi corona, oleh karena itu hanya sedikit tamu yang diundang sebagai simbolis penyerahan kepada pihak Panirdya. Selain itu, pameran ini juga menghadirkan duo musisi Yogyakarta, Gatot Extrianto dan Livy Laurens, yang membawakan sebuah lagu berjudul “Melawan Virus”.
Melalui pameran patung Kartini ini, Yusman berharap dapat membangkitkan kembali semangat para seniman pasca pandemi. Ia menyadari bahwa pandemi ini telah membuat banyak seniman enggan untuk berekspresi, namun Yusman percaya bahwa para seniman tidak kehilangan jiwa berseni. Ia berharap agar para seniman dapat tetap produktif dan terhindar dari virus corona yang melanda dunia saat ini.
Heading 3: Pemilihan Lokasi Pameran di Kantor Paniradya Kaistimewaan
Salah satu hal yang menarik dari pameran ini adalah pemilihan lokasi yang cukup unik, yaitu Kantor Paniradya Kaistimewaan. Yusman menjelaskan bahwa pemilihan lokasi ini dilakukan karena tidak ada lokasi lain yang dapat digunakan untuk menggelar pameran di saat wabah corona seperti sekarang ini. Pihak panitia pameran sangat memperhatikan protokol kesehatan dalam memilih lokasi, sehingga Kantor Paniradya Kaistimewaan menjadi pilihan yang tepat.
Kantor Paniradya Kaistimewaan merupakan kantor yang terletak di Kompleks Kepatihan Yogyakarta. Kantor ini merupakan salah satu institusi yang berperan penting dalam menjaga dan memelihara keistimewaan Yogyakarta. Dalam sejarahnya, Kantor Paniradya Kaistimewaan telah menjadi saksi perjuangan dan keistimewaan Yogyakarta.
Pemilihan lokasi pameran di Kantor Paniradya Kaistimewaan juga memiliki makna simbolis. Pameran Patung Raden Ajeng Kartini yang dilakukan di kantor yang menjaga keistimewaan Yogyakarta merupakan bentuk penghargaan terhadap perjuangan Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan gender dan hak-hak perempuan. Kartini merupakan sosok yang sangat berjasa dalam perjuangan perempuan di Indonesia, dan pameran ini adalah cara untuk mengenang dan menghormati jasa-jasanya.
Dalam acara peluncuran pameran, Panirdya Pati Kaistimewan Beni Suharsono juga memberikan pidato mengenai pentingnya menjaga keistimewaan Yogyakarta dan menghormati jasa-jasa Kartini. Ia mengungkapkan bahwa Kartini merupakan salah satu tokoh perempuan yang telah berhasil menginspirasi banyak orang, baik di masa lalu maupun di masa kini. Kartini adalah sosok yang gigih dan berani dalam memperjuangkan hak-hak perempuan, dan kita semua harus menghormati dan mengapresiasi perjuangannya.
Pemilihan lokasi pameran yang berada di Kantor Paniradya Kaistimewaan juga menjadi bagian dari upaya untuk melestarikan dan mempromosikan keistimewaan Yogyakarta. Dalam beberapa tahun terakhir, Yogyakarta telah menjadi salah satu destinasi wisata yang populer di Indonesia. Keistimewaan Yogyakarta, baik dari segi budaya maupun alam, telah menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.
Dalam rangka mempromosikan keistimewaan Yogyakarta, pihak panitia pameran juga mengundang Ketua Komunitas Peduli Pariwisata Indonesia (KPPI) Tazbir Abdullah dan Cendikiawan muda Parama Suteja sebagai tamu undangan. KPPI adalah organisasi yang peduli terhadap pariwisata di Indonesia, termasuk di dalamnya adalah pariwisata di Yogyakarta. Parama Suteja sendiri merupakan seorang cendikiawan muda yang aktif dalam mempromosikan kebudayaan dan pariwisata Indonesia.
Melalui pameran ini, diharapkan bahwa keistimewaan Yogyakarta dapat semakin dikenal dan diapresiasi oleh masyarakat luas. Pameran ini juga merupakan upaya untuk memperkuat identitas Yogyakarta sebagai salah satu kota budaya di Indonesia. Dengan menghadirkan patung Raden Ajeng Kartini, sosok yang sangat berjasa dalam perjuangan hak-hak perempuan, pameran ini juga menjadi bentuk penghargaan kepada perjuangan Kartini dan perempuan-perempuan Indonesia.
Comments