Heading 2: Sensasi Dakon ning Ratan di Sepanjang Jln. Kapas Yogyakarta
Heading 3: Permainan Dakon (congklak) pada acara Sensasi Dakon ning Ratan
Pada tanggal 24 November, di jalan Kapas Yogyakarta, diadakan acara Sensasi Dakon ning Ratan yang berhasil menarik perhatian masyarakat. Acara ini menjadi perayaan yang luar biasa dengan kehadiran sekitar 1000 anak dari sekolah Pendidikan Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Acara ini merupakan bagian dari Festival Dolanan Tradisional Anak Nusantara (FDTAN) yang diadakan untuk memperingati Hari Anak Se-Dunia.
Acara ini dibuka oleh GKBRAA Paku Alam yang menyatakan dukungannya terhadap acara Dolanan Tradisional ini. Beliau mengungkapkan bahwa memperkenalkan budaya tradisional sejak dini merupakan hal yang penting. GKBRAA berharap agar acara ini dapat diselenggarakan kembali di masa depan dengan ruang yang lebih luas. Tujuannya adalah agar anak-anak usia dini dapat lebih memahami dan mencintai permainan tradisional yang seharusnya mereka mainkan, bukan hanya menghabiskan waktu dengan gadget mereka.
Salah satu permainan tradisional yang menjadi pusat perhatian dalam acara ini adalah permainan Dakon atau congklak. Permainan ini menggunakan media kayu atau plastik yang memiliki lubang sebanyak 5-7 dan dilengkapi dengan biji sebagai alat bermain. Dakon merupakan permainan yang berasal dari Kraton Ngayogyakarta dan sayangnya hampir punah. Oleh karena itu, acara ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kembali permainan Dakon kepada anak-anak.
Acara Sensasi Dakon ning Ratan juga menyelenggarakan sejumlah perlombaan bagi anak-anak. Salah satunya adalah lomba bermain Dakon, yang menjadi ajang untuk menunjukkan keahlian dalam bermain permainan tradisional ini. Selain itu, ada juga lomba pentas seni, bazaar dolanan tradisional, dan membatik untuk anak-anak. Acara ini dirancang dengan interaktif agar anak-anak dapat menikmati waktu bermain mereka tanpa batasan waktu. Hal ini merupakan hak mereka sebagai anak-anak, yaitu bermain.
Dalam wawancara, Humas FDTAN, Ryan Budi Nuryanto, menjelaskan bahwa acara ini bertujuan untuk mengantisipasi dampak negatif dari penggunaan gadget pada tumbuh kembang anak. Dengan bermain Dakon, anak-anak juga dapat belajar bersosialisasi karena permainan ini dimainkan secara beregu. Selain itu, panitia acara berharap bahwa melalui festival ini, beragam permainan tradisional yang hampir punah dapat dikenalkan kembali kepada anak-anak. Hal ini juga diharapkan dapat mempengaruhi orangtua agar lebih berinteraksi dengan anak-anak mereka dan tidak hanya terfokus pada teknologi gadget saat ini.
Acara Sensasi Dakon ning Ratan di Sepanjang Jln. Kapas Yogyakarta ini menjadi momen yang penting dalam melestarikan budaya tradisional. Dengan melibatkan anak-anak sejak dini, mereka dapat memahami dan mencintai permainan-permainan tradisional yang merupakan warisan budaya nenek moyang mereka. Diharapkan bahwa acara seperti ini dapat terus diadakan di masa depan untuk memperkenalkan dan melestarikan kekayaan budaya Indonesia kepada generasi muda.