Heading 2: Suasana Pasar Malam di Timur Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta
Pasar malam di timur stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta telah menjadi tempat bisnis keluarga selama tiga generasi. Pasar malam ini akan berada di tempat yang sama hingga tanggal 25 September 2016. Suasana pasar malam di sini sangat ramai dan penuh dengan berbagai macam aktivitas yang menarik. Pasar malam ini merupakan salah satu alternatif liburan murah meriah bagi anggota keluarga.
Pada Kamis (08/09), tim Gudegnet bertemu dengan Wahyu, seorang ibu rumah tangga yang mengajak putranya ke pasar malam di utara stadion Maguwoharjo. Wahyu mengatakan bahwa tujuannya mengajak putranya ke pasar malam adalah untuk mengisi waktu luang. Setiap kali mereka melewati tempat ini, putranya selalu meminta untuk mampir ke pasar malam. Wahyu membawa uang saku sebesar Rp. 100.000,00 dari rumah dan ternyata itu cukup untuk menghabiskan waktu di pasar malam ini. Wahyu dan putranya memilih untuk mencoba wahana seluncuran berbentuk rumah yang terbuat dari karet. Tiket untuk wahana ini hanya seharga 10 ribu rupiah dan Wahyu juga membeli jagung bakar seharga 5 ribu rupiah. Selain seluncuran, ada juga wahana permainan bianglala, mandi bola, kolam pancing, kereta kelinci, dan kursi putar yang semakin lama bergerak ke atas dan putarannya semakin cepat.
Bagi Wahyu, pasar malam sebagai tujuan liburan memang sesuatu yang belum biasa. Namun, dia ingin mencoba pengalaman baru ini. Meskipun begitu, Wahyu juga mengingatkan agar pengawasan terhadap anak-anak diperketat, karena banyak kabel yang melintang di atas tanah di area pasar malam ini.
Heading 3: Bisnis Keluarga Berkah Ria yang Dikelola Generasi Ketiga
Pasar malam ini dikelola oleh bisnis keluarga bernama Berkah Ria yang sudah berjalan selama tiga generasi. Pengelola pasar malam ini, Purwanto, mengatakan bahwa total terdapat 10 wahana di pasar malam ini. Bisnis keluarga ini telah melanglang buana ke beberapa kota seperti Solo, Yogyakarta, dan beberapa kota lain di Jawa Tengah. Bahkan, pasar malam ini pernah sampai ke Ponorogo, kota yang cukup jauh dari tempat asalnya di Ceper, Klaten.
Harga tiket untuk wahana di pasar malam ini berkisar antara Rp. 5000,00 hingga Rp. 10.000,00. Purwanto, yang telah bekerja selama 18 tahun di bisnis keluarga ini, mengungkapkan bahwa ijin yang diperoleh untuk pasar malam ini berlaku hingga tanggal 25 September 2016. Pasar malam ini tutup setelah Maghrib, atau jika sudah sepi pengunjung.
Purwanto juga menjelaskan bahwa dalam menjalankan bisnis pasar malam ini, mereka tidak memiliki ketentuan khusus. Mereka tidak harus membuka pasar malam ini hanya pada musim kemarau saja, melainkan bisa membuka pasar malam ini kapan saja. Namun, jika cuaca sedang hujan, mereka akan istirahat dan tidak membuka pasar malam.
Pasar malam ini juga sering disebut sebagai “ngamen” oleh Purwanto. Meskipun demikian, kelompok pasar malam ini juga bisa diundang ke acara-acara khusus. Untuk menghubungi mereka, dapat menghubungi Muhammad Wahyudi, cucu dari Purwanto, yang merupakan pemilik pasar malam ini. Rumah Wahyudi terletak di Dukuh Kasaran, Pasungan, Ceper, Klaten, Jawa Tengah.
Dari penjelasan di atas, pasar malam di timur stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta merupakan tempat yang menarik untuk dikunjungi. Pasar malam ini memiliki berbagai macam wahana yang bisa dinikmati oleh anak-anak dan keluarga. Selain itu, pasar malam ini juga merupakan bisnis keluarga yang telah berjalan selama tiga generasi. Dengan harga tiket yang terjangkau, pasar malam ini menjadi alternatif liburan murah meriah bagi warga sekitar. Meskipun pasar malam ini tidak memiliki ketentuan khusus dalam menjalankan bisnisnya, mereka tetap mampu bertahan dan bahkan bisa diundang ke acara-acara khusus. Bagi yang tertarik untuk mengunjungi pasar malam ini, dapat menghubungi Muhammad Wahyudi sebagai pemilik pasar malam ini.