Paduan Gudeg dan Rendang di Gudeg Bu Tjitro



Gudeg Kaleng Bu Tjitro – Gudegnet/ Wirawan Kuncorojati

Yogyakarta, www.exploreyogya.com – Perjalanan Gudeg Bu Tjitro dimulai sejak tahun 1925. Saat itu, Ibu Tjitro Sastrodiprodjo mulai menjual gudeg di Jalan Rotowijayan di pagi hari. Siangnya, beliau melanjutkan berjualan gudeg di Pasar Ngasem. Usaha tersebut terus berkembang dan bertahan hingga puluhan tahun, sehingga menjadi salah satu gudeg yang paling terkenal di Jogja.

Pada tahun 2009 Gudeg Bu Tjitro melakukan terobosan dengan membuat produk gudeg dengan kemasan kaleng. Djumirin, manajer operasional Gudeg Bu Tjitro ketika ditemui tim Gudegnet Selasa (10/1) bercerita bahwa pengemasan gudeg kaleng terkait dengan visi Gudeg Bu Tjitro.

“Gudeg Bu Tjitro mempunyai visi menjadi restoran terbesar pemenang persaingan global, sedangkan gudeg tidak punya daya simpan yang lama” kata Djumirin. Daya simpan gudeg yang tidak lama rupanya merupakan salah satu titik lemah dalam mewujudkan misi tersebut, sehingga pada tahun 2009, bekerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Gudeg Bu Tjitro memproduksi gudeg kaleng.

Dengan kemasan kaleng, gudeg Bu Tjitro bisa bertahan selama satu tahun. Untuk komposisinya, lengkap seperti halnya gudeg yang sering kita jumpai seperti nangka muda, telur, krecek, ayam dan juga arehnya. Distribusi gudeg juga bertambah luas, hingga luar kota bahkan luar negeri.

Pada awalnya, gudeg kaleng Bu Tjitro hanya memiliki dua varian, yaitu rasa original dan pedas. Di tahun 2016 ada penambahan 2 varian gudeg kaleng, yaitu Gudeg Blondo dan Gudeg Rendang. Berikut masing-masing harganya: gudeg kaleng pedas Rp. 27.000, gudeg kaleng original Rp.26.000, Gudeg Blondo Rp. 25.000 dan Gudeg Rendang Rp. 30.000.

Tim Gudegnet mencicipi gudeg rendang. Paduan antara makanan khas Jogja dengan makanan khas Sumatera Barat itu menghasilkan rasa yang unik. Gudeg lengkap dengan telur dan kreceknya, dengan bumbu rendang. Bumbu rendangnya begitu terasa, namun rasa gudegnya tak lantas tenggelam.

Tertarik mencicipi? Gudeg Bu Tjitro mudah ditemui, langsung saja menuju Jalan Janti No. 330, Banguntapan, Bantul atau di depan Jogja Expo Center.

Gudeg Bu Tjitro adalah salah satu warung makan yang terkenal di Yogyakarta. Warung makan ini telah berdiri sejak tahun 1925 dan terus berkembang hingga saat ini. Pendiri Gudeg Bu Tjitro adalah Ibu Tjitro Sastrodiprodjo, yang memulai usahanya dengan menjual gudeg di Jalan Rotowijayan di pagi hari dan melanjutkan berjualan di Pasar Ngasem pada siang hari. Kualitas gudeg yang disajikan oleh Bu Tjitro membuatnya menjadi salah satu gudeg yang paling terkenal di Jogja.

Pada tahun 2009, Gudeg Bu Tjitro melakukan terobosan dengan memproduksi gudeg dalam kemasan kaleng. Keputusan ini diambil karena Gudeg Bu Tjitro memiliki visi untuk menjadi restoran terbesar pemenang persaingan global. Namun, gudeg memiliki daya simpan yang tidak lama, sehingga tidak mungkin mengirimkan gudeg segar ke luar kota atau luar negeri. Oleh karena itu, Gudeg Bu Tjitro bekerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia untuk mengembangkan gudeg dalam kemasan kaleng.

Dengan kemasan kaleng, gudeg Bu Tjitro bisa bertahan selama satu tahun. Komposisi gudeg dalam kemasan kaleng sama seperti gudeg yang biasa kita nikmati, yaitu terdiri dari nangka muda, telur, krecek, ayam, dan areh. Dengan adanya gudeg dalam kemasan kaleng, distribusi gudeg Bu Tjitro menjadi lebih luas, bahkan mencapai luar kota dan luar negeri.

Awalnya, gudeg kaleng Bu Tjitro hanya tersedia dalam dua varian rasa, yaitu original dan pedas. Namun, pada tahun 2016, Gudeg Bu Tjitro menambahkan dua varian baru, yaitu Gudeg Blondo dan Gudeg Rendang. Harga gudeg kaleng Bu Tjitro bervariasi, dengan harga gudeg kaleng pedas sebesar Rp. 27.000, gudeg kaleng original sebesar Rp. 26.000, Gudeg Blondo sebesar Rp. 25.000, dan Gudeg Rendang sebesar Rp. 30.000.

Tim Gudegnet mencicipi gudeg rendang dari Gudeg Bu Tjitro. Gudeg rendang merupakan paduan antara makanan khas Jogja dengan makanan khas Sumatera Barat. Rasa gudeg rendang sangat unik, dengan rasa gudeg yang khas dilengkapi dengan bumbu rendang yang sangat terasa. Meskipun bumbu rendangnya kuat, namun rasa gudegnya tidak terlalu tenggelam. Hal ini membuat gudeg rendang menjadi salah satu menu favorit di Gudeg Bu Tjitro.

Bagi Anda yang tertarik mencicipi gudeg Bu Tjitro, Anda dapat dengan mudah menemukannya. Gudeg Bu Tjitro memiliki dua lokasi, yaitu di Jalan Janti No. 330, Banguntapan, Bantul dan di depan Jogja Expo Center. Anda dapat langsung datang ke salah satu lokasi tersebut untuk menikmati gudeg Bu Tjitro yang lezat dan berkualitas.

Gudeg Bu Tjitro telah menjadi ikon kuliner Jogja dan menjadi salah satu warung makan yang wajib dikunjungi oleh wisatawan yang datang ke Jogja. Kualitas gudeg yang disajikan oleh Bu Tjitro tidak perlu diragukan lagi, karena telah terbukti dari tahun ke tahun. Dengan adanya gudeg dalam kemasan kaleng, Gudeg Bu Tjitro dapat menghadirkan gudeg yang lezat dan berkualitas ke seluruh Indonesia bahkan ke luar negeri.


Dian

Dian

Menghadirkan konten berkualitas yang menggambarkan keindahan dan keunikan Yogyakarta, Berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk mempromosikan pariwisata dan produk lokal, Menjadi sumber informasi terpercaya tentang Yogyakarta bagi pembaca exploreyogya.com!
https://exploreyogya.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *