Orang Suriname dan Orang Jawa Berbeda?

Heading 2: Latar Belakang Orang Jawa Suriname dalam Refleksi Kultural Kontemporer

Pada tahun 2010, seorang mahasiswi S2 Antropologi UGM bernama Noor Aini Prastyawati menggelar kegiatan Javasranang atau Orang Jawa Suriname dalam Refleksi Kultural Kontemporer. Kegiatan ini diadakan pada tanggal 12-18 April 2010 di Karta Pustaka Yogyakarta. Noor Aini Prastyawati melakukan kegiatan ini dengan bantuan dua mahasiswa Suriname yang sedang berkuliah di Yogyakarta. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempresentasikan sejumlah kesamaan yang dimiliki oleh orang Suriname dan orang Indonesia, khususnya Jawa.

Noor Aini Prastyawati pertama kali tertarik dengan Suriname ketika ia secara tidak sengaja menonton video klip Stanley Rabadin dan beberapa artis Suriname lainnya yang menggunakan lirik bahasa Jawa. Ia terkejut melihat bahwa fisik mereka mirip dengan orang Jawa dan bahasanya juga sama, tetapi mereka bukan orang Indonesia, melainkan orang Suriname. Hal ini membuatnya sangat penasaran dan menginginkan informasi lebih lanjut tentang orang Suriname, namun informasi tersebut sangat terbatas dan tidak pernah menjadi pembahasan di sekolah maupun di lingkungannya.

Kebetulan, Noor Aini Prastyawati mengetahui bahwa ada beberapa anak muda Jawa Suriname yang sedang belajar di Yogya. Mereka merasa bahwa mereka adalah orang Jawa yang perlu memelihara identitas kebudayaan mereka. Dengan lebih dari 70.000 ribu penduduk keturunan Jawa yang tinggal di Suriname, orang-orang keturunan Jawa tersebut dapat menjadi cermin diri bagi orang Jawa yang tinggal di Jawa. Inilah kondisi kontemporer Suriname, sebuah negeri di Amerika Selatan, yang ingin ditampilkan dalam kegiatan Javasranang ini.

Heading 3: Even Javasranang: Menampilkan Suriname dalam Bingkai Foto, Video, dan Arsip

Dalam kegiatan Javasranang ini, Noor Aini Prastyawati memutuskan untuk menampilkan Suriname dalam bingkai foto, video, arsip, dan bahkan soundscape Suriname. Foto-foto yang ditampilkan merupakan dokumentasi pribadi Murni Dasai Djamin, salah seorang keturunan Jawa asal Suriname. Murni Dasai Djamin sendiri hadir dalam kegiatan ini untuk menemani suaminya yang sedang belajar di S2 Arsitektur dan Perencanaan Pariwisata UGM, Marciano Dasai Djamin.

Selain itu, dalam kegiatan Javasranang ini juga akan disajikan kuliner ala Suriname dari masa ke masa. Hal ini dilakukan untuk menghadirkan pengalaman sensorik bagi peserta kegiatan, sehingga mereka dapat lebih memahami kebudayaan Suriname secara menyeluruh.

Noor Aini Prastyawati berharap bahwa kegiatan ini juga dapat menjadi ajang fund raising untuk membiayai penelitiannya di Suriname yang berjudul “Meretas Batas, Membangun Identitas”. Penelitian ini akan membahas bagaimana para remaja Suriname membangun, merawat, dan membangun kembali identitas mereka melalui budaya populer dan media. Di Suriname, selain banyak lagu berbahasa Jawa, juga terdapat tiga televisi lokal yang menggunakan bahasa Jawa, yaitu Garuda, Mustika, dan Pertjaya Luhur. Faktor ini juga menjadi salah satu fokus penelitian Noor Aini Prastyawati.

Heading 3: Kerinduan Orang Jawa Suriname dengan Tanah Jawa

Salah satu hal yang menarik dari orang Jawa Suriname adalah kerinduan mereka terhadap tanah Jawa. Meskipun mereka tinggal di negeri orang, warga Suriname keturunan Jawa tetap memegang teguh budaya asal mereka. Mereka sangat antusias dalam menyanyi berbahasa Jawa, meskipun bukan sebagai bahasa sehari-hari mereka. Lagu-lagu berbahasa Jawa yang populer di Suriname banyak dipengaruhi oleh Didi Kempot, seorang penyanyi terkenal di sana.

Kegiatan Javasranang ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk mempererat hubungan budaya antara orang Jawa di Suriname dan orang Jawa di Indonesia. Melalui diskusi, workshop, dan video greetings, peserta kegiatan dapat saling berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang budaya Jawa. Selain itu, kegiatan ini juga dapat menjadi ajang untuk mengapresiasi dan melestarikan budaya Jawa yang ada di Suriname.

Dalam kesimpulannya, kegiatan Javasranang yang diadakan oleh Noor Aini Prastyawati merupakan upaya untuk memperkenalkan dan memperkuat hubungan budaya antara orang Jawa di Suriname dan orang Jawa di Indonesia. Dengan menampilkan berbagai aspek budaya Suriname dalam bingkai foto, video, dan arsip, peserta kegiatan dapat lebih memahami dan mengapresiasi kebudayaan orang Jawa Suriname. Melalui kegiatan ini, diharapkan juga dapat terjalin kerjasama yang lebih baik antara kedua negara dalam melestarikan dan mengembangkan kebudayaan Jawa.


Dian

Dian

Menghadirkan konten berkualitas yang menggambarkan keindahan dan keunikan Yogyakarta, Berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk mempromosikan pariwisata dan produk lokal, Menjadi sumber informasi terpercaya tentang Yogyakarta bagi pembaca exploreyogya.com!
https://exploreyogya.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *