Nginang, Tradisi Jelang Akhir Sekaten



Perayaan Sekaten, yang merupakan perayaan tradisional di Yogyakarta, tidak hanya diisi dengan kemeriahan pesta dan pertunjukan gamelan pusaka, tetapi juga dengan kehadiran para penjual kinang atau sirih di sekitar Masjid Gedhe Kauman. Para penjual kinang ini sebagian besar adalah kaum wanita paruh baya yang menjajakan dagangan mereka di selasar pintu atau regol hingga pelataran Masjid Gedhe Kauman.

Salah satu penjual kinang yang terkenal adalah Mbah Widi Martono, seorang lansia berusia 78 tahun yang menjual kinang di pelataran Masjid Gedhe. Mbah Widi menjelaskan bahwa kinang terbuat dari campuran tembakau kering, daun sirih, gambir, jambe, injet (kapur sirih), dan kembang kanthil. Campuran tersebut kemudian dibungkus dengan conthong (kerucut) yang terbuat dari daun pisang. Harga kinang berkisar antara 3-5 ribu rupiah per buah.

Mbah Widi menjelaskan bahwa kinang atau nginang adalah sebuah tradisi yang terkait dengan Perayaan Sekaten. Tradisi ini berlangsung menjelang hari-hari terakhir perayaan, ketika gamelan pusaka dimainkan di Pogung Lor dan Kidul Masjid Gedhe hingga Grebeg Maulud. Namun, saat ini tradisi berjualan kinang tidak lagi sepopuler dulu. Kinang hanya diminati oleh orang-orang tua atau mereka yang memang suka akan kinang.

Menurut Mbah Widi, tradisi nginang masih dipercaya oleh sebagian warga dapat membuat awet muda dan membawa keberkahan. Namun, seiring berjalannya waktu, minat terhadap tradisi nginang saat Perayaan Sekaten perlahan memudar. Tradisi ini hanya dilakukan oleh para sesepuh saja.

Meskipun minat terhadap tradisi nginang semakin berkurang, tradisi kinang atau nginang tetap menjadi bagian dari Perayaan Sekaten yang diadakan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Meskipun hanya diminati oleh sebagian kecil orang, tradisi ini tetap dijaga dan dilestarikan.

Seiring dengan perubahan zaman dan perkembangan teknologi, tradisi-tradisi seperti nginang perlahan-lahan tergeser oleh hal-hal baru yang lebih modern dan praktis. Namun, perlu diingat bahwa tradisi-tradisi seperti ini memiliki nilai historis dan budaya yang tinggi. Mereka merupakan bagian dari identitas suatu daerah dan warisan yang harus dijaga agar tidak punah.

Melalui tradisi nginang, kita dapat melihat betapa kaya dan beragamnya budaya Indonesia. Meskipun mungkin terlihat sepele bagi sebagian orang, tradisi-tradisi seperti nginang memiliki makna yang dalam dan dapat mengajarkan kita tentang nilai-nilai kebersamaan, saling menghormati, dan menjaga tradisi leluhur.

Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk tetap melestarikan tradisi-tradisi seperti nginang. Kita harus menghargai dan mempelajari tradisi-tradisi ini sehingga dapat terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi mendatang. Selain itu, kita juga perlu mendukung para penjual kinang dan produk-produk lokal lainnya agar tradisi ini tetap hidup dan berkembang.

Tradisi nginang bukan hanya sekadar menjual dan mengunyah sirih, tetapi juga merupakan bagian dari identitas budaya kita. Melalui tradisi ini, kita dapat mempelajari tentang sejarah dan budaya Yogyakarta serta menghargai peran para sesepuh dalam melestarikan tradisi ini.

Dalam era globalisasi seperti sekarang, penting bagi kita untuk tidak melupakan akar budaya kita sendiri. Kita harus tetap menjaga dan merawat tradisi-tradisi yang telah diwariskan oleh nenek moyang kita agar tidak terlupakan.

Dengan demikian, tradisi nginang dan perayaan Sekaten di Yogyakarta memiliki makna yang mendalam dan beragam. Mereka tidak hanya merupakan perayaan dan tradisi lokal, tetapi juga merupakan cermin dari kekayaan budaya Indonesia.

Melalui tulisan ini, semoga kita semua dapat lebih menghargai dan memahami nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi nginang dan perayaan Sekaten. Kita harus tetap menjaga dan melestarikan tradisi-tradisi ini agar tidak terlupakan oleh generasi mendatang.


Dian

Dian

Menghadirkan konten berkualitas yang menggambarkan keindahan dan keunikan Yogyakarta, Berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk mempromosikan pariwisata dan produk lokal, Menjadi sumber informasi terpercaya tentang Yogyakarta bagi pembaca exploreyogya.com!
https://exploreyogya.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *