Museum Sandi



Museum Sandi Yogyakarta adalah salah satu museum yang terletak di Jalan Faridan Muridan Noto No. 21, Kota Baru, Yogyakarta. Museum ini memiliki berbagai koleksi persandian yang bernilai sejarah. Pendirian Museum Sandi ini bermula dari gagasan Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk menempatkan koleksi persandian di Museum Perjuangan Yogyakarta. Gagasan tersebut disampaikan saat beliau menerima kunjungan Widyakarya Mahasiswa Sekolah Tinggi Sandi Negara pada bulan Maret 2006.

Gagasan tersebut disambut baik oleh Kepala Lembaga Sandi Negara, Mayjen TNI Nachrowi Ramli, dan segera ditindaklanjuti dengan membentuk Tim Museum Sandi. Tim ini bertugas untuk mengumpulkan data dan informasi mengenai koleksi Museum Sandi melalui wawancara dengan para pelaku sejarah persandian, studi pustaka, dan studi banding ke berbagai museum. Selain itu, tim ini juga mengadakan Seminar Sejarah Persandian untuk memperoleh informasi lebih lanjut.

Pada pertengahan tahun 2006, Tim Museum Sandi mulai melaksanakan tugasnya dengan memilih dan mengumpulkan koleksi Museum Sandi. Koleksi ini terdiri dari barang asli atau replika peralatan sandi, meubeler, sepeda, patung, barang keseharian pelaku sejarah persandian, slide sistem sandi, dokumen lembaran kertas dan buku kode, gambar, foto, peta napak tilas sandi, lukisan kegiatan sandi dalam perundingan, diorama kegiatan kurir sandi, dan suasana pedukuhan Dukuh.

Selain itu, Museum Sandi juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti pemandu, anjungan informasi elektronik, cryptogames bermedia touchscreen, ruang pameran, ruang multimedia, dan ruang perawatan koleksi. Dengan adanya fasilitas ini, pengunjung dapat lebih mudah mempelajari dan memahami koleksi yang dipamerkan di museum ini.

Museum Sandi memiliki tiga tujuan luhur dalam pendiriannya. Pertama, museum ini bertujuan untuk menampilkan dan memelihara koleksi sandi yang bernilai sejarah guna menambah pengetahuan dan wawasan pengunjung tentang dunia persandian. Kedua, museum ini menjadi wahana dan media pembelajaran bagi masyarakat, terutama generasi muda, mengenai peranan persandian dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan negara kesatuan republik Indonesia. Ketiga, museum ini merupakan sarana sosialisasi persandian kepada masyarakat luas.

Sejarah pendirian Museum Sandi tidaklah mudah. Pembangunan museum ini mengalami kendala akibat musibah gempa bumi yang melanda Provinsi DIY pada tanggal 27 Mei 2006. Gempa bumi tersebut menyebabkan kerusakan fisik yang cukup berat pada Museum Perjuangan Yogyakarta. Namun, berkat komitmen dan dukungan dari berbagai pihak, Museum Perjuangan dapat direnovasi kembali. Puncaknya, Museum Sandi diresmikan pada tanggal 29 Juli 2008 oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Gubernur DIY, dan Kepala Lembaga Sandi Negara.

Setelah peresmian, Museum Sandi berada di bawah pengawasan Bagian Humas dan Kerjasama (Bagian Humajas), Biro Perencanaan, Hukum, Kepegawaian, dan Hubungan Masyarakat (Biro PHKH), Sekretariat Utama, Lembaga Sandi Negara. Museum ini juga melakukan penjajagan kerjasama dengan Pemda DIY untuk memanfaatkan gedung Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah sebagai tempat pameran Museum Sandi. Melalui Surat Keputusan Gubernur DIY nomor 51/kep/2013, Gubernur DIY secara resmi menyetujui pinjam pakai tanah dan bangunan yang terletak di Jalan Faridan Muridan Noto nomor 21 kota baru untuk dipergunakan sebagai tempat menyelenggarakan Museum Sandi.

Dalam perjanjian kerjasama tersebut, Lembaga Sandi Negara berkewajiban untuk memanfaatkan tanah dan bangunan tersebut dengan sebaik-baiknya. Sebagai tanggapan atas tantangan yang ada, Museum Sandi memiliki waktu operasional yang ditentukan. Museum ini buka setiap Senin hingga Kamis pukul 08.30 hingga 15.00 WIB, Jumat pukul 08.30 hingga 11.30 WIB, dan Sabtu hingga Minggu pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Namun, museum ini tutup pada hari besar nasional dan libur agama.

Bagi yang ingin mengunjungi Museum Sandi, dapat menghubungi nomor telepon (0274) 556921, 081288897813, atau 085213880253. Selain itu, juga dapat mengirim email ke [email protected] atau mengunjungi website resmi museum ini di www.museum-sandi.org.

Museum Sandi Yogyakarta juga memiliki galeri yang menampilkan berbagai foto dan gambar mengenai koleksi-koleksi yang dipamerkan di museum ini. Galeri ini dapat menambah wawasan pengunjung mengenai dunia persandian dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan negara.

Dengan adanya Museum Sandi Yogyakarta, diharapkan masyarakat, terutama generasi muda, dapat lebih memahami dan menghargai peranan persandian dalam sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan negara. Museum ini juga menjadi sarana pendidikan dan pembelajaran bagi masyarakat luas mengenai dunia persandian. Dengan demikian, Museum Sandi Yogyakarta memiliki peran penting dalam melestarikan sejarah persandian di Indonesia.


Dian

Dian

Menghadirkan konten berkualitas yang menggambarkan keindahan dan keunikan Yogyakarta, Berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk mempromosikan pariwisata dan produk lokal, Menjadi sumber informasi terpercaya tentang Yogyakarta bagi pembaca exploreyogya.com!
https://exploreyogya.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *