Menu Mie^Tra Biasa Komplit-Gudegnet/Trida
Gudeg.net—Mi merupakan salah satu sumber karbohidrat terpopuler untuk masyarakat Indonesia. Tak heran kedai mi banyak menjamur. Di bilangan Condongcatur, ada sebuah kedai mungil yang menyajikan mi gaya Sumatra yang maknyus rasanya.
Mie Sumatra 72 atau disingkat menjadi Mietra 72 bukan rumah makan. Warung sederhana ini menampung sekitar 15-an pelanggan saja. Namun kualitas makanan yang disajikan tidak kalah dengan yang mewah.
Antoni Fran, pemilik Mitra 72 tiba merantau ke Jogja begitu tamat SD, di tahun 1986. Keluarganya memiliki bisnis kedai mi di Palembang. Ia mewarisi resep dari keluarganya.
Beberapa pelanggannya mengatakan, pangsit miliknya mirip dengan bakmi yang sudah terkenal dari Jakarta. Ia sendiri tidak pernah mencoba mi yang namanya mirip dengan universitas di Jogja tersebut.
“Bahan yang saya pakai tidak asal untuk jaga rasa. Karena kita kan juga makan,” kata Antoni saat berbincang dengan Gudegnet, Senin (31/8).
Kondimen dan bahan memasak pun terpantau memakai merek yang kita jumpai di supermarket. Bahkan untuk minyak menggoreng Antoni menolak menggunakan minyak curah.
Ia dan istrinya, Siti Umariah yang berasal dari Bandung merintis usaha kedai mi sejak 2016. Tidak langsung buka di lokasinya sekarang, namun berpindah-pindah.
Sebelum pandemi, kedai ini mampu menghabiskan 8-10 kilogram mi setiap harinya. Begitu pandemi menghatam, mereka harus merangkak lagi dari satu kilogram sehari. Saat ini sudah mencapai rata-rata empat hingga lima kilogram mi sehari.
“Belum banyak yang tau, sih memang sebenarnya. Kendalanya di sana. Karena saya juga di media (sosial) juga jarang,” katanya lagi.
Menu favorit yang sering dipesan orang adalah Mie^Tra Biasa Komplit yang dibanderol di harga Rp16.000. Menu ini merupakan mi original Palembang. Komplit maksudnya ditambah pangsit kuah dan bakso dengan kuah terpisah. Varian mi biasa ini di harga Rp10.000-Rp16.000.
Menu lain yang sangat patut dicoba dan cukup jarang ditemukan di Jogja adalah Mie^Tra Siram. Mi buatan sendiri yang disiram dengan kuah aci, jadi kental seperti capcay. Varian mi siram di harga Rp13.000-Rp19.000.
“Saya perhatikan orang Jogja seringnya menumpahkan kuah ke mi ayamnya, jadi saya buat yang memang berkuah. Tapi saya tidak menyediakan mi siram untuk take away,” jelas Antoni.
Alasannya sederhana, mi akan benyek dan kuah aci kental akan hilang kekentalannya setelah beberapa saat. Memang mi ini harus disantap di tempat selagi panas dengan irisan cabai rawit.
Menu lainnya ada Mie^Tra Asem Manis dan versi jumbo dari menu mi lainnya. Harganya di kisaran Rp11.000-Rp21.000.
Kedai mi Mietra 72 buka setiap hari 10.00-19.00 WIB, berlokasi di Jalan Rajawali Raya No.28, Manukan, Condongcatur. Karena kedai terbuka dan menghadap barat, jadi jika datang pada sore hari pilihlah meja yang terletak agak ke dalam jika tidak ingin bermandikan cahaya matahari sore.
Parkir hanya cukup menampung satu mobil jika kios di sebelahnya tutup. Motor pun hanya beberapa. Jika terisi atau tidak bisa dipakai parkir, kita harus panggir di badan jalan.
Kedai mi Mietra 72 adalah salah satu kedai mi yang menyajikan menu mi gaya Sumatra dengan cita rasa yang autentik. Terletak di bilangan Condongcatur, kedai ini memiliki suasana yang sederhana namun mampu menyajikan makanan yang berkualitas.
Pemilik kedai mi Mietra 72, Antoni Fran, merupakan seorang perantau yang datang ke Jogja setelah tamat SD pada tahun 1986. Ia mewarisi resep mi dari keluarganya yang memiliki bisnis kedai mi di Palembang. Dengan pengalaman dan pengetahuan tentang mi yang dimiliki, Antoni berhasil membuka kedai mi yang dihuni oleh sekitar 15-an pelanggan setiap harinya.
Salah satu keistimewaan dari mi yang disajikan di kedai Mietra 72 adalah pangsitnya yang mirip dengan bakmi yang sudah terkenal di Jakarta. Menurut beberapa pelanggan, pangsit mi Mietra 72 memiliki rasa yang mirip dengan pangsit dari bakmi terkenal di Jakarta. Namun, Antoni tidak pernah mencoba mi yang memiliki nama mirip dengan universitas di Jogja tersebut.
Antoni menjelaskan bahwa bahan-bahan yang digunakan untuk mi di kedainya tidak sembarangan. Ia memilih bahan-bahan berkualitas untuk menjaga rasa mi yang disajikan. Bahkan, ia menggunakan merek-merek yang biasa kita jumpai di supermarket untuk kondimen dan bahan memasaknya. Antoni juga memiliki prinsip untuk tidak menggunakan minyak curah dalam menggoreng mi, sehingga kualitas mi yang disajikan tetap terjaga.
Selain itu, Antoni dan istrinya, Siti Umariah, yang berasal dari Bandung, telah merintis usaha kedai mi sejak tahun 2016. Meskipun awalnya mereka tidak membuka kedai di lokasinya sekarang, mereka berhasil berpindah-pindah dan tetap menjaga kualitas mi yang disajikan. Sebelum pandemi, kedai Mietra 72 mampu menghabiskan 8-10 kilogram mi setiap harinya. Namun, ketika pandemi melanda, mereka harus merangkak kembali dari hanya satu kilogram mi sehari. Saat ini, mereka sudah mencapai rata-rata empat hingga lima kilogram mi sehari.
Antoni mengatakan bahwa masih banyak orang yang belum mengetahui tentang kedai mi Mietra 72. Salah satu kendalanya adalah kurangnya promosi melalui media sosial. Meskipun begitu, kedai ini tetap memiliki menu favorit yang sering dipesan oleh pelanggan, yaitu Mie^Tra Biasa Komplit. Menu ini merupakan mi original Palembang yang disajikan dengan tambahan pangsit kuah dan bakso dengan kuah terpisah. Varian mi biasa ini memiliki harga berkisar Rp10.000-Rp16.000.
Selain Mie^Tra Biasa Komplit, menu lain yang patut dicoba di kedai mi Mietra 72 adalah Mie^Tra Siram. Mi buatan sendiri disiram dengan kuah aci sehingga memiliki tekstur yang kental seperti capcay. Varian mi siram ini memiliki harga berkisar Rp13.000-Rp19.000.
Antoni menjelaskan bahwa ia membuat mi siram karena ia melihat kebiasaan orang Jogja yang sering menumpahkan kuah ke mi ayam. Oleh karena itu, ia membuat mi yang memang berkuah. Namun, ia tidak menyediakan mi siram untuk take away karena mi akan menjadi benyek dan kuah aci kental akan kehilangan kekentalannya setelah beberapa saat. Oleh karena itu, mi ini sebaiknya disantap di tempat selagi panas dengan irisan cabai rawit.
Tidak hanya itu, kedai mi Mietra 72 juga menyajikan menu lain seperti Mie^Tra Asem Manis dan versi jumbo dari menu mi lainnya. Harga menu-menu tersebut berkisar antara Rp11.000-Rp21.000.
Kedai mi Mietra 72 buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 19.00 WIB. Kedai ini terletak di Jalan Rajawali Raya No.28, Manukan, Condongcatur. Karena kedai ini terbuka dan menghadap barat, disarankan untuk memilih meja yang terletak agak ke dalam jika datang pada sore hari agar tidak terlalu terkena cahaya matahari sore.
Namun, perlu diperhatikan bahwa tempat parkir di kedai ini cukup terbatas. Hanya cukup menampung satu mobil jika kios di sebelahnya tutup. Jumlah parkir untuk motor juga terbatas. Jika tempat parkir sudah terisi atau tidak dapat digunakan, pengunjung harus memarkirkan kendaraannya di badan jalan.
Kedai mi Mietra 72 merupakan pilihan yang tepat bagi pecinta mi yang ingin mencoba mi gaya Sumatra dengan cita rasa yang autentik. Dengan suasana yang sederhana namun nyaman, kedai ini menyajikan berbagai macam menu mi yang patut dicoba. Dengan harga yang terjangkau, pengunjung dapat menikmati mi yang lezat dan berkualitas di kedai ini. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk mencoba menu-menu yang disajikan di kedai mi Mietra 72.