Heading 2: Pertunjukan Kelompok Musik METAFORA
Pada Senin malam kemarin (26/05), di Padepokan Seni Bagong Kussudiarja, suara-suara musik yang menghentak memenuhi ruangan. Kelompok musik yang bernama METAFORA tampil dalam rangka Program Jagongan Wagen. Dalam pertunjukan ini, METAFORA beranggotakan Darman (Perkusi, Vocal/Backing Vocal), Joel Lennon (Electric Guitar, Vocal/Backing Vocal), Caesar (Drum, Perkusi, Vocal/Backing Vocal), Andi Gomez (Keyboard, Synthesizer, Backing Vocal), Indra Gupta (Bass Guitar, Backing Vocal), Purnomo (Backing Vocal, Saxophone, Flute), Ucok (Biola, Backing Vocal), Hairani (Backing Vocal), dan Aan (Vocal/Backing Vocal, Perkusi).
Pertunjukan METAFORA berlangsung selama dua jam lebih, di mana mereka membawakan sejumlah nomor musik. Nomer-nomer tersebut hampir semuanya dihiasi dengan idiom-idiom dan warna-warna lokal dari beberapa macam latar belakang budaya. Salah satu contohnya adalah nomor Tung Alung Alung, Kekeberen ni Pejuang, Perueren, Dansa Gayo, dan Penglime. Dalam nomor-nomor ini, METAFORA menggunakan Bahasa Aceh Gayo sebagai bahasa yang digunakan untuk menyanyikan lirik. Namun, warna-warni musik dan irama yang menyertainya mengambil dari wilayah-wilayah kultural lain di luar Aceh Gayo. Bahkan, beberapa nomor juga mengambil unsur-unsur musikal dari luar Indonesia.
Salah satu nomor yang menarik perhatian adalah Ho Ho Hi He. Dalam nomor ini, METAFORA mencoba untuk menampilkan kompleksitas Ho Ho Hi He, yang merupakan sejenis mantra penumbuh rasa kasih sayang pada jaman dahulu oleh suatu masyarakat di daerah Sumatera. Namun, pada bagian lain, idiom tersebut juga merupakan sebuah ungkapan khas dari Surabaya untuk hubungan laki-laki dan perempuan. Hal ini menunjukkan kepiawaian METAFORA dalam menggabungkan berbagai elemen budaya dalam karya musik mereka.
Sebagai penutup, METAFORA membawakan nomor terakhir yang berjudul Zlebar – Zlebor. Nomer ini diinspirasi oleh permainan anak-anak jaman dahulu di Makassar. Dalam nomor ini, METAFORA berhasil menghadirkan musik yang enerjik dan menghibur penonton.
Heading 3: Respon Penonton
Walaupun METAFORA mengusung nomer-nomer yang kental dengan nuansa lokal tradisional, pertunjukan mereka tidak hanya dinikmati oleh orang-orang yang memiliki pengetahuan musik yang mendalam. Alih-alih demikian, hampir dalam setiap nomer yang dibawakan, penonton selalu memberi respon dan tanggapan yang positif.
Selama pertunjukan, penonton terlihat antusias dan terlibat dalam setiap nomer yang dibawakan oleh METAFORA. Mereka mengangguk-anggukan kepala, mengetuk-ngetukkan telapak kaki ke tanah, bahkan ada beberapa penonton yang ikut bersorak mengikuti musik yang dimainkan. Hal ini menunjukkan bahwa musik yang dibawakan METAFORA mampu memancing semangat dan kegembiraan dalam diri penonton.
Pertunjukan METAFORA juga memberikan wawasan baru bagi para penonton mengenai bentuk corak musik yang relatif baru. Meskipun tidak semua penonton memahami secara mendalam tentang genre musik seperti psychedelic rhythm, rock advangarde, atau art rock, mereka tetap dapat menikmati pertunjukan dengan sepenuh hati. Ini menunjukkan bahwa METAFORA berhasil menyampaikan pesan musik mereka secara universal, tanpa harus memahami terminologi atau genre musik yang kompleks.
Selain itu, pertunjukan malam itu juga menjadi momen yang istimewa karena bertepatan dengan satu tahun bergulirnya Program Jagongan Wagen. Program ini merupakan inisiatif dari Yayasan Bagong Kussudiardja yang bertujuan untuk memperkenalkan dan mempromosikan seni dan budaya Indonesia kepada masyarakat luas. Pertunjukan METAFORA menjadi salah satu acara yang meriah dan sukses dalam memperingati satu tahun keberlangsungan Program Jagongan Wagen.
Menurut Besar Widodo, Direktur Program Yayasan Bagong Kussudiardja, pertunjukan METAFORA memberikan kontribusi yang berarti dalam meningkatkan pemahaman dan apresiasi terhadap seni dan budaya Indonesia. Keberhasilan pertunjukan ini juga menjadi motivasi bagi Yayasan Bagong Kussudiardja untuk terus mengadakan berbagai bentuk pertunjukan seni yang dapat menginspirasi dan menghibur masyarakat.
Secara keseluruhan, pertunjukan METAFORA di Padepokan Seni Bagong Kussudiarja merupakan sebuah pengalaman yang luar biasa. Dalam pertunjukan ini, METAFORA berhasil menyampaikan pesan musik mereka dengan energi dan semangat yang tinggi. Penonton merasakan kegembiraan dan kekaguman atas karya musik yang mereka sajikan. Pertunjukan ini juga menjadi momen penting dalam memperingati satu tahun keberlangsungan Program Jagongan Wagen. Melalui pertunjukan ini, METAFORA dan Yayasan Bagong Kussudiardja berhasil menghadirkan seni dan budaya Indonesia yang kaya dan beragam kepada masyarakat luas.