Melepas Dahaga dengan Dawet Legendaris Mbah Hari

Heading 2: Pasar Beringharjo, Pasar Ikonik di Kota Jogja

Pasar Beringharjo adalah salah satu pasar ikonik di Kota Yogyakarta. Pasar yang telah berdiri sejak tahun 1925 ini memiliki sejarah yang panjang dan menjadi salah satu destinasi wisata yang populer di kota ini. Terletak di jantung kota, pasar ini menjadi pusat perdagangan yang ramai dengan berbagai jenis barang, mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga oleh-oleh khas Jogja.

Heading 3: Sejarah Pasar Beringharjo

Pasar Beringharjo awalnya berupa los-los yang didirikan pada tahun 1925. Los-los tersebut merupakan tempat berjualan para pedagang kecil yang menjual berbagai macam barang, seperti makanan, pakaian, dan peralatan rumah tangga. Kemudian, pasar ini berkembang menjadi pasar induk yang lebih besar dengan bangunan permanen.

Pada awalnya, pasar ini hanya menjadi tempat berjualan bagi para pedagang lokal. Namun, seiring berjalannya waktu, pasar ini semakin dikenal oleh wisatawan dan menjadi salah satu ikon kota Jogja. Pasar Beringharjo menjadi pusat perdagangan yang ramai dengan pengunjung dari berbagai daerah, baik lokal maupun mancanegara.

Heading 3: Dawet Mbah Hari, Penjual Dawet yang Legendaris

Salah satu hal yang membuat Pasar Beringharjo terkenal adalah adanya penjual dawet yang telah berjualan di pasar ini selama puluhan tahun. Penjual dawet ini biasa dipanggil dengan sebutan “Mbah Hari”. Ibu berusia 74 tahun ini telah berjualan dawet sejak masih gadis hingga sekarang sudah mempunyai cucu buyut.

Awal mula Mbah Hari berjualan dawet ini bermula dari neneknya. Sejak tahun 1965, ia mulai berjualan sendiri dengan resep dawet turun temurun dari keluarganya. Cara pengolahan dawetnya masih tradisional dan tidak menggunakan mesin. Semua bahan dan racikan dawet dia buat sendiri dengan tangan terampilnya.

Heading 3: Racikan Dawet Mbah Hari yang Menggugah Selera

Dawet yang dijual oleh Mbah Hari memiliki racikan yang unik dan menggugah selera. Dawetnya berisi cendol warna-warni, cincau, santan, dan juruh (gula jawa + nangka). Rasanya manis dan gurih, sangat nikmat dinikmati dalam keadaan dingin dengan es batu. Setiap suapan dawet ini akan mengaduk rasa nostalgia dan membuat kita ingin kembali lagi untuk mencicipinya.

Heading 3: Keunikan Berjualan Dawet di Pasar Beringharjo

Salah satu hal yang menarik dari Mbah Hari adalah kesetiaannya berjualan di Pasar Beringharjo. Meskipun tinggal di Ngoto, Bantul yang jaraknya cukup jauh dari pasar, Mbah Hari tetap memilih untuk berjualan di pasar ini. Ketika ditanya mengapa tidak pindah lokasi ke pasar yang lebih dekat dengan rumahnya, Mbah Hari mengatakan bahwa dia sudah memiliki pelanggan yang setia di Pasar Beringharjo. Jika ia pindah lokasi, para pelanggan akan kesulitan mencarinya. Ini menunjukkan dedikasi dan komitmen Mbah Hari terhadap bisnisnya.

Heading 2: Berburu Dawet Mbah Hari di Pasar Beringharjo

Jika Anda tertarik untuk mencicipi dawet legendaris dari Mbah Hari, Anda bisa langsung ke Pasar Beringharjo. Pasar ini terletak di Jalan Malioboro dan mudah dijangkau oleh angkutan umum seperti angkot atau becak. Anda bisa masuk melalui pintu utara pasar dan mencari los pertama di sebelah barat.

Dawet Mbah Hari di Pasar Beringharjo merupakan salah satu kuliner khas Jogja yang wajib dicoba. Dengan harga yang terjangkau, Anda bisa menikmati segarnya dawet dengan racikan yang khas. Rasanya yang manis dan gurih akan memanjakan lidah Anda dan membuat Anda ingin kembali lagi.

Heading 3: Tips Mencicipi Dawet Mbah Hari

Berikut ini beberapa tips jika Anda ingin mencicipi dawet Mbah Hari di Pasar Beringharjo. Pertama, datanglah pada jam buka berjualan Mbah Hari, yaitu pukul 10.00 – 15.00 WIB. Kedua, jangan lupa membawa uang tunai karena Mbah Hari tidak menerima pembayaran dengan kartu. Ketiga, siapkan diri Anda untuk antre karena dawet Mbah Hari selalu menjadi buruan para pengunjung pasar.

Selain mencicipi dawet dari Mbah Hari, Anda juga bisa menjelajahi pasar ini dan melihat berbagai macam barang yang dijual di sini. Pasar Beringharjo merupakan tempat yang cocok untuk berbelanja oleh-oleh khas Jogja, seperti batik, kerajinan tangan, dan makanan khas Jogja lainnya.

Heading 2: Kesimpulan

Pasar Beringharjo adalah pasar ikonik di Kota Jogja yang memiliki sejarah panjang. Salah satu hal yang membuat pasar ini terkenal adalah adanya penjual dawet legendaris bernama Mbah Hari. Dawet yang dijual oleh Mbah Hari memiliki racikan yang unik dan menggugah selera. Meskipun tinggal di tempat yang jauh dari pasar, Mbah Hari tetap setia berjualan di Pasar Beringharjo karena sudah memiliki pelanggan yang setia.

Jika Anda ingin mencicipi dawet Mbah Hari, Anda bisa langsung ke Pasar Beringharjo. Jangan lupa untuk datang pada jam buka berjualan Mbah Hari dan membawa uang tunai. Selain mencicipi dawet, Anda juga bisa menjelajahi pasar ini dan berbelanja oleh-oleh khas Jogja.

Pasar Beringharjo merupakan destinasi wisata yang menarik di Kota Jogja. Dengan suasana yang ramai dan berbagai macam barang yang dijual, pasar ini akan memberikan pengalaman berbelanja yang berbeda. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi Pasar Beringharjo saat berada di Jogja.


Dian

Dian

Menghadirkan konten berkualitas yang menggambarkan keindahan dan keunikan Yogyakarta, Berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk mempromosikan pariwisata dan produk lokal, Menjadi sumber informasi terpercaya tentang Yogyakarta bagi pembaca exploreyogya.com!
https://exploreyogya.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *