Mbah Satinem, Setia Berjualan Lupis Sejak 1963



Mbah Satinem adalah seorang wanita yang telah berjualan kue lupis sejak masih gadis. Kini, ia sudah berusia 71 tahun namun semangatnya dalam berjualan masih tetap tinggi. Setiap harinya, Mbah Satinem berjualan di pertigaan ujung Jalan Diponegoro, di daerah Trihanggo, Yogyakarta.

Mbah Satinem memulai usahanya sejak tahun 1963. Ia berjualan lupis dengan bantuan anak keduanya. Setiap pagi, mulai jam 6 hingga sekitar jam 8, Mbah Satinem membuka lapaknya untuk para pembeli. Kue lupis buatannya sangat kenyal, gurih, dan manis. Lupis tersebut diwadahi dengan daun pisang, memberikan aroma alami yang khas.

Selain lupis, Mbah Satinem juga menjual kue-kue tradisional lain seperti ketan bumbu kacang, cenil, gatot, dan tiwul. Harga kue-kue tersebut sama, yaitu Rp 5000 per bungkus. Meskipun harganya terbilang murah, kualitas dan rasa kue-kue buatan Mbah Satinem tidak perlu diragukan lagi. Itulah mengapa banyak pelanggan yang setia membeli kue-kue dari Mbah Satinem.

Karena kualitas dan kelezatan kue-kue buatannya, banyak orang yang rela mengantri untuk mendapatkan kue-kue dari Mbah Satinem. Oleh karena itu, jika ingin mencicipi kue-kue dari Mbah Satinem, disarankan untuk datang pagi-pagi. Terkadang, sekitar pukul 7.30, kue-kue buatannya sudah habis terjual. Jika datang terlalu siang, kemungkinan besar Anda akan kehabisan kue-kue tersebut. Selain itu, jika datang pagi-pagi, Anda juga bisa menikmati kue lupis yang masih hangat.

Bagi Anda yang ingin mencoba kue lupis dan kue-kue tradisional lain dari Mbah Satinem, jangan lupa untuk menyempatkan waktu di pagi hari. Dari Tugu, Anda bisa menuju ke arah barat sekitar 200 meter. Di pertigaan kecil tersebut, tepatnya di samping hotel Pesona Tugu, Anda akan menemukan lapak berjualan Mbah Satinem. Di sana, Anda bisa menikmati kelezatan kue-kue tradisional yang sudah terkenal dan menjadi favorit banyak orang.

Keberhasilan Mbah Satinem dalam berjualan kue lupis ini tidak lepas dari kualitas kue-kue buatannya yang selalu terjaga. Ia menggunakan bahan-bahan berkualitas dan melakukan proses pembuatan secara tradisional. Setiap hari, Mbah Satinem masih membuat kue-kue tersebut dengan tangan sendiri. Ia tidak menggunakan mesin atau alat bantu lainnya. Hal ini tentu menambah nilai plus bagi kue-kue buatannya.

Selain itu, Mbah Satinem juga menjaga kebersihan dan kehigienisan dari kue-kue buatannya. Ia selalu memastikan bahwa kue-kue yang dijualnya dalam kondisi yang baik dan aman untuk dikonsumsi. Mbah Satinem sangat peduli terhadap kesehatan pelanggannya dan tidak ingin memberikan produk yang kurang baik.

Mbah Satinem merupakan contoh nyata seorang pejuang dalam dunia usaha. Ia telah berjualan kue lupis selama puluhan tahun dan tetap bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat. Kehadiran toko-toko modern dan makanan instan tidak membuat Mbah Satinem kehilangan pelanggannya. Bahkan, ia memiliki banyak pelanggan yang setia membeli kue-kue buatannya.

Keberhasilan Mbah Satinem ini juga memberikan inspirasi bagi para pebisnis muda. Meskipun usianya sudah lanjut, Mbah Satinem tetap semangat dan gigih dalam mengembangkan usahanya. Ia tidak pernah merasa lelah atau malas untuk berjualan setiap harinya. Semangat dan kerja keras Mbah Satinem menjadi teladan bagi banyak orang, terutama generasi muda, bahwa usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat pasti akan mendapatkan hasil yang memuaskan.

Selain itu, Mbah Satinem juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Dengan berjualan kue lupisnya, ia memberikan pilihan makanan yang sehat dan bergizi. Kue-kue tradisional buatannya tidak mengandung bahan-bahan kimia berbahaya dan biasanya menggunakan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di sekitar kita. Hal ini tentu sangat baik untuk kesehatan masyarakat.

Kehadiran Mbah Satinem dalam dunia usaha juga memberikan dampak positif bagi pariwisata di Yogyakarta. Banyak wisatawan yang datang khusus untuk mencicipi kue-kue tradisional buatan Mbah Satinem. Hal ini tentu memberikan keuntungan bagi pariwisata di daerah tersebut. Selain itu, Mbah Satinem juga sering diundang untuk berjualan di acara-acara besar, seperti festival kuliner atau pameran makanan tradisional. Keahlian dan kelezatan kue-kue buatannya membuatnya menjadi favorit di berbagai acara tersebut.

Mbah Satinem adalah contoh nyata bahwa usia bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan. Dengan semangat dan kerja keras, ia berhasil menjaga usahanya selama puluhan tahun dan memiliki banyak pelanggan setia. Beliau juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dan memberikan kebanggaan bagi pariwisata di daerahnya. Semoga kisah perjuangan Mbah Satinem ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus berusaha dan mengembangkan potensi yang kita miliki.


Dian

Dian

Menghadirkan konten berkualitas yang menggambarkan keindahan dan keunikan Yogyakarta, Berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk mempromosikan pariwisata dan produk lokal, Menjadi sumber informasi terpercaya tentang Yogyakarta bagi pembaca exploreyogya.com!
https://exploreyogya.com


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *