Masjid Perak Kotagede

Masjid Perak Kotagede

Sejarah Masjid Perak Kotagede

Masjid Perak Kotagede berdiri di sebelah utara Masjid Agung (Gede) Mataram, Kelurahan Trunojayan, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta. Masjid ini mulai dibangun pada tahun 1937 dan selesai pada tahun 1939. Sejarah dibangunnya Masjid Perak Kotagede tidak terlepas dari perkembangan agama Islam di wilayah Kotagede pada waktu itu. Kotagede dahulu merupakan Ibukota kerajaan Mataram, oleh karena itu dibangunlah sebuah masjid yang cukup megah dengan bahan kayu jati pilihan sehingga membentuk masjid yang anggun.

Awalnya di tempat tersebut berdiri Masjid Gede Mataram. Letak masjid yang berada dalam satu kompleks dengan makam raja-raja Mataram, menjadikan sebagian masyarakat yang percaya pada hal-hal gaib serta kekuatan roh orang yang sudah meninggal, menggunakan kompleks masjid sebagai tempat ritual mereka. Hal ini menjadi keprihatinan bagi sebagian penduduk sekitar.

Untuk menghindari pengotoran terhadap agama Islam, sementara Islam di Kotagede semakin pesat yang ditandai dengan semakin eksisnya Muhammadiyah, maka dibangunlah Masjid Perak Kotagede. Masjid Perak Kotagede pada masa keemasannya sering dipakai untuk pengajian-pengajian baik oleh kaum tua maupun muda.

Pemberian nama Perak sendiri bukan semata-mata dikarenakan di sekitar masjid terdapat pengrajin perak, melainkan perak berasal dari kata “Firoq” yang memiliki arti pemisah. Masjid Perak dijadikan lambang kebebasan dan pemisahan umat dari kekotoran dan kebekuan berpikir pada masa lampau, dan keterpisahan kaum reformis dari keterikatan kekuasaan keagamaan kerajaan dan Islam adat. Sedangkan warna putih dari Masjid Perak, mencerminkan kesucian niat yang ikhlas karena Allah semata-mata.

Arsitektur Masjid Perak Kotagede

Bangunan Masjid Perak Kotagede belum banyak mengalami perubahan dari dulu sampai sekarang. Kita dapat melihat ruang utama yang terdiri dari ruang bujur sangkar dengan luas 100 meter persegi dengan atap berbentuk joglo dengan 4 soko guru (tiang penyangga) berbentuk bulat agak runcing yang diletakkan di atas umpak berbentuk bulat panjang dan dikelilingi tembok yang membatasi serambi ruangan bagian utara dan selatan.

Serambi masjid beratap limasan. Disekeliling tembok terdapat jendela besar di bagian barat di sebelah kanan dan kiri (pengimanan), di tembok bagian selatan terdapat 2 pintu di sebelah kanan dan kiri jendela, dan pintu bagian timur menghadap ke halaman sempit.

Untuk mengetahui ketepatan waktu sholat, masjid memiliki alat yang sangat sederhana berupa jam bancet (jam matahari) yang saat ini sudah jarang dijumpai. Hiasan kaligrafi terdapat di atas pintu utama. Di bagian lain ada juga hiasan kaligrafi yang dimaksudkan untuk menciptakan suasana khusyu dalam menjalankan ibadah. Hanya saja gempa pada tanggal 27 Mei 2006 yang melanda Yogyakarta dan sekitarnya sedikit merusak bangunan masjid ini.

Mimbar di Masjid Perak Kotagede

Mimbar di Masjid Perak Kotagede menjadi hal yang terpenting. Mimbar ini ada sejak jaman masjid Perak pertama kali berdiri hingga sekarang. Dan juga mimbar ini ada lebih awal dibandingkan dengan masjid Perak sendiri karena awalnya mimbar ini adalah kepunyaan Masjid Gede Mataram.

Peran Masjid Perak Kotagede pada awalnya memang digunakan sebagai tempat ibadah umat Islam, namun sekarang sering digunakan untuk kegiatan kemasyarakatan seperti pengajian, kegiatan-kegiatan remaja masjid, dan kegiatan ibu-ibu masjid. Hingga kini, masjid yang sejak berdiri dan selama proses perjalanannya, begitu sarat dengan nilai sejarah itu, masih berdiri kokoh dan umat Muslim terus menerus memakmurkannya dengan berbagai kegiatan dan amalan ibadah.

Masjid Perak Kotagede menjadi salah satu destinasi wisata religi yang populer di Yogyakarta. Wisatawan dari berbagai daerah maupun mancanegara datang untuk mengunjungi masjid ini dan merasakan keindahan serta kekhidmatan dalam beribadah di masjid yang memiliki sejarah dan keunikan tersendiri ini.


Dian

Dian

Menghadirkan konten berkualitas yang menggambarkan keindahan dan keunikan Yogyakarta, Berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk mempromosikan pariwisata dan produk lokal, Menjadi sumber informasi terpercaya tentang Yogyakarta bagi pembaca exploreyogya.com!
https://exploreyogya.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *