Pameran seni yang berjudul “Masa Lalu Belumlah Usai” telah dibuka di Tembi Rumah Budaya, Yogyakarta pada Kamis, 23 Januari. Pameran ini akan berlangsung dari tanggal 20 Januari hingga 2 Februari 2020. Menariknya, pameran ini menampilkan lebih dari 500 poster pameran seni Indonesia yang terpilih dari periode tahun 1974 hingga 2019. Semua poster yang dipamerkan merupakan koleksi dari Dicti Art Laboratory dan semuanya otentik serta orisinil.
Salah satu hal yang menarik dari pameran ini adalah koleksi poster tertua yang dipamerkan. Poster tersebut berasal dari pameran “Asean Mobile Exhibition Art and Photography Kuala Lumpur Singapore, Jakarta, Manila, Bangkok,” yang diadakan di taman Ismail Marzuki & Balai Budaya Jakarta pada bulan April 1974. Poster ini menjadi bukti awal dari adanya pameran seni di Indonesia.
Sementara itu, poster paling muda yang dipamerkan adalah poster pameran tunggal Togi Mikkel yang berjudul “Marsitogian” dan diadakan di Kebun Buku Yogyakarta pada bulan Desember 2019. Hal ini menunjukkan bahwa seni dan pameran seni terus berkembang dan terus diapresiasi hingga saat ini.
Pameran ini juga menampilkan poster dari berbagai perupa dan kelompok seni rupa kenamaan di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Raden Saleh, Affandi, Basoeki Abdullah, S. Soedjono, Hendra Goenawan, Jeihan, Srihadi Soedarsono, Edhie Sunarso, Sunaryo, Heri Dono, Kelompok Pelukis Rakjat, Sanggar Bumi Tarung, Kelompok Seni Rupa Baru, Kelompok Taring Padi, Kelompok Jendela, Sakato, SDI, dan masih banyak lagi.
Salah satu poster yang menarik perhatian adalah poster pameran lukisan tunggal karya Affandi yang diadakan di Taman Ismail Marzuki pada tanggal 2-8 Agustus 1974. Affandi merupakan salah satu seniman besar Indonesia yang karyanya telah diakui secara internasional.
Mikke Susanto, kurator pameran dan juga pendiri Dicti Art Laboratory, menjelaskan bahwa pameran ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, pameran ini ingin mendorong para seniman untuk menggunakan, menyimpan, dan menyosialisasikan arsip-arsip mereka dengan cara yang menarik. Kedua, pameran ini ingin memberikan informasi kepada khalayak tentang cara kerja dan citra para seniman dalam memproduksi karya seni.
“Pameran ini disusun sebagai pameran retrospeksi. Poster-poster dalam pameran ini tidak hanya menjadi bagian dari kerja seniman, tetapi juga telah dianggap sebagai bagian dari karya seni itu sendiri,” ujar Mikke. Pameran ini diharapkan dapat memberikan penghormatan kepada seniman-seniman Indonesia dan memperkenalkan karya-karya mereka kepada khalayak.
Pameran ini akan berlangsung mulai dari tanggal 20 Januari hingga 2 Februari 2020. Para pengunjung dapat menikmati berbagai poster pameran seni Indonesia yang menarik sepanjang periode 1974 hingga 2019. Pameran ini adalah kesempatan yang baik bagi para seniman dan masyarakat umum untuk mengenal lebih jauh tentang perkembangan seni rupa Indonesia selama beberapa dekade terakhir.
Dalam pameran ini, kita dapat melihat bagaimana seniman-seniman Indonesia telah berkontribusi dalam dunia seni rupa melalui karya-karya mereka. Poster-poster yang dipamerkan merupakan bukti nyata dari kerja keras dan dedikasi para seniman dalam menciptakan karya seni yang unik dan bermakna.
Pameran ini juga menjadi kesempatan yang baik bagi para seniman untuk mengenalkan diri mereka dan memperkenalkan karya-karya mereka kepada publik. Melalui poster-poster ini, para seniman dapat menyampaikan pesan dan wacana mereka kepada khalayak secara lebih efektif.
Selain itu, pameran ini juga memberikan kesempatan bagi masyarakat umum untuk lebih memahami proses kreatif para seniman dan memahami makna di balik setiap karya seni. Dengan melihat koleksi poster yang dipamerkan, kita dapat melihat perkembangan seni rupa Indonesia dari waktu ke waktu dan menghargai berbagai bentuk serta gaya seni yang telah dihasilkan oleh para seniman.
Pameran seni “Masa Lalu Belumlah Usai” di Tembi Rumah Budaya, Yogyakarta adalah ajang yang penting untuk memperkenalkan serta mengapresiasi karya seni Indonesia kepada masyarakat. Melalui pameran ini, kita dapat melihat dan menghargai berbagai karya seni yang telah diciptakan oleh para seniman Indonesia selama beberapa dekade terakhir.
Pameran ini juga menjadi bukti bahwa seni rupa Indonesia terus berkembang dan terus menghasilkan karya-karya yang berkualitas. Melalui pameran ini, kita dapat melihat bagaimana seni rupa Indonesia telah mengalami perubahan dan perkembangan dalam berbagai aspek, seperti tema, gaya, dan teknik yang digunakan.
Pameran seni ini juga memberikan inspirasi bagi para seniman muda untuk terus berkarya dan berinovasi dalam dunia seni rupa. Melalui melihat karya-karya yang dipamerkan, para seniman muda dapat belajar dan mengambil pelajaran dari para seniman yang telah lebih dulu sukses dalam dunia seni rupa.
Selain itu, pameran ini juga dapat menjadi ajang untuk memperluas wawasan dan pengetahuan kita tentang seni rupa Indonesia. Melalui melihat dan mempelajari poster-poster yang dipamerkan, kita dapat mengenal lebih dekat dengan berbagai perupa dan kelompok seni rupa kenamaan di Indonesia.
Dengan demikian, pameran seni “Masa Lalu Belumlah Usai” di Tembi Rumah Budaya, Yogyakarta adalah sebuah acara yang sangat penting dan patut untuk dikunjungi. Pameran ini memberikan kesempatan bagi kita untuk melihat dan mengapresiasi karya seni Indonesia dari masa ke masa.
Pameran ini juga memberikan penghormatan kepada para seniman Indonesia yang telah berkontribusi dalam dunia seni rupa. Melalui pameran ini, kita dapat mengenang dan menghargai karya-karya mereka yang telah menjadi bagian dari sejarah seni rupa Indonesia.
Dengan demikian, mari kita kunjungi pameran seni “Masa Lalu Belumlah Usai” di Tembi Rumah Budaya, Yogyakarta. Mari kita nikmati dan apresiasi karya seni Indonesia yang menakjubkan dan beragam yang telah diciptakan oleh para seniman Indonesia selama beberapa dekade terakhir.