Detik-detik, Titik-titik (Speckled Seconds) adalah salah satu karya seni lukis yang dipamerkan dalam pameran tunggal Roby Dwi Antono yang berjudul “Lucid Fragments”. Lukisan ini menggunakan teknik oil on canvas dengan ukuran 180×250 cm dan dibuat pada tahun 2020. Pameran ini diadakan di Tirtodipuran Link, Yogyakarta, dan berlangsung mulai tanggal 15 Februari hingga 28 Maret 2021.
Pameran ini menampilkan enam puluh dua buah karya seni lukis yang terpampang di dinding galeri dengan warna merah jambu pastel, hijau tua, hitam, dan putih. Gaya pop surealisme yang akrab langsung menyapa setiap pengunjung yang memasuki area pameran. Karya-karya ini memperlihatkan eksplorasi baru dari Roby Dwi Antono, yang kali ini menggunakan medium galvanis.
Judul “Lucid Fragments” dipilih untuk memayungi cerita karya-karya ini. Menurut Roby, pameran ini merupakan presentasi dari dua kekuatan, di mana simbolisme yang jelas (lucid) memvisualisasikan pecahan (fragments) dari ingatan masa lalu. Lukisan dan gambar yang dipamerkan merupakan potongan narasi pengalaman dan memori Roby dari masa kecilnya. Melalui karya-karyanya, Roby berbicara pada khalayak dengan cara yang intim dan pribadi.
Menelusuri karya-karya Roby Dwi Antono terasa seperti membaca buku harian atau diary. Karya-karyanya menghadirkan karakter fantasi dan lingkungan yang melankolis, seru, dan kadang mengerikan, persis seperti menjalani hidup. Simbol-simbol yang selalu dipakai Roby dalam menumpahkan pikirannya memberi penonton lukisan ruang untuk memberi makna sendiri. Setiap orang yang melihat karya-karya ini akan memberikan makna yang berbeda-beda sesuai dengan pengalaman dan perspektif masing-masing.
Georgius Amadeo, Manager Public Relation & Supervisor Program Srisasanti Syndicate, mengungkapkan bahwa tema utama dari pameran ini adalah nostalgia, di mana Roby melihat kembali ke masa kecilnya dan mencoba mengingat kembali ingatan-ingatan tersebut. Roby tumbuh bersama teman-temannya dan orangtuanya, dan karya-karyanya mencoba merepresentasikan pengalaman-pengalaman tersebut. Untuk mencapai hal ini, Roby menggunakan berbagai media seperti cat semprot, cat air, charcoal, pensil, dan krayon.
Nin Djani, yang memberikan catatan kuratorial untuk pameran “Lucid Fragments”, menyatakan bahwa pameran ini merupakan perayaan dari emosi-emosi kompleks yang menonjol dan momen-momen yang menjadi lebih berharga seiring dengan bertambahnya usia. Karya-karya Roby Dwi Antono menggabungkan kenaifan dan refleksi pribadi yang serius, menciptakan sebuah narasi visual yang unik dan memikat.
Pameran “Lucid Fragments” dapat disaksikan di Tirtodipuran Link, Yogyakarta. Pameran berlangsung selama dua belas minggu, mulai dari tanggal 15 Februari hingga 28 Maret 2021. Galeri buka setiap hari Selasa hingga Minggu pukul 12.00-18.00 WIB. Pameran ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya masuk. Namun, pengunjung diharapkan untuk menjalani protokol pencegahan Covid-19 dengan selalu memakai masker, mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer, menjaga jarak, dan tidak berkerumun.
Pameran “Lucid Fragments” merupakan kesempatan bagi penonton untuk memasuki dunia kreativitas dan imajinasi Roby Dwi Antono. Karya-karya ini mengajak kita untuk merenung tentang masa lalu, nostalgia, dan pengalaman hidup yang mungkin kita juga pernah alami. Dalam keindahan dan kompleksitasnya, karya-karya Roby Dwi Antono menghadirkan cerita-cerita yang menginspirasi dan memikat, dan merupakan sebuah pengalaman seni yang tak terlupakan.