Lestarikan Pembuatan Gendewo Mataraman



Gendewo atau busur panah adalah salah satu senjata tradisional yang memiliki nilai budaya yang tinggi. Dalam kehidupan sehari-hari, senjata ini digunakan untuk berburu atau bertahan dalam pertempuran. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, penggunaan gendewo lebih banyak digunakan sebagai alat olahraga dalam kegiatan jemparingan. Seorang pengrajin gendewo yang terkenal di Yogyakarta adalah Wagiman.

Wagiman, seorang pengrajin gendewo yang berasal dari Tegalrejo, Girirejo, Imogiri, Bantul, memulai kegemarannya dalam membuat gendewo setelah mendapatkannya dari seorang teman. Awalnya, gendewo tersebut hanya digunakan untuk bermain-main, namun kemudian Wagiman memutuskan untuk membuat gendewo dengan bahan yang lebih baik, seperti kayu sonokeling atau jati. Hal ini membuat gendewo yang ia buat memiliki kualitas yang lebih baik dan tahan lama.

Menurut Wagiman, membuat gendewo bukanlah hal yang baru baginya. Sebelumnya, ia juga bergelut dalam membuat warangka keris, namun membuat gendewo menjadi kegemarannya yang baru. Hal ini dikarenakan kegemarannya dalam mengikuti jemparingan atau panahan saat ia masih muda. Ia merasa memiliki hasrat yang kuat untuk melestarikan budaya panahan ini, sehingga ia memutuskan untuk terus membuat gendewo.

Dalam proses pembuatan gendewo, Wagiman menggunakan kayu sonokeling atau jati. Kayu ini dipilih karena memiliki tekstur yang bagus dan terlihat indah ketika digunakan sebagai bahan untuk membuat gendewo. Wagiman menjelaskan bahwa bagian dalam pohon kayu sonokeling memiliki warna coklat kemerahan yang disebut galih oleh orang Jawa. Kayu inilah yang digunakan sebagai bahan dasar dalam membuat gendewo.

Dalam sebulan, Wagiman mampu membuat 10 buah gendewo. Setiap gendewo dijual dengan harga Rp 500.000,-. Jika ingin membeli gendewo beserta anak panahnya, tinggal menambah Rp 250.000,-. Harga tersebut cukup terjangkau untuk para pecinta olahraga jemparingan yang ingin memiliki gendewo berkualitas.

Tren olahraga jemparingan di Yogyakarta sedang meningkat. Terbukti dengan adanya kegiatan seperti Gladhen Hageng Jemparingan Ngayogyakarta yang diselenggarakan oleh Kraton Yogyakarta. Kegiatan ini menarik banyak peminat dan semakin mempopulerkan olahraga panahan di masyarakat. Jemparingan tidak hanya sekedar olahraga fisik, namun juga membawa makna yang lebih dalam.

Secara etimologi, jemparing Mataraman adalah bentuk kegiatan olah fisik yang tidak hanya mengandalkan kekuatan otot, tetapi juga kekuatan hati atau “manah”. Dalam jemparingan, seorang panah harus ditarik dengan ketenangan hati dan fokus menuju sasaran. Hal ini melambangkan kekuatan yang ada dalam diri seseorang dan merupakan warisan budaya yang harus dijaga agar tidak hilang.

Wagiman berpesan agar generasi muda juga ikut berperan dalam melestarikan olahraga yang berbasis budaya ini. Ia menyadari bahwa zaman terus berkembang dan budaya-budaya tradisional dapat tergerus oleh arus modernisasi. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga dan melestarikan budaya panahan ini agar tetap hidup di tengah-tengah masyarakat.

Dalam melestarikan budaya panahan ini, peran pemerintah juga sangat penting. Pemerintah dapat memberikan dukungan dan fasilitas yang memadai untuk masyarakat yang ingin mengembangkan dan menjaga budaya panahan ini. Selain itu, juga perlu dilakukan upaya pembinaan dan pelatihan kepada generasi muda agar mereka tertarik dan mengenal lebih dalam tentang budaya panahan ini.

Dalam mengembangkan budaya panahan, tidak hanya soal olahraga semata, tetapi juga dapat menjadi salah satu potensi pariwisata. Yogyakarta sebagai salah satu kota budaya di Indonesia dapat memanfaatkan budaya panahan ini sebagai salah satu daya tarik wisata. Melalui promosi dan pengembangan infrastruktur yang baik, wisatawan dapat datang dan mengenal lebih dalam tentang budaya panahan ini.

Dalam kesimpulan, gendewo atau busur panah merupakan senjata tradisional yang memiliki nilai budaya yang tinggi. Wagiman, seorang pengrajin gendewo di Yogyakarta, berperan penting dalam melestarikan budaya panahan ini melalui pembuatan gendewo berkualitas. Dalam melestarikan budaya panahan ini, peran pemerintah dan generasi muda juga sangat penting. Diharapkan budaya panahan ini tetap terjaga dan menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.


Dian

Dian

Menghadirkan konten berkualitas yang menggambarkan keindahan dan keunikan Yogyakarta, Berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk mempromosikan pariwisata dan produk lokal, Menjadi sumber informasi terpercaya tentang Yogyakarta bagi pembaca exploreyogya.com!
https://exploreyogya.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *