Wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Jogja selama tiga tahun terakhir mengalami peningkatan yang signifikan. Data dari Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta menunjukkan bahwa pada tahun 2015, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Jogja mencapai 3.250.681 orang. Angka ini meningkat pada tahun 2016 menjadi 3.547.352 orang, yang terdiri dari 3.150.834 wisatawan nusantara (wisnus) dan 396.518 wisatawan mancanegara (wisman). Pada tahun 2017, jumlah kunjungan wisatawan mencapai 3.894.771 orang, dengan 3.459.116 wisnus dan 435.655 wisman.
Data untuk tahun 2018 juga menunjukkan peningkatan kunjungan wisatawan. Dari bulan Januari hingga Juni, tercatat total 261.153 wisatawan yang berkunjung ke Jogja. Dari angka tersebut, 11.718 adalah wisatawan mancanegara dan 249.434 adalah wisatawan nusantara. Hingga bulan Juni, jumlah wisatawan yang berkunjung mencapai 1.859.888 orang, dengan 113.993 wisman dan 1.745.895 wisnus.
Untuk mencapai target kunjungan wisatawan yang lebih tinggi, Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta terus melakukan berbagai upaya promosi. Salah satu promosi yang telah dilakukan adalah table top, pameran, dan camtrip. Table top adalah kegiatan promosi di mana pihak Dinas Pariwisata bertemu dengan para pelaku industri pariwisata untuk mempromosikan Jogja sebagai destinasi wisata. Pameran juga menjadi salah satu upaya promosi yang dilakukan, di mana Jogja menjadi salah satu peserta pameran pariwisata baik di dalam maupun di luar negeri. Selain itu, camtrip juga dilakukan dengan mengundang wartawan dari luar negeri untuk meliput berbagai acara yang ada di Jogja, seperti Wayang Night Carnival yang akan diselenggarakan pada bulan Oktober mendatang.
Selain melakukan promosi, Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta juga bekerjasama dengan kampung wisata yang ada di Jogja sebagai alternatif wisata. Terdapat 17 kampung wisata yang bekerjasama dengan Dinas Pariwisata, di mana kampung-kampung wisata ini diberikan kebebasan untuk mengembangkan potensi daerahnya masing-masing. Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta juga akan membantu dalam bidang promosi untuk mendukung kampung wisata tersebut.
Norwind N Winursito, Kasi Pengembangan Obyek Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, mengungkapkan pentingnya keberadaan kampung wisata ini. Menurutnya, dengan adanya kampung wisata, diharapkan wisatawan tidak akan bosan datang ke Jogja. Kampung-kampung wisata ini menawarkan pengalaman yang berbeda dengan destinasi wisata utama di Jogja, sehingga wisatawan dapat mencoba hal-hal baru dan merasakan keunikan dari masing-masing kampung wisata.
Salah satu kampung wisata yang menjadi tujuan wisatawan adalah Kampung Tembi. Kampung wisata ini terletak di daerah Timbulharjo, Sewon, Bantul. Kampung Tembi menawarkan suasana desa yang khas dengan bangunan-bangunan tradisional dan keindahan alam yang masih terjaga. Wisatawan dapat mengunjungi berbagai tempat menarik di Kampung Tembi, seperti museum, galeri seni, dan pertunjukan seni tradisional. Selain itu, wisatawan juga dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat dan belajar tentang kehidupan sehari-hari di kampung tersebut.
Selain Kampung Tembi, terdapat juga kampung wisata lainnya seperti Kampung Wisata Deles, Kampung Wisata Ngebel, dan Kampung Wisata Jodipan. Setiap kampung wisata memiliki daya tariknya sendiri dan menawarkan pengalaman yang berbeda bagi wisatawan. Dalam kampung wisata ini, wisatawan dapat melihat langsung kehidupan masyarakat setempat, mengenal budaya dan tradisi mereka, serta mencoba berbagai aktivitas seperti membatik, memasak makanan tradisional, atau mengikuti pertunjukan seni.
Selain kampung wisata, Jogja juga memiliki berbagai destinasi wisata utama yang terkenal seperti Keraton Yogyakarta, Malioboro, dan Candi Borobudur. Keraton Yogyakarta adalah istana yang merupakan pusat kebudayaan Jawa. Di sini, wisatawan dapat melihat keindahan arsitektur keraton dan mengenal lebih dekat tentang budaya Jawa. Malioboro adalah pusat perbelanjaan dan keramaian di Jogja. Di sini, wisatawan dapat berbelanja oleh-oleh khas Jogja, mencoba kuliner lokal, dan menikmati suasana malam di sekitar Malioboro. Candi Borobudur adalah salah satu candi Buddha terbesar di dunia dan merupakan salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO. Wisatawan dapat mengunjungi Candi Borobudur dan menyaksikan keindahan arsitektur candi serta melihat relief-relief yang mengisahkan kehidupan Buddha.
Selain destinasi wisata utama, Jogja juga memiliki berbagai tempat wisata alam yang menakjubkan. Misalnya, pantai-pantai indah seperti Pantai Parangtritis, Pantai Indrayanti, dan Pantai Timang. Wisatawan dapat menikmati keindahan pantai, berenang, atau mencoba berbagai aktivitas seperti bermain parasailing atau naik gondola di Pantai Timang. Selain pantai, Jogja juga memiliki Gunung Merapi yang merupakan salah satu gunung berapi aktif di Indonesia. Wisatawan dapat mendaki Gunung Merapi dan menikmati keindahan alam serta melihat pemandangan yang spektakuler dari puncak gunung.
Selain potensi wisata alam yang melimpah, Jogja juga memiliki berbagai potensi wisata budaya dan seni. Misalnya, pertunjukan wayang kulit yang menjadi salah satu warisan budaya Indonesia. Wayang kulit adalah seni pertunjukan tradisional yang menggunakan boneka kulit untuk menceritakan cerita-cerita epik seperti Mahabharata atau Ramayana. Wisatawan dapat menyaksikan pertunjukan wayang kulit di berbagai tempat di Jogja, seperti di Keraton Yogyakarta atau di Puro Pakualaman.
Selain wayang kulit, Jogja juga terkenal dengan seni batiknya. Batik merupakan seni membuat kain dengan teknik pewarnaan tertentu yang menghasilkan motif yang indah dan unik. Di Jogja, terdapat berbagai tempat yang menjual batik, seperti Pasar Beringharjo atau Pasar Klithikan. Wisatawan dapat membeli batik sebagai oleh-oleh atau bahkan belajar membuat batik sendiri dengan mengikuti workshop batik di salah satu tempat di Jogja.
Selain itu, Jogja juga memiliki berbagai festival seni dan budaya yang menarik, seperti Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) dan Yogyakarta International Gamelan Festival (YGIF). FKY adalah festival seni yang diadakan setiap tahun di Jogja dan menampilkan berbagai pertunjukan seni tradisional seperti tari, musik, dan teater. YGIF adalah festival musik tradisional yang menampilkan pertunjukan gamelan dari berbagai daerah di Indonesia. Wisatawan dapat menyaksikan pertunjukan-pertunjukan tersebut dan merasakan kekayaan seni dan budaya yang ada di Jogja.
Dengan potensi wisata yang melimpah, Jogja terus berupaya untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Melalui berbagai upaya promosi dan kerjasama dengan kampung wisata, Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta berharap dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Jogja. Selain itu, upaya untuk memperkenalkan potensi wisata budaya dan alam yang ada di Jogja juga dilakukan melalui berbagai festival dan acara seni yang menarik. Dengan demikian, diharapkan Jogja dapat menjadi salah satu destinasi wisata yang populer di Indonesia dan menarik minat wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri.