Kuliner Tradisional Hingga Kue Berbentuk Candi Meriahkan Festival Purbakala



Kuliner di Festival Purbakala 2019

Festival Purbakala yang digelar di Museum Sonobudoyo Yogyakarta pada tanggal 14-19 Juni 2019 tidak hanya menampilkan berbagai benda cagar budaya yang berusia ribuan tahun, tetapi juga menyajikan beragam kuliner tradisional yang menggugah selera. Acara ini merupakan wadah bagi para penjual kuliner untuk memperkenalkan dan mempromosikan makanan-makanan khas daerah yang telah menjadi warisan budaya.

Penjual kuliner dalam festival ini mendapatkan kesempatan untuk menjajakan produk-produk mereka di gedung Ex KONI Museum Sonobudoyo. Dalam suasana festival yang meriah, pengunjung dapat menikmati aneka kuliner tradisional di stand milik Sanka Heritage. Berbagai makanan lezat seperti utri, gethuk goreng, ayung-ayung, jadah goreng, lupis, dan masih banyak lagi dapat ditemukan di sana.

Namun, yang membuat stand Sanka Heritage begitu menarik adalah kehadiran cookies yang berbentuk candi. Menurut Retno, salah satu perwakilan dari Sanka Heritage, cookies ini terinspirasi dari bentuk-bentuk candi terkenal di Yogyakarta seperti Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko. Cookies tersebut tersedia dalam berbagai rasa seperti original susu, cokelat, jahe, sere, dan masih banyak lagi. Selain itu, cookies ini juga bisa ditemukan dalam kemasan toples dan dikombinasikan dengan kue lain.

Menariknya, konsep kuliner yang dijual di stand Sanka Heritage didasarkan pada relief-relief candi. Salah satu contohnya adalah keripik belut yang terinspirasi oleh relief-relief pada candi. Retno menunjukkan gambar yang menunjukkan relief tersebut sambil menjelaskan bahwa kuliner tersebut merupakan cara untuk memperkenalkan warisan budaya kepada generasi muda yang mungkin kesulitan membaca dan memahami nilai-nilai budaya melalui media tradisional. Dengan menghidangkan makanan-makanan yang menggugah selera, generasi muda dapat lebih mudah mengenali dan menghargai cagar budaya yang ada.

Nur, perwakilan dari Sanka Heritage, menambahkan bahwa konsep yang diusung oleh Sanka Heritage adalah bahwa heritage itu manis. Dalam arti, warisan budaya tidak harus menyeramkan atau angker, tetapi bisa seindah dan semanis cokelat dan kue. Dengan cara ini, Sanka Heritage berusaha untuk mengajak masyarakat untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya mereka dengan penuh kecintaan, sebagaimana mereka menyayangi makanan-makanan yang disajikan di stand tersebut.

Tentu saja, kuliner-kuliner khas Sanka Heritage ini tidak hanya bisa dinikmati di Festival Purbakala saja. Mereka juga memiliki beberapa tempat penjualan seperti Ametati kafe, Bokopi, Temple Coffeem, dan Pasar Wisata Prambanan. Selain itu, para penggemar kuliner ini juga bisa memesannya melalui sanka_heritage.

Selain kuliner tradisional, Festival Purbakala juga menampilkan kegiatan-kegiatan menarik seperti “Diskusi Purba”, “Sastra Purba”, “Malam Purba Milenialkala”, “Wayang Kulit Purba Milenialkala”, dan “Pasar Purba”. Acara-acara ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Purbakala ke-106. Festival ini merupakan momentum yang tepat untuk mengenang dan mempelajari tentang masa lalu yang kaya akan budaya dan peradaban.

Festival Purbakala tidak hanya menjadi ajang pelestarian dan pengenalan warisan budaya, tetapi juga menjadi sarana untuk mengapresiasi dan merayakan kekayaan budaya yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia. Dalam festival ini, kita dapat melihat betapa pentingnya peran kuliner sebagai salah satu aspek dari warisan budaya. Kuliner tradisional tidak hanya merupakan makanan lezat yang harus dinikmati, tetapi juga merupakan cermin dari sejarah, kebudayaan, dan identitas suatu daerah.

Dengan menghadirkan kuliner-kuliner tradisional dalam Festival Purbakala, Sanka Heritage telah memberikan kontribusi yang berarti dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya Indonesia. Melalui makanan, mereka berhasil menyampaikan pesan penting kepada generasi muda bahwa warisan budaya adalah sesuatu yang perlu dijaga dan dihargai. Dengan begitu, generasi muda dapat memahami dan menghormati nilai-nilai budaya yang ada, serta berperan dalam melestarikannya untuk generasi mendatang.

Dalam rangka memperingati Hari Purbakala ke-106, Festival Purbakala yang diadakan di Museum Sonobudoyo Yogyakarta merupakan ajang yang sangat berarti. Melalui festival ini, kita dapat melihat dan merasakan kekayaan budaya Indonesia yang begitu beragam dan mempesona. Dari kuliner tradisional hingga benda-benda cagar budaya yang berusia ribuan tahun, semuanya menjadi bukti nyata akan kekayaan budaya yang dimiliki oleh Indonesia.

Tidak hanya menjadi ajang pelestarian dan promosi warisan budaya, Festival Purbakala juga menjadi momen yang tepat untuk mengeksplorasi dan mempelajari tentang masa lalu yang penuh dengan cerita dan kejayaan. Melalui kegiatan-kegiatan seperti “Diskusi Purba”, “Sastra Purba”, dan “Wayang Kulit Purba Milenialkala”, kita dapat mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang peradaban masa lalu, serta mengapresiasi kekayaan budaya yang telah ditinggalkan oleh nenek moyang kita.

Dalam Festival Purbakala ini, pengunjung juga dapat menemukan kopi nusantara dan aksesori yang terkait dengan budaya Indonesia. Dengan demikian, kehadiran kuliner dan produk-produk lokal lainnya juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendukung dan mempromosikan produk-produk Indonesia.

Festival Purbakala 2019 di Museum Sonobudoyo Yogyakarta telah memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi para pengunjungnya. Dengan menghadirkan kuliner tradisional yang lezat dan unik, festival ini berhasil menyatukan keberagaman budaya Indonesia dalam satu tempat. Melalui kuliner, kita dapat mengenal lebih jauh tentang sejarah, kebudayaan, dan identitas suatu daerah. Dengan demikian, Festival Purbakala tidak hanya menjadi ajang pelestarian warisan budaya, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan dan mengapresiasi kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat luas.

Dalam sebuah negara yang memiliki keanekaragaman budaya seperti Indonesia, menjaga dan melestarikan warisan budaya adalah tugas bersama. Melalui Festival Purbakala, kita dapat melihat betapa pentingnya peran kuliner dalam menjaga dan mempromosikan warisan budaya. Dengan menikmati kuliner tradisional, kita juga ikut serta dalam merayakan kekayaan budaya Indonesia.

Oleh karena itu, mari kita dukung dan ikut serta dalam acara Festival Purbakala di masa mendatang. Melalui festival ini, kita dapat menikmati kuliner tradisional yang lezat, mempelajari sejarah dan budaya Indonesia, serta berkontribusi dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya kita. Mari kita jadikan Festival Purbakala sebagai ajang untuk merayakan dan menghargai kekayaan budaya Indonesia yang begitu beragam dan mempesona.


Dian

Dian

Menghadirkan konten berkualitas yang menggambarkan keindahan dan keunikan Yogyakarta, Berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk mempromosikan pariwisata dan produk lokal, Menjadi sumber informasi terpercaya tentang Yogyakarta bagi pembaca exploreyogya.com!
https://exploreyogya.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *