Kostum Unik Ramaikan Pawai Grebeg Pasar Yogyakarta



Pawai Grebeg Pasar dalam rangka memperingati HUT Yogyakarta ke 262 telah dilaksanakan dengan meriah. Sejumlah pedagang yang berasal dari berbagai pasar tradisional turut serta dalam pawai ini. Acara ini diadakan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta dan diikuti oleh ribuan pedagang. Mereka menghiasi jalan sepanjang rute kirab dengan menggunakan berbagai kostum unik dan menarik.

Pawai Grebeg Pasar dimulai dari Pasar Bringharjo menuju Plasa Ngasem Yogyakarta pada tanggal 20 Oktober. Peserta pawai terdiri dari kontingen-kontingen dari berbagai pasar tradisional di Yogyakarta. Setiap kontingen menampilkan keunikan dan kekhasan pasar tradisional yang mereka wakili.

Salah satu kontingen yang menarik perhatian adalah kontingen dari Pasar Giwangan. Mereka menampilkan puluhan Pasukan Bregada lengkap dengan atributnya. Pasukan Bregada ini berasal dari Sanggar Kesenian Pasar Kota (Kapeka). Selain itu, ada juga kontingen dari Pasar Demangan yang mengenakan kostum baju kebaya namun dengan tambahan topeng. Mereka menampilkan karakter Honoman yang bertingkah lincah menari disepanjang jalan.

Tidak hanya itu, pawai ini juga dihiasi oleh puluhan karakter pewayangan seperti petruk, gareng, kurawa, hingga butho cakil putih dan merah. Mereka bertingkah lucu dan menghibur warga yang menyaksikan pawai. Peserta pawai membawa sekitar 30 gunungan yang berasal dari 30 pasar tradisional yang berbeda. Gunungan ini merupakan simbol dari apa yang mereka miliki dan mereka bagikan kepada masyarakat.

Johari, salah satu peserta pawai, mengungkapkan bahwa persiapan untuk pawai ini telah dilakukan sejak seminggu yang lalu. Mereka tidak hanya mempersiapkan atribut kostum, tetapi juga pengisian gunungan. Gunungan ini merupakan kumpulan sumbangan dari para pedagang dengan ikhlas. Mereka ingin membagikan apa yang mereka miliki kepada masyarakat.

Seluruh kontingen akan menampilkan penampilan mereka di Plasa Ngasem di depan Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi dan para tamu undangan. Setiap kontingen diberikan waktu 10 menit untuk mempertunjukkan penampilan mereka. Penampilan ini mencerminkan keunikan dan kekhasan dari pasar tradisional yang mereka wakili.

Wakil Wali Kota Yogyakarta mengungkapkan bahwa Grebeg Pasar ini merupakan wujud rasa bersyukur dari para pedagang. Mereka ingin membagikan apa yang mereka punya kepada masyarakat. Gunungan yang mereka bawa mencerminkan pasar tradisional sebagai tempat mereka berdagang. Selain itu, acara ini juga dihiasi dengan atraksi kesenian karena Yogyakarta adalah kota kesenian.

Setelah acara selesai, seluruh gunungan yang dibawa oleh peserta pawai akan dirayakan atau diperebutkan oleh seluruh warga yang hadir di Plasa Ngasem. Ini menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat karena mereka memiliki kesempatan untuk mendapatkan bagian dari gunungan yang diperebutkan.

Pawai Grebeg Pasar merupakan acara yang sangat berarti bagi para pedagang dan masyarakat Yogyakarta. Acara ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan dan mempromosikan pasar tradisional kepada masyarakat. Melalui pawai ini, diharapkan pasar tradisional tetap menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Yogyakarta.


Dian

Dian

Menghadirkan konten berkualitas yang menggambarkan keindahan dan keunikan Yogyakarta, Berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk mempromosikan pariwisata dan produk lokal, Menjadi sumber informasi terpercaya tentang Yogyakarta bagi pembaca exploreyogya.com!
https://exploreyogya.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *