Kopi Lumbung Mataram: Bangunan Kuno dan Menu Tradisional



Kopi Lumbung Mataram: Menikmati Kuliner Tradisional dalam Sejarah yang Tersembunyi

Kuliner adalah salah satu aspek penting dari kebudayaan suatu daerah. Setiap daerah memiliki makanan khas yang mencerminkan warisan budayanya. Di Kotagede, Yogyakarta, terdapat sebuah tempat unik yang menawarkan pengalaman kuliner yang berbeda dari yang biasa. Kopi Lumbung Mataram, sebuah kedai kopi yang terletak di Jl. Purbayan No.1272, RT.57/RW.14, Purbayan, Kotagede, menyajikan menu tradisional Jawa dalam suasana bangunan kuno yang sarat sejarah.

Berbicara tentang Kopi Lumbung Mataram, tidak bisa dilepaskan dari cerita sejarahnya yang menarik. Tempat ini dimiliki oleh Arif Wijaya, seorang keturunan kelima dari pemilik rumah tersebut. Bangunan kuno Kopi Lumbung Mataram terdiri dari dua rumah yang memiliki ciri khas bangunan Jawa Kotagede. Bagian timur rumah tersebut memiliki tahun tertera, yaitu tahun 1750. Namun, bagian barat rumah ini lebih tua dan tahun berapanya masih belum diketahui dengan pasti. Bangunan ini telah menjadi warisan keluarga Arif selama lima generasi.

Menurut Arif, moyang mereka berasal dari Tiongkok yang bernama Yakarya, atau dalam bahasa Jawa disebut Jokaryo. Yakarya memiliki peran penting di Kerajaan Mataram sebagai konsultan dan juru mertani. Sejarah ini memberikan nuansa berbeda dalam bangunan kuno Kopi Lumbung Mataram. Bangunan ini tidak hanya menjadi saksi bisu perjalanan waktu, tetapi juga menyimpan banyak cerita masa lalu, termasuk masa penjajahan.

Saat mengunjungi Kopi Lumbung Mataram, pengunjung akan melihat adanya sebuah joglo kecil di salah satu bagian bangunan. Bagian loteng joglo tersebut dulunya digunakan sebagai tempat penyimpanan bahan pangan. Di dua sisi loteng tersebut terdapat pintu kecil yang menjadi jalan keluar rahasia. Pada masa penjajahan, bangunan ini menjadi tempat yang cerdik untuk menyembunyikan bahan makanan dari para penjajah yang ingin menyita atau membakarnya.

Karena sejarah dan bangunan kuno yang unik ini, Kopi Lumbung Mataram pernah mendapat penghargaan sebagai bangunan cagar budaya saat Hery Zudianto menjabat sebagai Walikota Yogyakarta. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa tempat ini tidak hanya memiliki nilai kuliner yang tinggi, tetapi juga menjadi bagian penting dari sejarah dan budaya Kotagede.

Pendirian Kopi Lumbung Mataram sendiri tidak lepas dari peran keluarga Arif dalam melestarikan warisan budaya mereka. Tempat ini awalnya merupakan lahan tidur keluarga tersebut yang terancam dijual karena melonjaknya Pajak Bumi dan Bangunan. Namun, keluarga Arif memutuskan untuk memanfaatkan lahan tersebut dengan mendirikan sebuah kafe yang memadukan kuliner tradisional dengan suasana bangunan kuno yang khas.

Konsep Kopi Lumbung Mataram adalah menciptakan suasana santai di mana pengunjung dapat menikmati makanan dan minuman tanpa distraksi dari gadget. Tempat ini dirancang untuk membawa pengunjung kembali ke suasana tempo dulu, di mana obrolan dan kebersamaan adalah hal utama. Pengunjung dapat menikmati hidangan mereka di berbagai bagian Kopi Lumbung Mataram, seperti joglo, selasar, atau bahkan di spot makan yang berbentuk kandang sapi.

Menu makanan di Kopi Lumbung Mataram mengusung tema tradisional Jawa. Menu andalan mereka adalah nasi yang dibungkus dengan daun jati. Di dalam daun jati tersebut terdapat nasi oseng-oseng suun, oseng-oseng tahu, dan suwiran daging ayam kampung. Setiap harinya, menu di sini berganti-ganti. Beberapa menu yang bisa ditemui antara lain oseng-oseng kecipir, oseng-oseng janggel, mangut, pindang, aneka sate, dan masih banyak lagi. Kopi Lumbung Mataram juga menawarkan minuman spesial bernama Wedang Rempah yang terbuat dari lima macam rempah, yaitu jahe, kapulaga, serai, cengkeh, dan kayu manis.

Kopi Lumbung Mataram buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 21.00. Meskipun mereka sudah siap melayani pengunjung pada pukul 07.00, namun tidak semua menu tersedia pada jam tersebut. Untuk menikmati menu lengkap, pengunjung disarankan datang pada pukul delapan hingga sembilan pagi.

Kopi Lumbung Mataram adalah tempat yang sempurna bagi pecinta kuliner tradisional yang ingin merasakan suasana berbeda. Dengan bangunan kuno yang telah menjadi saksi bisu perjalanan waktu, tempat ini memberikan pengalaman yang unik dan berbeda. Selain itu, dengan menyajikan menu tradisional Jawa, Kopi Lumbung Mataram juga berperan dalam melestarikan warisan budaya Kotagede. Jadi, jika Anda sedang berada di Yogyakarta, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi Kopi Lumbung Mataram dan menikmati kuliner tradisional dalam suasana yang penuh sejarah ini.


Dian

Dian

Menghadirkan konten berkualitas yang menggambarkan keindahan dan keunikan Yogyakarta, Berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk mempromosikan pariwisata dan produk lokal, Menjadi sumber informasi terpercaya tentang Yogyakarta bagi pembaca exploreyogya.com!
https://exploreyogya.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *