Kalau punya cita-cita setinggi langit. Apapun memang harus dilakukan agar cita-cita itu terwujud. Nah. Itulah yang dilakukan seniman Ki Joko Wasis. Demi cita-citanya yang ingin melukis sambil terbang dengan helikopter (flying& painting), seniman nyentrik ini kini sedang sibuk menyelesaikan lukisan berukuran besarnya untuk kemudian dilelang untuk menyewa helikopter untuk membantu dirinya melukis sembari terbang.
Ki Joko Wasis sudah dua minggu ini membuat lukisan berukuran 400x380cm di lobby luar Stasiun Tugu Yogyakarta tepatnya di dekat pintu samping selatan ruang lobby luar stasiun. Tempat Ki Joko Wasis melukis ini adalah selasar bagi calon penumpang kereta api.
Aktifitas melukis Ki Joko Wasis ini menjadi pusat perhatian para calon penumpang yang berjalan di selasar itu atau para calon penumpang yang sedang menunggu datangnya kereta api. Ada yang mengabadikan aktifitas Ki Joko Wasis tersebut denga kamera foto atau handphone. Ada pula yang serius, meski hanya beberapa saat waktu, mengamati lukisan yang sudah diselesaikan Ki Joko Wasis.
Ki Joko Wasis menggunakan bantuan beberapa kursi yang ditahan oleh kayu yang diletakkan sebagai penahan kursi-kursi tersebut. Ki Joko Wasis kadang harus berdiri untuk menyempurnakan lukisan dibagian atas kanvas. Kadang harus duduk untuk menyempurnakan lukisan bagian tengah kanvas.
Ia begitu menikmati pekerjaan ini tanpa khawatir dengan posisi bekerjanya yang berada cukup tinggi dari permukaan lantai berkeramik itu.
Seniman asli Yogyakarta ini sudah menyelesaikan 80 persen lebih lukisan berukuran cukup besar ini ketika Jogjanews mendatanginya. Lukisan itu bercerita tentang situasi Stasiun Tugu pada waktu Ki Joko Wasis masih kecil seumuran anak SD.
Ada banyak aktifitas khas stasiun kereta api terekam dalam lukisan seniman yang sudah berusia hampir 50 tahun ini. Ada kereta api yang berhenti diperlintasan didalam stasiun, orang-orang yang keluar dari stasiun, tukang becak, andong dan taksi bersama calon penumpang mereka. Bahkan ada pula aktivitas jual beli layaknya dalam pasar didepan Stasiun Tugu Yogyakarta. Suasana tampak ramai. Hiruk pikuk.
“Dulu banyak anak-anak seusia saya ini ngetren mencari bungkus rokok hingga ke stasiun ini,” cerita Ki Joko Wasis.
Ki Joko Wasis melukis menggunakan cat minyak pada nampan seng. Ia menjelaskan lukisan yang ia buat ini adalah lukisan dekoratif dengan gerakan tangan yang sangat monoton. Corak lukisan ini lebih kepada corak impresif terlihat dari beraneka ragamnya bentuk-bentuk manusia didalam lukisan ini.
“Ini lukisan Dekoratif. Bergerak-gerak begitu monoton dengan corak impresif,” jelas Ki Joko Wasis tentang proses pengerjaan lukisannya ini. Ia mendapatkan bahan serta alat melukisnya dari panitia Biennale Jogja yang sudah selesai bulan lalu itu.
20 persen lagi lukisan yang diberi judul “Jas Merah Stasiun Toegoe” ini akan selesai. Setelah itu Ki Joko Wasis akan melelang lukisan tersebut dan hasil lelangnya akan ia gunakan untuk menyewa pesawat helikopter yang akan menjadi salah satu media melukis sembari terbang (flying&painting)
“Sejak jaman Majapahit ini belum ada,” kata Ki Joko Wasis seperti hendak menabalkan niatan besarnya itu.
Ki Joko Wasis begitu serius dengan niatannya itu., Ia bahkan sudah bertanya kepada pihak AURI dan mendapatkan kesepakatan untuk dibantu agar cita-cita bisa terwujud. “Saya baru nanya-nanya sewa helikopternya berapa sama pihak AURI. Mereka bisa membantu. Saya sudah nanya bisa,” jelas seniman berputra empat ini.
Berapa Ki Joko Wasis akan melelang lukisan ini? “Ya kira-kira bisa sebesar 40 jutaan lah,” kata Ki Joko Wasis mengira-mengira. “Semua itu sudah selayaknya dengan semua proses kerja yang sudah dilakukan,” katanya lagi.
Dalam perjalanan hidupnya, Ki Joko Wasis memang selalu berani bermimpi dan mengambil langkah-langkah nyata untuk mewujudkan mimpinya. Sejak kecil, ia sudah tertarik dengan seni lukis dan seni visual. Ketertarikannya semakin kuat saat ia melihat seniman lain melukis di atas helikopter. Ia merasa terpanggil untuk mencoba hal serupa.
Namun, perjalanan menuju cita-cita yang tinggi tidaklah mudah. Ki Joko Wasis harus menghadapi banyak tantangan dan rintangan. Salah satunya adalah mencari dana untuk menyewa helikopter. Karena itu, ia memutuskan untuk membuat lukisan berukuran besar dan menjualnya lewat lelang. Ia percaya bahwa lukisan tersebut akan menarik minat para kolektor dan penggemar seni yang ingin mendukung mimpinya.
Selama dua minggu terakhir, Ki Joko Wasis telah bekerja keras untuk menyelesaikan lukisan tersebut. Ia melukis di lobby luar Stasiun Tugu Yogyakarta, tempat yang strategis untuk menarik perhatian banyak orang. Aktivitasnya menarik minat para calon penumpang yang melewati selasar tersebut. Mereka mengabadikan momen dengan mengambil foto atau video, dan ada yang bahkan mengamati lukisan dengan serius.
Ki Joko Wasis menggunakan cat minyak dan nampan seng dalam proses melukisnya. Ia menciptakan lukisan dekoratif dengan gerakan tangan yang monoton namun impresif. Lukisan tersebut menggambarkan suasana stasiun kereta api pada masa kecil Ki Joko Wasis, dengan berbagai aktivitas yang terjadi di sekitarnya. Lukisan tersebut mencerminkan kehidupan sehari-hari masyarakat Yogyakarta saat itu, dengan keramaian dan hiruk pikuk yang khas.
Meskipun masih harus menyelesaikan 20 persen lagi, Ki Joko Wasis tidak kehilangan semangat untuk mewujudkan cita-citanya. Ia bahkan sudah menghubungi pihak AURI untuk mendapatkan bantuan dalam menyewa helikopter. Dengan rasa optimis, ia berharap bahwa lelang lukisan tersebut akan sukses dan menghasilkan dana yang cukup untuk menyewa helikopter.
Dalam proses mencapai cita-citanya, Ki Joko Wasis juga ingin menginspirasi orang lain untuk bermimpi besar dan berani mengambil tindakan nyata. Ia ingin menunjukkan bahwa dengan tekad dan usaha yang kuat, mimpi-mimpi setinggi langit pun bisa terwujud. Ia ingin mendorong orang-orang untuk tidak takut menghadapi tantangan dan rintangan, melainkan berjuang dan terus berusaha untuk mencapai apa yang diimpikan.
Cita-cita Ki Joko Wasis untuk melukis sambil terbang dengan helikopter memang terlihat sangat unik dan tidak biasa. Namun, hal tersebutlah yang membuatnya berbeda dan menarik perhatian banyak orang. Ia percaya bahwa dengan menciptakan karya seni yang unik dan berani mengambil risiko, ia dapat mencapai keberhasilan yang diimpikan.
Setiap langkah dan usaha yang dilakukan oleh Ki Joko Wasis menuju cita-citanya adalah bukti nyata bahwa ia serius dalam mewujudkan mimpinya. Ia tidak hanya bermimpi, tetapi juga mengambil tindakan konkrit untuk mencapainya. Ia mencari dukungan dan bantuan dari pihak lain, dan bekerja keras untuk menciptakan karya seni yang menarik dan berkualitas.
Dalam perjalanan hidupnya, Ki Joko Wasis juga telah menghadapi banyak tantangan dan rintangan. Namun, ia tidak pernah menyerah dan terus berjuang untuk mewujudkan impian dan cita-citanya. Ia adalah contoh nyata bahwa dengan kerja keras, ketekunan, dan tekad yang kuat, segala sesuatu yang diimpikan dapat terwujud.
Dalam proses mencapai cita-citanya, Ki Joko Wasis juga ingin menginspirasi orang lain untuk tidak takut bermimpi besar dan berani mengambil tindakan nyata. Ia ingin menunjukkan bahwa setiap orang memiliki potensi dan kemampuan untuk mencapai apa yang diimpikan, asalkan memiliki tekad dan usaha yang kuat.
Melukis sambil terbang dengan helikopter mungkin terdengar seperti mimpi yang tidak mungkin. Namun, Ki Joko Wasis membuktikan bahwa mimpi tersebut dapat menjadi kenyataan jika seseorang memiliki keberanian dan ketekunan untuk mengikutinya. Ia adalah contoh nyata bahwa orang-orang tidak boleh takut untuk bermimpi besar dan mengambil tindakan nyata untuk mewujudkan impian mereka.
Dalam hidup ini, setiap orang memiliki cita-cita dan impian yang ingin dicapai. Namun, tidak semua orang memiliki keberanian dan ketekunan untuk mengikutinya. Banyak orang yang takut mengambil risiko dan takut menghadapi tantangan dan rintangan yang mungkin muncul di sepanjang jalan.
Namun, Ki Joko Wasis adalah contoh nyata bahwa dengan keberanian dan ketekunan, segala sesuatu yang diimpikan dapat terwujud. Ia tidak hanya bermimpi, tetapi juga mengambil tindakan nyata untuk mencapainya. Ia mencari dukungan dan bantuan dari pihak lain, dan bekerja keras untuk menciptakan karya seni yang menarik dan berkualitas.
Dalam hidup ini, kita semua memiliki potensi dan kemampuan untuk mencapai apa yang diimpikan. Kunci untuk mencapainya adalah memiliki keberanian dan ketekunan untuk mengikutinya. Jangan pernah takut untuk bermimpi besar dan mengambil tindakan nyata untuk mewujudkan impian kita. Seperti yang dilakukan oleh Ki Joko Wasis, kita juga dapat mencapai cita-cita setinggi langit jika kita berani bermimpi dan mengambil langkah-langkah nyata untuk mencapainya.