Heading 2: Sejarah Kepuharjo Sport Centre (KSC)
Heading 3: Awal Mula Terbentuknya Lapangan Sepak Bola KSC
Lapangan sepak bola Kepuharjo Sport Centre (KSC) di Dusun Pagerjurang, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Yogyakarta memiliki sejarah yang menarik. Awalnya, lapangan ini hanya berupa tanah kas desa yang terbengkalai dan tidak terurus. Tanah tersebut dulunya merupakan tempat tumpukan batu dan pasir dari Gunung Merapi. Lapangan ini biasanya hanya digunakan untuk acara dangdutan dan hura-hura saja.
Namun, pada tahun 2017, anggota Karang Taruna Kepuharjo dan masyarakat sekitar merasa perlu untuk merapihkan dan membersihkan lahan tersebut. Mereka melakukan pengerjaan secara mandiri dengan menutup tumpukan batu yang tidak beraturan dan meratakan pasir untuk dijadikan pondasi awal lapangan. Pekerjaan ini dilakukan dengan patungan dari anggota Karang Taruna.
Setelah lahan tertata rapi, perangkat desa menyambut baik rencana pembuatan lapangan sepak bola ini. Mereka mulai mencari dana bantuan untuk penggarapan lapangan lebih lanjut. Pada tahun 2019, sejumlah bantuan mulai berdatangan, baik dari warga, dana kas desa, Pemerintah Kabupaten Sleman, maupun Corporate Social Responsibility (CSR) Koperasi Petruk Kepuharjo. Dana sekitar Rp. 950 juta berhasil terkumpul sebagai modal awal pembuatan lapangan.
Heading 2: Pembangunan dan Fasilitas Lapangan Sepak Bola KSC
Heading 3: Proses Pembangunan Lapangan Sepak Bola KSC
Setelah mendapatkan bantuan dana, semangat anggota Karang Taruna Kepuharjo semakin pulih. Mereka mulai menggarap konsep pembangunan lapangan sepak bola KSC secara serius. Meskipun lapangan ini belum selesai tuntas, namun sudah dapat digunakan. Proses pembangunan lapangan ini memakan waktu selama satu tahun lebih.
Lapangan sepak bola KSC memiliki luas sekitar 1,5 hektar. Lapangan ini terdiri dari satu buah lapangan sepak bola mini berukuran 60×40 meter, lapangan futsal ukuran 38×25 meter, dan jogging track. Selain itu, terdapat juga lahan parkir kendaraan serta fasilitas toilet yang memadai.
Garis lapangan dan ukuran gawang lapangan sepak bola KSC dibuat sesuai dengan standar sepak bola internasional. Rumput yang digunakan adalah rumput Zoysia Matrella yang memiliki elastisitas tinggi, sehingga memudahkan bola bergulir dengan lancar. Rumput ini biasa digunakan untuk lapangan sepak bola di Eropa.
Heading 3: Fasilitas dan Pemakaian Lapangan Sepak Bola KSC
Saat ini, lapangan sepak bola KSC baru dapat digunakan pada akhir pekan saja, yaitu pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. Lapangan ini dibuka untuk umum dengan sistem sewa per jam. Harga sewa lapangan sepak bola mini pada pagi hari adalah Rp. 800.000 dan pada sore hari adalah Rp. 1 juta. Sedangkan harga sewa lapangan futsal pada pagi hari adalah Rp. 300.000 dan pada sore hari adalah Rp. 500.000.
Pengelola KSC terus melakukan penyempurnaan fasilitas. Mereka akan memasang lampu lapangan, membangun tribun penonton, kantin atau cafe, kantor pengelola, serta lapangan bola voli di sisi barat pintu masuk KSC.
Heading 2: Masa Depan Kepuharjo Sport Centre (KSC)
Heading 3: Sarana Pendidikan dan Pengembangan Bakat Sepak Bola
KSC memiliki rencana untuk membuat sarana pendidikan bagi anak-anak Desa Kepuharjo agar mereka dapat mengembangkan bakat dan minat mereka pada sepak bola. Mereka berencana mendirikan sekolah sepak bola (SSB) untuk menambah semangat anak-anak sekitar dalam berlatih dan mengembangkan minat mereka pada sepak bola. Dengan adanya SSB, diharapkan KSC dapat menelurkan pemain bola berkualitas di masa depan.
Kepuharjo Sport Centre (KSC) merupakan lapangan sepak bola yang terletak di Dusun Pagerjurang, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Lapangan ini memiliki sejarah yang menarik dan merupakan impian dari Pemuda Karang Taruna Desa Kepuharjo yang akhirnya terwujud. Awalnya, lapangan ini hanya berupa tanah kas desa yang terbengkalai dan tidak terurus. Namun, dengan kerja keras dan dukungan dari berbagai pihak, lapangan ini berhasil dibangun menjadi tempat yang mewah dan nyaman untuk bermain sepak bola.
Pada awalnya, lapangan sepak bola KSC hanya berupa tanah kas desa yang sudah lama terbengkalai. Tanah ini dulunya adalah lahan tempat tumpukan batu dan pasir Merapi yang sangat jauh dari kata bagus dan biasanya dipakai untuk acara dangdutan dan hura-hura saja. Namun, anggota Karang Taruna Kepuharjo dan masyarakat sekitar merasa perlu untuk merapihkan dan membersihkan lahan tersebut. Pada tahun 2017, mereka mulai melakukan pengerjaan secara mandiri dengan menutup tumpukan batu yang tidak beraturan dan meratakan pasir untuk dijadikan pondasi awal lapangan. Pekerjaan ini dilakukan dengan patungan dari anggota Karang Taruna.
Setelah lahan tertata rapi, perangkat desa menyambut baik rencana pembuatan lapangan sepak bola ini. Mereka mulai mencari dana bantuan untuk penggarapan lapangan lebih lanjut. Pada tahun 2019, sejumlah bantuan mulai berdatangan, baik dari warga, dana kas desa, Pemerintah Kabupaten Sleman, maupun Corporate Social Responsibility (CSR) Koperasi Petruk Kepuharjo. Dana sekitar Rp. 950 juta berhasil terkumpul sebagai modal awal pembuatan lapangan.
Setelah mendapatkan bantuan dana, semangat anggota Karang Taruna Kepuharjo semakin pulih. Mereka mulai menggarap konsep pembangunan lapangan sepak bola KSC secara serius. Meskipun lapangan ini belum selesai tuntas, namun sudah dapat digunakan. Proses pembangunan lapangan ini memakan waktu selama satu tahun lebih. Lapangan sepak bola KSC memiliki luas sekitar 1,5 hektar dan terdiri dari satu buah lapangan sepak bola mini berukuran 60×40 meter, lapangan futsal ukuran 38×25 meter, dan jogging track. Selain itu, terdapat juga lahan parkir kendaraan serta fasilitas toilet yang memadai.
Garis lapangan dan ukuran gawang lapangan sepak bola KSC dibuat sesuai dengan standar sepak bola internasional. Rumput yang digunakan adalah rumput Zoysia Matrella yang memiliki elastisitas tinggi, sehingga memudahkan bola bergulir dengan lancar. Rumput ini biasa digunakan untuk lapangan sepak bola di Eropa.
Saat ini, lapangan sepak bola KSC baru dapat digunakan pada akhir pekan saja, yaitu pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. Lapangan ini dibuka untuk umum dengan sistem sewa per jam. Harga sewa lapangan sepak bola mini pada pagi hari adalah Rp. 800.000 dan pada sore hari adalah Rp. 1 juta. Sedangkan harga sewa lapangan futsal pada pagi hari adalah Rp. 300.000 dan pada sore hari adalah Rp. 500.000.
Pengelola KSC terus melakukan penyempurnaan fasilitas. Mereka akan memasang lampu lapangan, membangun tribun penonton, kantin atau cafe, kantor pengelola, serta lapangan bola voli di sisi barat pintu masuk KSC.
Kepuharjo Sport Centre (KSC) memiliki rencana untuk membuat sarana pendidikan bagi anak-anak Desa Kepuharjo agar mereka dapat mengembangkan bakat dan minat mereka pada sepak bola. Mereka berencana mendirikan sekolah sepak bola (SSB) untuk menambah semangat anak-anak sekitar dalam berlatih dan mengembangkan minat mereka pada sepak bola. Dengan adanya SSB, diharapkan KSC dapat menelurkan pemain bola berkualitas di masa depan.
Kepuharjo Sport Centre (KSC) merupakan lapangan sepak bola yang terletak di Dusun Pagerjurang, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Lapangan ini memiliki sejarah yang menarik dan merupakan impian dari Pemuda Karang Taruna Desa Kepuharjo yang akhirnya terwujud. Awalnya, lapangan ini hanya berupa tanah kas desa yang terbengkalai dan tidak terurus. Namun, dengan kerja keras dan dukungan dari berbagai pihak, lapangan ini berhasil dibangun menjadi tempat yang mewah dan nyaman untuk bermain sepak bola.
Pada awalnya, lapangan sepak bola KSC hanya berupa tanah kas desa yang sudah lama terbengkalai. Tanah ini dulunya adalah lahan tempat tumpukan batu dan pasir Merapi yang sangat jauh dari kata bagus dan biasanya dipakai untuk acara dangdutan dan hura-hura saja. Namun, anggota Karang Taruna Kepuharjo dan masyarakat sekitar merasa perlu untuk merapihkan dan membersihkan lahan tersebut. Pada tahun 2017, mereka mulai melakukan pengerjaan secara mandiri dengan menutup tumpukan batu yang tidak beraturan dan meratakan pasir untuk dijadikan pondasi awal lapangan. Pekerjaan ini dilakukan dengan patungan dari anggota Karang Taruna.
Setelah lahan tertata rapi, perangkat desa menyambut baik rencana pembuatan lapangan sepak bola ini. Mereka mulai mencari dana bantuan untuk penggarapan lapangan lebih lanjut. Pada tahun 2019, sejumlah bantuan mulai berdatangan, baik dari warga, dana kas desa, Pemerintah Kabupaten Sleman, maupun Corporate Social Responsibility (CSR) Koperasi Petruk Kepuharjo. Dana sekitar Rp. 950 juta berhasil terkumpul sebagai modal awal pembuatan lapangan.
Setelah mendapatkan bantuan dana, semangat anggota Karang Taruna Kepuharjo semakin pulih. Mereka mulai menggarap konsep pembangunan lapangan sepak bola KSC secara serius. Meskipun lapangan ini belum selesai tuntas, namun sudah dapat digunakan. Proses pembangunan lapangan ini memakan waktu selama satu tahun lebih. Lapangan sepak bola KSC memiliki luas sekitar 1,5 hektar dan terdiri dari satu buah lapangan sepak bola mini berukuran 60×40 meter, lapangan futsal ukuran 38×25 meter, dan jogging track. Selain itu, terdapat juga lahan parkir kendaraan serta fasilitas toilet yang memadai.
Garis lapangan dan ukuran gawang lapangan sepak bola KSC dibuat sesuai dengan standar sepak bola internasional. Rumput yang digunakan adalah rumput Zoysia Matrella yang memiliki elastisitas tinggi, sehingga memudahkan bola bergulir dengan lancar. Rumput ini biasa digunakan untuk lapangan sepak bola di Eropa.
Saat ini, lapangan sepak bola KSC baru dapat digunakan pada akhir pekan saja, yaitu pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. Lapangan ini dibuka untuk umum dengan sistem sewa per jam. Harga sewa lapangan sepak bola mini pada pagi hari adalah Rp. 800.000 dan pada sore hari adalah Rp. 1 juta. Sedangkan harga sewa lapangan futsal pada pagi hari adalah Rp. 300.000 dan pada sore hari adalah Rp. 500.000.
Pengelola KSC terus melakukan penyempurnaan fasilitas. Mereka akan memasang lampu lapangan, membangun tribun penonton, kantin atau cafe, kantor pengelola, serta lapangan bola voli di sisi barat pintu masuk KSC.
Kepuharjo Sport Centre (KSC) memiliki rencana untuk membuat sarana pendidikan bagi anak-anak Desa Kepuharjo agar mereka dapat mengembangkan bakat dan minat mereka pada sepak bola. Mereka berencana mendirikan sekolah sepak bola (SSB) untuk menambah semangat anak-anak sekitar dalam berlatih dan mengembangkan minat mereka pada sepak bola. Dengan adanya SSB, diharapkan KSC dapat menelurkan pemain bola berkualitas di masa depan.