Kenyal Kenyil Mie Kuning Tiga Generasi



Pabrik Mie Ketandan, Menciptakan Mie yang Legendaris di Kota Yogyakarta

Pabrik Mie Ketandan, yang terletak di Kampung Ketandan, Kota Yogyakarta, merupakan salah satu tempat pembuatan mie yang cukup legendaris. Pabrik ini telah beroperasi sejak tahun 1930 dan menjadi usaha turun temurun keluarga Asep Kamil, yang keseluruhannya adalah etnis Tionghoa asli Yogyakarta. Pada awalnya, pabrik ini hanya berfokus pada produksi mie godok keliling oleh ayah Asep Kamil. Namun, seiring berjalannya waktu, pada tahun 1950, pabrik ini mulai memproduksi mie basah secara khusus.

Hari itu, ketika Tim GudegNet mengunjungi Pabrik Mie Ketandan, Asep Kamil terlihat sibuk menimbang dan memasukkan mie ke dalam plastik di meja panjang di pintu masuk pabrik. Menurutnya, kegiatan seperti ini adalah rutinitas harian yang dilakukan oleh semua pekerja pabrik, termasuk dirinya sendiri sebagai pemilik. Mereka semua sibuk melayani pelanggan setia pabrik mereka.

Setelah melayani pelanggan, Asep Kamil mulai bercerita tentang sejarah pabrik mie miliknya. Ia menjelaskan bahwa pabrik ini merupakan usaha turun temurun keluarganya yang dimulai oleh ayahnya. Ayahnya awalnya berjualan mie godok keliling dan membuat mie sendiri di pabrik ini. Namun, seiring berjalannya waktu, ayahnya mulai fokus hanya pada produksi mie. Asep Kamil sendiri adalah generasi ketiga yang memimpin pabrik ini.

Pabrik Mie Ketandan memproduksi sekitar 6-7 kuintal mie basah setiap harinya. Mie basah ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu mie basah telur dan mie basah biasa. Perbedaan antara kedua jenis mie ini terletak pada penggunaan telur sebagai bahan dasarnya setelah diolah dengan tepung terigu. Mie yang diproduksi hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan puluhan pelanggan harian, terutama para penjual mie godok atau pedagang mie di pasar tradisional. Mereka juga melayani pesanan dari penjual mie yang lebih besar, namun tidak ada stok mie di pabrik ini karena mereka tidak menggunakan bahan pengawet. Oleh karena itu, mie mereka hanya tahan satu hari dan tidak boleh lebih lama dari itu.

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat mie di pabrik ini adalah bahan-bahan berkualitas tinggi seperti tepung terigu, telur, soda abu, dan minyak pengental mie. Minyak pengental yang digunakan adalah minyak kentang yang secara khusus dipesan dari luar Yogyakarta. Meskipun pabrik ini sederhana, mereka tetap menjaga kualitas produk mereka. Mereka tidak ingin mengecewakan pelanggan mereka dan selalu menyediakan mie yang berkualitas tinggi. Meskipun kemasan mie mereka hanya menggunakan kantong kresek, para pelanggan tidak pernah kecewa dengan produk mie mereka.

Pabrik Mie Ketandan menjual mie per kilo dengan harga berkisar antara Rp. 11.500 hingga Rp. 12.500. Asep Kamil tidak mengambil keuntungan besar dari penjualan mie ini karena pelanggannya adalah penjual mie. Menurutnya, jika harga mie terlalu tinggi, penjual mie akan kesulitan menentukan harga jual di pasar atau toko mereka. Oleh karena itu, mereka hanya mengambil keuntungan maksimal sebesar Rp. 1.000 per kilonya.

Pabrik ini memiliki 6 pekerja yang sebagian besar adalah petani dari daerah sekitar Yogyakarta. Mereka bekerja paruh waktu di pabrik ini dan ketika musim tanam padi tiba, mereka kembali ke kampung halaman mereka. Produksi mie di pabrik ini cukup ramai menjelang Idul Fitri dan Tahun Baru. Pada masa-masa tersebut, permintaan mie meningkat dua kali lipat dari biasanya. Para penjual mie pasti diserbu oleh para wisatawan, dan pabrik Mie Ketandan mampu menghasilkan dua kali lipat dari jumlah produksi mie biasanya.

Meskipun memiliki pelanggan yang setia dan permintaan yang tinggi, Asep Kamil dan Agus Mulyono, adik Asep Kamil, belum memiliki rencana untuk membuka cabang lain di Yogyakarta. Mereka menganggap bahwa untuk membuka cabang baru, banyak persiapan yang harus dilakukan seperti menentukan lokasi, mengatasi masalah pembuangan sisa produksi, dan membentuk jalur distribusi yang efektif. Oleh karena itu, mereka memutuskan untuk tetap fokus pada pabrik Mie Ketandan di Kampung Ketandan.

Pabrik Mie Ketandan merupakan salah satu warisan budaya yang harus dilestarikan di Kota Yogyakarta. Pabrik ini tidak hanya menghasilkan mie yang lezat dan berkualitas tinggi, tetapi juga menjadi saksi bisu dari sejarah perkembangan kota ini. Keberadaan pabrik ini sebagai satu-satunya tempat pembuatan mie yang legendaris di jantung Kota Yogyakarta membuatnya menjadi tempat yang layak untuk dikunjungi dan ditelusuri. Semoga pabrik ini terus berkembang dan dapat terus memberikan kontribusi bagi masyarakat Yogyakarta.


Dian

Dian

Menghadirkan konten berkualitas yang menggambarkan keindahan dan keunikan Yogyakarta, Berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk mempromosikan pariwisata dan produk lokal, Menjadi sumber informasi terpercaya tentang Yogyakarta bagi pembaca exploreyogya.com!
https://exploreyogya.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *