Katon Bagaskara : “Unplugged Session Hanya untuk Yogyakarta”



Tembang “Kadang” Menjadi Pembuka Katon Bagaskara dalam Penampilannya di Bogey’s Teras Hyatt Regency Yogyakarta

Pada sebuah malam yang mendung dan penuh hujan di Kota Yogyakarta, Bogey’s Teras Hyatt Regency menjadi saksi dari penampilan istimewa seorang musisi legendaris, Katon Bagaskara. Acara yang diberi judul “A Signature Show Katon Bagaskara” ini merupakan kerjasama antara Bogey’s Teras Hyatt Regency dan Gudang Garam Surya Signature. Dalam acara ini, Katon Bagaskara akan menyanyikan beberapa tembang hitsnya yang telah diidolakan oleh banyak orang.

Tidak hanya menyediakan panggung yang megah, Bogey’s Teras Hyatt Regency juga menyiapkan tenda tambahan berwarna putih untuk menambah jumlah tempat duduk bagi penonton. Dengan adanya tenda tambahan ini, penonton tidak perlu khawatir akan tetesan air hujan yang terus mengguyur kota Yogyakarta sejak Mingu (21/3) lalu. Selain itu, terdapat juga layar putih di timur panggung yang dapat membantu penonton melihat lebih dekat penampilan Katon Bagaskara ketika panggung depan telah penuh oleh penonton yang berusaha mendekati idolanya.

Katon Bagaskara memulai penampilannya dengan membawakan lagu “Negeri di Awan”. Namun, yang membuat penampilan ini begitu istimewa adalah saat Katon memilih untuk turun panggung dan berjalan di antara penonton sembari bernyanyi. Ia memberikan ‘tos’ dengan tangan kanannya kepada penonton, menunjukkan kedekatannya dengan mereka yang telah menyempatkan diri untuk datang dan meluangkan waktu sejam untuk melihat penampilan vokalis KLA Project ini. “Emang beda rasanya kalau pulang ke kampung halaman sendiri di Yogyakarta, apalagi ketemu teman-teman lama,” ucap Katon yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari penonton.

Keampuhan Katon Bagaskara semakin terlihat saat ia memainkan lagu “Dengan Logika” dengan menggunakan gitar akustik kesayangannya yang diboyong dari Jakarta. Dengan iringan Tropicana Band yang memilih aliran musik Latin, lagu ini menjadi lebih hidup. Terlebih lagi, permainan perkusi dan melodi gitar yang dominan dalam setiap bait membuat lagu ini semakin menggugah emosi penonton. Lagu “Cinta Selembut Awan” pun diawali oleh Katon dengan memberikan intermezzo bahwa cinta akan selalu memanggil kita untuk kembali pada pasangan kita, karena jika sudah jodoh, cinta takkan pergi ke mana-mana.

Sebelum memasuki sesi unplugged dengan tiga lagu (Semoga, Tak Bisa Ke Lain Hati, dan Yogyakarta), Katon Bagaskara menyanyikan lagu “Meniti Hutan Cemara”. Ia mengungkapkan bahwa ide lagu ini ia dapatkan ketika mencari inspirasi untuk salah satu albumnya beberapa waktu lalu di Kaliurang, Yogyakarta. “Ini saya buat waktu ada di Kaliurang bareng Lilo dan Adi,” ujarnya. Lagu kelima ini juga tidak kalah menarik dengan lagu-lagu yang ia lantunkan sebelumnya, bahkan lebih mengajak penonton untuk ikut bernyanyi bersamanya.

Tiga lagu terakhir pun dirapalkan kembali dengan gitar kesayangannya, dibantu oleh pemain perkusi dan penyanyi latar. Salah satu kunci kesuksesan penampilan Katon Bagaskara di panggung adalah kemampuannya untuk menguasai emosi penonton yang hadir. Ia memberikan jeda atau berhenti di tengah lagu untuk melakukan perbincangan singkat dengan penonton. “Dulu, ketika manggung di Kridosono, aku tanya ke penonton bagaimana penampilanku, dan semuanya menjawab lumayan. Tapi malam ini memang berbeda, karena jawabannya hanya hebat dan bagus. Ini jawaban yang menghibur bagiku,” jawab Katon sambil tersenyum dan bercanda. Ia juga mengungkapkan bahwa versi akustik lagu “Yogyakarta” hanya dimainkan di kota Gudeg saja.

Untuk lagu “Lara Hati”, Katon Bagaskara sengaja memberikan aransemen yang berbeda pada band pendampingnya. Lagu ini diubah menjadi irama Latin dan Cha-Cha yang membuat penonton yang baru saja selesai bernostalgia dengan tembang-tembang akustik terdahulu tergugah dan terdorong untuk berjoget. Ikatan batin dan kenikmatan yang unik dirasakan oleh pengunjung yang hadir pada malam itu. Dua lagu penutup, “Cinta Putih” dan “Dinda”, harus diterima dengan lapang dada oleh para pengunjung yang tentu saja mengakhiri penampilan Katon Bagaskara dengan penuh aksi, karena waktu terus berjalan hingga pukul 23.45 WIB.

Di akhir acara, Katon Bagaskara beserta band pendampingnya membungkukkan badan sebagai ucapan terima kasih atas antusiasme penonton yang telah ikut terlebur dalam setiap lagu yang ia lantunkan. Bahkan, Katon Bagaskara menyembah pada penonton karena sangat asyik dan menjadi suatu tontonan yang tidak dapat digambarkan dengan kata-kata olehnya. Penampilan yang begitu istimewa ini akan selalu diingat oleh para penonton yang hadir pada malam itu.


Dian

Dian

Menghadirkan konten berkualitas yang menggambarkan keindahan dan keunikan Yogyakarta, Berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk mempromosikan pariwisata dan produk lokal, Menjadi sumber informasi terpercaya tentang Yogyakarta bagi pembaca exploreyogya.com!
https://exploreyogya.com


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *