JSSP Tampilkan 8 Patung di Sleman dan Bantul, Ini Lokasinya



Jogja Street Sculpture Project (JSSP) 4 merupakan sebuah gelaran seni patung dua tahunan yang telah memasuki tahap akhir pada bulan Oktober hingga November 2021. Pameran seni patung ini menampilkan delapan karya patung artistik yang tersebar di berbagai wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Karya-karya patung ini memiliki tema utama yaitu Jogja Patung Publik Nyawiji, yang menggambarkan kehidupan masyarakat Jogja yang harmonis dan berbudaya.

Pameran JSSP 4 menempatkan kedelapan karya patungnya di berbagai lokasi di DIY. Karya pertama adalah “Sumur Biyung” yang merupakan karya patung kelompok Klinik Art Studio. Patung ini berlokasi di Kalurahan Panggungharjo, Sewon, Bantul. Karya kedua adalah “Imagine of Senopati” yang merupakan karya patung kelompok Pandai Ruang. Patung ini berada di Kalurahan Gilangharjo, Pandak, Bantul. Karya ketiga adalah “Cinderamata” dari kelompok Jiwa Sehat yang berlokasi di Bangunjiwo, Kasihan, Bantul. Karya keempat adalah “Gemah Ripah Loh Jinawi” dari kelompok Buruh Seni yang berada di Kalurahan Girikerto, Turi, Sleman. Karya kelima adalah “Manunggaling Kawulo Gusti” dari kelompok Hokki yang berlokasi di Kalurahan Pandowoharjo, Sleman. Karya keenam adalah “Cultural Unity” dari kelompok DADA(K) yang berada di Kalurahan Wedomartani, Ngemplak, Sleman. Karya ketujuh adalah “Sumber Kehidupan” dari kelompok YOS yang berlokasi di Kalurahan Margodadi, Seyegan, Sleman. Dan karya terakhir adalah “Dewi Sri” dari kelompok Dewi Sri yang berada di Kalurahan Sabdodadi, Bantul.

Rosanto Bima Pratama, Direktur Program JSSP 4, menjelaskan bahwa konsep JSSP tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun ini, seluruh karya patung akan diletakkan secara permanen di lokasi pameran. Hal ini berarti setelah pameran selesai, karya-karya patung tersebut tidak akan dikembalikan kepada pemiliknya, melainkan akan tetap berada di tempat pameran. Rosanto menyatakan hal ini dalam keterangan tertulis yang diterima Gudegnet.

Selain itu, pada saat penutupan JSSP, akan diadakan acara penyerahan karya dari pemilik karya dan panitia kepada pemangku desa atau kalurahan setempat. Hal ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan kepada masyarakat setempat yang telah mendukung dan menyambut baik pameran seni patung ini. Acara penyerahan karya akan dilakukan secara simbolis dan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi setiap kalurahan terutama dalam sektor pariwisata.

Acara penutupan JSSP 4 rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 30 November 2021 mendatang. Pada acara ini, seluruh karya patung akan secara resmi diserahkan kepada pihak kalurahan setempat sebagai bentuk kehadiran seni patung di tengah masyarakat. Diharapkan dengan adanya karya-karya patung ini, dapat meningkatkan nilai seni dan keindahan di DIY serta memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata setempat.

JSSP 4 merupakan salah satu event seni patung yang sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat Jogja dan sekitarnya. Pameran ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi terhadap seni patung lokal, tetapi juga sebagai media untuk memperkenalkan seni patung kepada masyarakat luas. Keberadaan karya-karya patung ini diharapkan dapat meramaikan dan mempercantik ruang publik DIY serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai seni dan budaya.

Selain itu, JSSP 4 juga menjadi wadah bagi para seniman patung untuk berkreasi dan berkolaborasi dalam menciptakan karya-karya patung yang beragam dan inovatif. Melalui pameran ini, para seniman patung dapat mengekspresikan ide, gagasan, dan pesan-pesan mereka kepada khalayak melalui medium seni patung. Karya-karya patung yang dihasilkan mencerminkan kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat Jogja yang tidak ternilai.

JSSP 4 juga menjadi ajang pertemuan dan silaturahmi antara para seniman patung, pemangku kebijakan, dan masyarakat luas. Melalui pameran ini, para seniman patung dapat berdiskusi, berbagi pengalaman, dan saling menginspirasi untuk terus mengembangkan dan memperkaya dunia seni patung di Jogja. Selain itu, pameran ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat luas untuk mengenal lebih dekat dengan seni patung dan menikmati keindahan karya-karya patung yang dipamerkan.

Dalam konteks yang lebih luas, JSSP 4 juga memiliki peran penting dalam mengangkat citra dan daya tarik pariwisata DIY. Dengan adanya pameran seni patung yang menarik dan unik seperti JSSP 4, DIY semakin dikenal sebagai destinasi wisata seni dan budaya yang menarik. Wisatawan baik lokal maupun mancanegara akan tertarik untuk mengunjungi DIY dan melihat langsung karya-karya patung yang dipamerkan di berbagai lokasi.

Selain itu, JSSP 4 juga memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat setempat. Dengan adanya pameran seni patung ini, akan terjadi peningkatan kunjungan wisatawan ke DIY dan meningkatnya kebutuhan akan akomodasi, makanan, dan transportasi. Hal ini akan memberikan peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat di sekitar lokasi pameran. Selain itu, karya-karya patung yang dipamerkan juga dapat menjadi daya tarik untuk dibeli oleh para kolektor seni, baik lokal maupun mancanegara.

Secara keseluruhan, JSSP 4 merupakan sebuah pameran seni patung yang sangat berarti bagi DIY. Melalui pameran ini, seni patung di DIY semakin diperkenalkan dan diapresiasi oleh masyarakat luas. Keberadaan karya-karya patung ini memberikan nilai tambah bagi ruang publik DIY serta memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Semoga JSSP 4 dapat menjadi inspirasi bagi para seniman patung dan masyarakat luas untuk terus mendukung dan mengembangkan seni patung di DIY.


Dian

Dian

Menghadirkan konten berkualitas yang menggambarkan keindahan dan keunikan Yogyakarta, Berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk mempromosikan pariwisata dan produk lokal, Menjadi sumber informasi terpercaya tentang Yogyakarta bagi pembaca exploreyogya.com!
https://exploreyogya.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *