Jogja Digital Valley



Jogja Digital Valley (JDV) merupakan inkubator bisnis ICT yang dikembangkan oleh TELKOM, perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia. JDV berlokasi di Jalan Kartini No. 7 Sagan, Yogyakarta. Tujuan dari JDV adalah untuk meningkatkan akselerasi jumlah pengembang di bidang games, edutainment, music, animation, dan software services, khususnya di kota Yogyakarta dan sekitarnya. Dalam artikel ini, akan dibahas lebih detail tentang JDV, misi dan tujuannya, serta program INDIGO yang menjadi bagian dari rangkaian program CSR TELKOM di bidang ICT.

JDV merupakan inkubator bisnis ICT kedua yang dikembangkan oleh TELKOM, setelah Bandung Digital Valley. Tujuan utama dari JDV adalah untuk melengkapi ekosistem kreatif digital di Indonesia. Melalui JDV, TELKOM ingin menciptakan wadah strategis bagi para pengembang dan startup companies di bidang IT. Mereka akan dapat men-supply creative content untuk produk dan layanan IT yang ditawarkan oleh TELKOM secara online dan offline. Dengan jangkauan lebih dari 150 Juta Pelanggan dan bisnis di 10 negara lainnya, TELKOM memiliki potensi besar untuk mengembangkan pasar IT di Indonesia.

Sebagai pusat sumber daya, JDV didukung oleh berbagai kompetensi yang ada dalam komunitas-komunitas yang terlibat. Selain itu, JDV juga menyediakan pendanaan dan program inkubasi bagi perusahaan pemula (start-up companies). Hal ini bertujuan untuk membantu mereka mengembangkan bisnisnya secara terencana dan tepat sasaran. JDV juga memberikan pendampingan bisnis dan edukasi kepada para pengembang, baik dalam kompetensi teknis maupun kompetensi bisnis. Dengan fasilitas pendukung yang lengkap, JDV menjadi tempat yang ideal bagi pengembangan, desain, dan komersialisasi produk IT.

Misi dari JDV adalah untuk meningkatkan akselerasi jumlah pengembang di bidang kreatif digital. Dalam jangka pendek, JDV akan memberikan bimbingan teknis dan bisnis kepada pengembang dalam pengembangan solusi berbasis konten dan aplikasi. Mereka akan diberikan pembelajaran dan asistensi dalam melakukan pengembangan aplikasi, sosialisasi terhadap tren yang berkembang, pengujian aplikasi, analisis peluang pasar, pembuatan business model, dan cara menjual produk atau layanan. JDV dikelola secara profesional oleh MIKTI (Masyarakat Industri Kreatif TIK Indonesia), sebuah organisasi nirlaba yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan industri kreatif digital di Indonesia.

Dalam jangka panjang, JDV memiliki misi untuk mendorong dan mempercepat swasembada ICT di Indonesia. Mereka ingin memastikan bahwa kebutuhan aplikasi dan konten mayoritas terpenuhi oleh pengembang dalam negeri. Hal ini akan membantu Indonesia tampil di tingkat regional dan internasional dalam industri kreatif digital. JDV juga bekerja sama dengan Telkom Group dan MIKTI untuk menciptakan ekosistem yang menjalin mata rantai industri kreatif dari hulu ke hilir. Dengan demikian, JDV berperan sebagai fasilitator utama bagi industri kreatif digital di Indonesia.

Selain JDV, TELKOM juga memiliki program CSR lainnya di bidang ICT, yaitu INDIGO (Indonesian Digital Community). INDIGO merupakan rangkaian program yang bertujuan untuk menumbuh kembangkan industri kreatif digital di Indonesia. Program ini juga bertujuan untuk menjalin komunitas dan karya kreatif ke dalam mata rantai proses bisnis industri kreatif yang sehat dan berkelanjutan. INDIGO mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses co-creation, yaitu menciptakan ide-ide segar yang dapat bermanfaat bagi masyarakat luas.

INDIGO memiliki budaya DIGITAL yang terdiri dari beberapa prinsip, seperti Dignity, Innovation, Governance, Integral, Transparency, Appreciative, dan Legal. Prinsip-prinsip ini mengajak masyarakat untuk berpikir secara holistik, berbagi dan bekerjasama, saling menghargai hak dan karya cipta, serta mematuhi aspek legal dalam industri kreatif digital. INDIGO mengadakan berbagai kegiatan seperti apresiasi kepada individu atau kelompok yang berhasil dalam menciptakan karya kreatif digital, serta pembangunan ekosistem yang menjalin mata rantai industri kreatif.

Pada akhir tahun 2011, TELKOM meresmikan Bandung Digital Valley sebagai implementasi dari tahapan program CONNECT dalam INDIGO. Bandung Digital Valley merupakan pusat inkubasi yang dikembangkan oleh TELKOM untuk mendukung pengembangan aplikasi, penyedia konten, dan penyedia solusi di bidang ICT. Fasilitas inkubasi ini menjadi lingkungan yang ideal bagi para pengembang untuk melakukan ideasi, kreasi, dan inovasi dalam berbagai solusi ICT. Dengan pemanfaatan Indonesia Super Highway sebagai infrastruktur ICT, TELKOM berharap dapat mengembangkan berbagai ragam aplikasi dan konten yang bermanfaat bagi masyarakat dan industri.

Dengan adanya JDV dan program INDIGO, TELKOM berperan penting dalam mendukung pertumbuhan industri kreatif digital di Indonesia. Melalui JDV, TELKOM memberikan wadah strategis bagi para pengembang dan startup companies untuk mengembangkan bisnisnya secara terencana dan tepat sasaran. Sementara itu, program INDIGO membantu masyarakat dan komunitas pencinta dalam membangun hubungan yang harmonis dan sustainable dengan pelaku dan tokoh industri kreatif digital. Dengan kolaborasi antara TELKOM, MIKTI, dan komunitas pengembang, diharapkan industri kreatif digital di Indonesia dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.


Dian

Dian

Menghadirkan konten berkualitas yang menggambarkan keindahan dan keunikan Yogyakarta, Berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk mempromosikan pariwisata dan produk lokal, Menjadi sumber informasi terpercaya tentang Yogyakarta bagi pembaca exploreyogya.com!
https://exploreyogya.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *