Jelang HUT RI, Penjual Bendera di Jogja Mulai Marak



Peringatan HUT ke-75 RI semakin mendekat, dan hal itu dapat terlihat dari mulai bendera-bendera yang dijual oleh para pedagang yang mulai menghiasi sejumlah tempat di Yogyakarta. Para pedagang ini berasal dari dalam maupun luar Yogyakarta, dan mereka berbondong-bondong untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan bendera merah putih yang menjadi simbol kemerdekaan Indonesia.

Salah satu tempat yang menjadi pusat penjualan bendera adalah di Jalan Mayor Suryotomo, Yogyakarta. Di tempat ini, cukup banyak pedagang bendera yang berjualan. Salah satunya adalah Sari, seorang wanita yang setiap tahunnya membantu ayahnya dalam berjualan bendera menjelang peringatan kemerdekaan.

Sari mengatakan bahwa tradisi berjualan bendera sudah dilakukan oleh ayahnya selama lebih dari sepuluh tahun. Ayahnya merupakan seorang penjaga parkir pada hari-hari biasa, namun menjelang peringatan kemerdekaan, ia menjual bendera sebagai tambahan penghasilan. Sari ikut membantu ayahnya dalam berjualan bendera tersebut.

Tahun ini, Sari dan ayahnya mulai berjualan bendera sejak Minggu (26/7) dan rencananya akan berlangsung hingga 16 Agustus mendatang. Namun, dalam situasi pandemi seperti sekarang ini, Sari mengatakan bahwa jumlah pembeli yang datang ke tempat mereka lebih sepi dibandingkan tahun sebelumnya. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya, pada tanggal-tanggal seperti sekarang, tempat mereka sudah mulai ramai dengan pembeli dan stok bendera mereka juga sudah mulai menipis. Namun, pada tahun ini, pembeli masih jarang datang dan stok bendera mereka masih banyak.

Sari menjual bendera dengan berbagai ukuran, mulai dari ukuran 90×60 cm, 120×80 cm, 150×100 cm, hingga 180×120 cm. Selain itu, mereka juga menjual umbul-umbul dengan model lancip sepanjang 2,5 meter, model bandir sepanjang 4 meter, dan juga model background yang biasa dipasang di gedung-gedung. Ada juga bendera yang khusus untuk dipasang di becak. Tahun ini, Sari juga menjual masker dan ikat kepala sebagai produk tambahan.

Harga bendera yang dijual oleh Sari bervariasi, tergantung pada model dan ukuran bendera tersebut. Harga bendera mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 300.000. Sari mengatakan bahwa meskipun tahun ini kemungkinan hasil penjualan mereka tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya, mereka tetap berharap dapat laku dengan baik.

Selain Sari, ada juga Engkos Kosasih, seorang pedagang bendera yang berasal dari Garut, Jawa Barat. Engkos berjualan di Jalan Kaliurang selama dua hari terakhir. Engkos mengatakan bahwa setiap menjelang peringatan HUT RI, ia selalu berjualan bendera di Yogyakarta selama lebih dari 10 tahun terakhir. Ia juga menjelaskan bahwa sebagian besar pedagang bendera di Yogyakarta berasal dari Garut. Hal ini dikarenakan Garut merupakan daerah yang banyak memproduksi bendera. Selain berjualan di Yogyakarta, pedagang dari Garut juga berjualan di daerah lain di Indonesia, seperti Jambi.

Engkos mengungkapkan bahwa dalam dua hari terakhir ini, ia belum banyak mendapatkan pembeli. Ia mengatakan bahwa pada tahun sebelumnya, pada dua hari pertama berjualan, ia sudah mendapatkan satu atau dua pembeli. Namun, pada tahun ini, situasinya berbeda. Engkos juga merasakan perbedaan dalam biaya perjalanan dari Garut ke Yogyakarta. Ia mengatakan bahwa biaya ongkos bis naik dari seratus sepuluh ribu menjadi seratus delapan puluh ribu. Selain itu, sebelum berangkat dari Garut, ia juga harus mengurus surat kesehatan sebagai persyaratan perjalanan.

Seperti Sari, Engkos juga menjual bendera dengan berbagai macam model, seperti umbul-umbul, bandir, plastik, dan background. Harga bendera yang dijual oleh Engkos berkisar antara Rp 25.000 hingga Rp 300.000. Ia berjualan dari pukul 7.00 hingga 17.00 dan rencananya akan berjualan hingga sekitar 15-16 Agustus mendatang.

Dengan adanya penjualan bendera yang semakin marak menjelang peringatan HUT ke-75 RI, dapat diketahui bahwa semangat nasionalisme dan cinta tanah air masih tinggi di kalangan masyarakat. Meskipun dalam situasi pandemi seperti ini, minat masyarakat untuk membeli bendera dan merayakan kemerdekaan tidak sepenuhnya redup. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun dalam kondisi sulit, semangat persatuan dan cinta tanah air tetap melekat di hati setiap warga negara Indonesia.

Peringatan HUT ke-75 RI kali ini memang tidak dapat dirayakan seperti tahun-tahun sebelumnya, dengan adanya pembatasan sosial dan protokol kesehatan yang harus diikuti. Namun, semangat kemerdekaan tidak akan pudar begitu saja. Masyarakat tetap berusaha untuk menyemarakkan peringatan kemerdekaan dengan cara yang mereka bisa, salah satunya dengan membeli dan mengibarkan bendera merah putih di rumah atau tempat-tempat lain yang dianggap penting.

Dalam situasi seperti ini, para pedagang bendera juga harus beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Mereka harus mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah, seperti menggunakan masker dan menjaga jarak saat berjualan. Selain itu, mereka juga harus merasakan dampak ekonomi yang terjadi akibat pandemi ini. Meskipun penjualan bendera tahun ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, mereka tetap berharap dapat mendapatkan keuntungan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Tahun ini, peringatan HUT ke-75 RI mungkin terasa berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun, semangat kemerdekaan dan persatuan tetap ada di hati setiap warga negara Indonesia. Meskipun dalam kondisi sulit seperti ini, kita tetap harus bersyukur atas kemerdekaan yang kita miliki saat ini. Mari kita jaga dan lestarikan nilai-nilai kemerdekaan tersebut, sehingga dapat terus kita wariskan kepada generasi-generasi yang akan datang.


Dian

Dian

Menghadirkan konten berkualitas yang menggambarkan keindahan dan keunikan Yogyakarta, Berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk mempromosikan pariwisata dan produk lokal, Menjadi sumber informasi terpercaya tentang Yogyakarta bagi pembaca exploreyogya.com!
https://exploreyogya.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *