Ini Alasan Gedung Tinggi Sebabkan Kekeringan



Pembangunan hotel dan beberapa gedung pencakar langit di Kota Yogyakarta masih terus berlangsung. Perubahan tata kota yang terjadi akibat pembangunan ini tentu saja memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat setempat. Namun, di balik perkembangan ini, terdapat satu aspek yang perlu diperhatikan dengan serius, yaitu kondisi air tanah.

Menurut Halik Sandera, Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), kebutuhan air dalam pembangunan gedung-gedung besar semakin meningkat. Hal ini menyebabkan air tanah yang menjadi sumber pasokan air bagi warga semakin berkurang. Sandera menjelaskan bahwa cadangan air tanah sebenarnya diperuntukkan sebagai backup atau cadangan air tanah dangkal yang sering digunakan oleh masyarakat. Namun, dengan adanya pembangunan yang dilakukan secara besar-besaran, cadangan air tersebut semakin terkuras.

Efek dari pengambilan air tanah dalam skala besar dan dalam jangka waktu yang lama adalah permukaan tanah yang perlahan-lahan turun. Fenomena ini juga menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di kota ini. Biasanya, gedung-gedung yang dibangun memiliki pondasi yang kokoh dan tempat parkir yang berada di bagian bawah gedung (basement). Pondasi yang kuat ini akan menyekat proses distribusi air tanah dangkal. Akibatnya, persediaan air di permukaan tanah akan mengalami penurunan.

Masih menurut Sandera, masalah ini semakin rumit jika terjadi hujan yang berkepanjangan. Tanah akan jenuh dengan air dan tidak dapat menyerapnya dengan baik. Hal ini akan membuat permukaan tanah semakin tidak stabil dan rentan terhadap longsor.

Untuk mengatasi masalah ini, Sandera menyarankan agar pemerintah memperketat proses perijinan pembangunan. Selain itu, diperlukan amandemen terhadap peraturan yang saat ini masih terbilang lemah. Sandera juga menambahkan bahwa selain perijinan UKL dan UPL, hotel-hotel yang akan dibangun juga harus mengurus Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Saat ini, hanya hotel dengan luasan pembangunan 5 hektar yang wajib mengurus AMDAL. Sandera berharap agar peraturan ini bisa direvisi dan lebih diperketat oleh pemerintah.

Selain peran pemerintah, Sandera juga mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam upaya penyelamatan lingkungan. Salah satu caranya adalah dengan mengontrol tempat-tempat usaha di sekitar lingkungan mereka. Masyarakat bisa memberikan masukan atau saran kepada pengusaha agar mereka dapat menjalankan usahanya dengan tetap memperhatikan lingkungan sekitar.

Dalam konteks yang lebih luas, pembangunan hotel dan gedung-gedung pencakar langit tentu saja memberikan dampak positif bagi perkembangan kota. Pembangunan ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Namun, kita tidak boleh melupakan dampak negatif yang bisa terjadi, terutama terhadap lingkungan.

Perubahan tata kota akibat pembangunan ini juga harus diperhatikan dengan seksama. Pembangunan yang tidak terencana dengan baik dapat menyebabkan kemacetan lalu lintas dan merusak keindahan alam serta warisan budaya yang ada di kota ini. Oleh karena itu, peran pemerintah dalam mengatur dan memantau pembangunan sangatlah penting.

Dalam hal ini, peraturan yang ada perlu direvisi dan diperketat agar pembangunan dapat dilakukan dengan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Selain itu, perlu ada koordinasi yang baik antara pemerintah, pengembang, dan masyarakat agar pembangunan dapat berjalan dengan baik dan saling mendukung.

Penyelamatan lingkungan bukanlah tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga tanggung jawab kita semua sebagai masyarakat. Kita harus sadar akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan agar dapat dinikmati oleh generasi mendatang. Dengan menjaga keberlanjutan lingkungan, kita juga turut menjaga keberlanjutan kehidupan kita sendiri.

Dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin besar, kita harus bijaksana dalam mengambil setiap keputusan. Kita harus memperhatikan dampak-dampak yang mungkin terjadi dan mencari solusi yang terbaik bagi semua pihak yang terlibat.

Pemerintah juga harus memastikan bahwa pembangunan yang dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku dan tidak merugikan masyarakat. Dalam hal ini, peran lembaga-lembaga independen seperti WALHI sangat penting dalam mengawasi dan memberikan masukan yang membangun kepada pemerintah.

Dengan kerjasama yang baik antara pemerintah, pengembang, dan masyarakat, pembangunan yang dilakukan dapat memberikan manfaat yang maksimal tanpa merusak lingkungan. Pembangunan yang berkelanjutan adalah pembangunan yang dapat memenuhi kebutuhan generasi sekarang tanpa mengorbankan keberadaan generasi mendatang.

Dalam rangka mencapai pembangunan yang berkelanjutan, perlu adanya kesadaran dan komitmen dari semua pihak. Setiap individu dan lembaga harus berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. Kita harus mengubah pola pikir dan kebiasaan kita dalam menggunakan sumber daya alam.

Kesadaran ini harus dimulai dari diri sendiri dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, dengan mengurangi penggunaan air secara berlebihan, memilah sampah dengan benar, dan menggunakan energi secara efisien. Tindakan-tindakan sederhana ini jika dilakukan oleh banyak orang dapat memberikan dampak yang besar bagi lingkungan.

Dalam menghadapi pembangunan yang semakin pesat, kita juga harus belajar dari pengalaman negara-negara lain yang telah mengalami kerusakan lingkungan akibat pembangunan yang tidak terkontrol. Kita harus belajar dari kesalahan mereka dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mencegah terjadinya kerusakan serupa di masa depan.

Pembangunan yang berkelanjutan bukanlah hal yang mudah, tetapi bukan berarti tidak mungkin. Dengan kesadaran dan kerjasama yang baik, kita dapat mencapai pembangunan yang berkelanjutan dan menjaga keberlanjutan lingkungan.

Dalam hal ini, peran pemerintah sangat krusial dalam mengatur dan mengawasi pembangunan. Pemerintah harus menjadi pengatur yang adil dan memiliki kebijakan yang berpihak pada keberlanjutan lingkungan. Selain itu, pemerintah juga harus memberikan sanksi yang tegas bagi pelanggar-pelanggar yang merusak lingkungan.

Di sisi lain, kita sebagai masyarakat juga harus terus mengawasi dan memberikan masukan kepada pemerintah. Kita harus aktif dalam melaporkan pelanggaran-pelanggaran yang ada dan berperan dalam mengawasi pembangunan di sekitar kita.

Dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks, kita harus terus belajar dan beradaptasi. Kita harus terbuka terhadap perubahan dan mencari solusi yang terbaik bagi lingkungan dan masyarakat. Dengan demikian, kita dapat mencapai pembangunan yang berkelanjutan dan menjaga keberlanjutan lingkungan untuk masa depan yang lebih baik.


Dian

Dian

Menghadirkan konten berkualitas yang menggambarkan keindahan dan keunikan Yogyakarta, Berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk mempromosikan pariwisata dan produk lokal, Menjadi sumber informasi terpercaya tentang Yogyakarta bagi pembaca exploreyogya.com!
https://exploreyogya.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *