“Ibu Malaikat Tidak Bersayap” Hadir Dalam Pameran Wirid on Canvas Karya Nasirun

Heading 2: Nasirun dan karyanya “Ibu Malaikat Tidak Bersayap”

Nasirun adalah seorang seniman kelahiran Cilacap yang telah banyak malang melintang di dunia seni lukis. Ia telah menciptakan banyak karya yang dipamerkan di dalam negeri maupun di luar negeri, menjadikannya salah satu maestro seni rupa yang patut diperhitungkan. Karya-karyanya yang sebelumnya banyak bertemakan musik dan tokoh pewayangan, namun dalam pameran kali ini ia lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta. Dalam pameran bertemakan “Wirid on Canvas”, Nasirun mencoba menikmati bulan suci Ramadan secara produktif dengan menciptakan dua puluh sembilan lukisan, yang menggambarkan jumlah hari di bulan suci Ramadan.

Pameran karya Nasirun yang berjudul “Ibu Malaikat Tidak Bersayap” ini merupakan wujud rasa kerinduan Nasirun akan masa kecil dan sosok ibu. Nasirun mengungkapkan bahwa ketika ibu sudah tidak ada dan tidak bisa lagi pulang ke kampung halaman, rasanya ada perbedaan yang sangat dirasakan. Kerinduan kepada ibunda pasti ada, terutama ingatan mengenai masa kecil bersama keluarga. Salah satu karya yang menggambarkan kerinduan Nasirun akan sosok ibunda adalah karya berjudul “Ibu Malaikat Tak Bersayap”.

Selain itu, Nasirun juga menciptakan karya yang menceritakan kegelisahannya akan bulan yang sudah tidak disapa lagi. Dalam karya berjudul “Dan Bulan di Atas Rumah”, Nasirun mengungkapkan bahwa pada masa kecilnya, bulan memiliki makna yang sangat indah. Mereka bisa bermain suramanda, sebuah permainan yang terdapat ikatan permainan di dalam bulan purnama. Namun, jaman sekarang, orang sudah mulai sibuk dengan diri sendiri, terutama dengan urusan pribadi. Bulan tidak lagi memiliki makna yang sama seperti saat mereka kecil.

Nasir Tamara selaku pemilik Natan Art Space juga mengungkapkan kekagumannya terhadap karya-karya Nasirun. Menurutnya, ada kekuatan dari Tuhan yang membuat Nasirun mampu menciptakan dua puluh sembilan lukisan dalam waktu dua puluh sembilan hari. Nasirun pun menjelaskan bahwa dalam setiap lukisan tersebut terdapat kandungan doa. Ia berharap dapat bertemu dengan bulan Ramadan tahun depan dan melukis bukan hanya sebagai pekerjaan biasa, tetapi sebagai bentuk ikhlas yang memerlukan proses.

Pameran karya Nasirun ini dapat disaksikan hingga tanggal 22 Juli 2018 di Natan Art Space yang terletak di Jalan Mondorakan no. 5A Kotagede. Dalam pameran ini, Nasirun mencoba mengajak kita untuk merenungkan dan mengingat kembali masa kecil serta merasakan kehidupan yang lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta. Karya-karyanya yang indah dan penuh makna ini mengingatkan kita akan pentingnya menghargai dan merayakan bulan suci Ramadan dengan cara yang produktif.


Dian

Dian

Menghadirkan konten berkualitas yang menggambarkan keindahan dan keunikan Yogyakarta, Berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk mempromosikan pariwisata dan produk lokal, Menjadi sumber informasi terpercaya tentang Yogyakarta bagi pembaca exploreyogya.com!
https://exploreyogya.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *