Gunungan Wadon

Gunungan Wadon

Ulasan

Gunungan dalam bahasa Jawa memiliki makna “gunung-gunungan”, yang artinya menyerupai gunung. Gunungan adalah salah satu bentuk sesajian selamatan yang khusus disajikan dalam selamatan negara setiap garebeg dan maleman atau selikuran.

Gunungan Wadon memiliki bentuk yang menyerupai gunung dengan bagian puncak yang terlalu lancip. Bentuknya juga mirip dengan payung terbuka. Bagian puncaknya dihampiri oleh kue besar berbentuk lempengan dengan warna hitam. Di sekelilingnya, ditancapkan sejumlah besar kue berbentuk daun. Tepi gunungan ini juga ditancapkan lidi-lidi bambu panjang, yang diberi kue ketan berbentuk seperti paruh burung betet yang disebut betetan.

Bagian bawah tubuh gunungan ini berupa penyangga berbentuk kerucut terbalik yang terbuat dari sejumlah besar pelepah daun pisang. Selain itu, gunungan ini juga diberi kue berbentuk lingkaran besar yang terbuat dari ketan berwarna coklat yang disebut wajik. Di samping itu, terdapat pula aneka macam kue kecil-kecil serta buah-buahan yang ditempatkan di gunungan ini.

Gunungan wadon ini diletakkan tegak di atas sebuah nampan raksasa berkerangka kayu dengan ukuran kurang lebih 2 x 1,5 meter. Nampan ini diberi alas kain bangun tulak atau bango tulak. Di keempat penjuru nampan, digunakan potongan kain kuning sebagai hiasan.

Dalam setiap selamatan negara, gunungan wadon memiliki peran penting dan memiliki makna yang mendalam. Gunungan ini melambangkan kemakmuran dan kesuburan bagi negara. Bentuknya yang menyerupai gunung melambangkan kekuatan dan kestabilan negara. Bagian puncak yang terlalu lancip melambangkan kemuliaan dan kebesaran negara. Sedangkan bentuk payung terbuka melambangkan perlindungan dan keberkahan yang melimpah dari Tuhan.

Kue-kue yang ditempatkan di gunungan ini memiliki makna yang khusus. Kue berbentuk lempengan berwarna hitam yang dihampiri oleh bagian puncak gunungan melambangkan kerajaan yang adil dan bijaksana. Kue berbentuk daun yang ditancapkan di sekeliling gunungan melambangkan kelestarian alam dan keindahan alam yang dimiliki oleh negara. Lidi-lidi bambu panjang yang menancap di tepi gunungan melambangkan kekuatan dan kekokohan negara. Kue ketan berbentuk paruh burung betet yang disebut betetan melambangkan keberagaman budaya dan kesenian yang dimiliki oleh negara.

Pelepah daun pisang yang menjadi penyangga bagian bawah gunungan melambangkan kehidupan yang harmonis dan seimbang antara manusia dan alam. Kue wajik yang terletak di bawah penyangga gunungan melambangkan kekayaan dan kelimpahan sumber daya alam yang dimiliki oleh negara. Aneka macam kue kecil-kecil dan buah-buahan yang ditempatkan di gunungan melambangkan keragaman makanan dan kekayaan alam yang ada di negara.

Gunungan wadon ini merupakan salah satu bentuk penghormatan serta ungkapan rasa syukur dan hormat kepada Tuhan. Selain itu, gunungan ini juga melambangkan kebersamaan dan persatuan antara masyarakat dalam menjaga keutuhan negara. Gunungan wadon ini juga menjadi simbol dari keindahan dan kekayaan budaya Jawa yang khas.

Dalam setiap penyelenggaraan selamatan negara, gunungan wadon ini disajikan dengan penuh keceremonialan. Proses pembuatannya melibatkan banyak orang dan memakan waktu yang cukup lama. Setiap bagian dan elemen yang ada di dalam gunungan ini memiliki makna dan simbol yang mendalam. Penyajian gunungan wadon ini juga diiringi dengan doa-doa dan upacara adat yang khas.

Dalam acara selamatan negara, gunungan wadon ini diletakkan di tempat yang khusus dan dihiasi dengan berbagai macam hiasan seperti bunga, daun, dan kain-kain khas Jawa. Selain itu, gunungan ini juga ditempatkan di tengah-tengah tempat penyelenggaraan selamatan negara sebagai simbol dari kekuasaan dan kebesaran negara.

Dalam upacara selamatan negara, gunungan wadon ini menjadi pusat perhatian dan menjadi objek fotografi yang menarik. Banyak orang yang datang dan ingin melihat secara langsung keindahan dan keunikan dari gunungan ini. Selain itu, banyak juga yang berfoto dengan gunungan ini sebagai kenang-kenangan dari acara selamatan negara.

Dalam setiap penyelenggaraan selamatan negara, gunungan wadon ini menjadi salah satu simbol dari kearifan lokal dan kekayaan budaya Indonesia. Gunungan ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya Jawa kepada generasi muda. Dengan adanya gunungan wadon ini, diharapkan generasi muda dapat menghargai dan menjaga kekayaan budaya yang dimiliki oleh Indonesia.

Gunungan wadon ini juga menjadi salah satu daya tarik wisata budaya yang ada di Indonesia. Banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang tertarik untuk melihat dan mengenal lebih jauh tentang budaya Jawa melalui gunungan ini. Dalam setiap kunjungan wisatawan, mereka akan diajak untuk mengenal lebih dekat tentang makna dan simbol yang terkandung dalam gunungan wadon ini.

Dalam perkembangannya, gunungan wadon juga menjadi inspirasi dalam berbagai bidang seni dan kreativitas. Banyak seniman dan perajin yang menggunakan gunungan ini sebagai objek dalam karya seni mereka. Selain itu, banyak juga perajin yang menghasilkan miniatur gunungan wadon sebagai oleh-oleh khas dari Indonesia.

Dalam kesimpulannya, gunungan wadon merupakan salah satu bentuk sesajian selamatan yang khusus disajikan dalam selamatan negara. Gunungan ini memiliki bentuk yang menyerupai gunung dengan bagian puncak yang terlalu lancip. Gunungan wadon ini melambangkan kemakmuran dan kesuburan bagi negara. Selain itu, gunungan ini juga melambangkan kebersamaan dan persatuan antara masyarakat dalam menjaga keutuhan negara. Gunungan wadon ini juga menjadi simbol dari keindahan dan kekayaan budaya Jawa yang khas. Dalam setiap penyelenggaraan selamatan negara, gunungan wadon ini menjadi salah satu simbol dari kearifan lokal dan kekayaan budaya Indonesia. Dengan adanya gunungan wadon ini, diharapkan generasi muda dapat menghargai dan menjaga kekayaan budaya yang dimiliki oleh Indonesia.


Dian

Dian

Menghadirkan konten berkualitas yang menggambarkan keindahan dan keunikan Yogyakarta, Berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk mempromosikan pariwisata dan produk lokal, Menjadi sumber informasi terpercaya tentang Yogyakarta bagi pembaca exploreyogya.com!
https://exploreyogya.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *