Gereja Santo Antonius Kotabaru merupakan salah satu cagar budaya yang dilindungi pemerintah di Yogyakarta, Indonesia. Gereja ini terletak di Jalan I Dewa Nyoman Oka No.18 dan memiliki nomor telepon (0274) 513973 dan 589803. Gereja ini memiliki sejarah yang panjang dan menjadi salah satu tempat bersejarah yang menarik untuk dikunjungi.
Gereja Santo Antonius Kotabaru terletak di kawasan Kotabaru, yang dulunya merupakan kawasan elit di Yogyakarta. Saat ini, kawasan ini masih memiliki pesona dan sejarah yang menarik bagi banyak orang. Beberapa orang Belanda bahkan datang kembali ke kawasan ini untuk melihat rumah leluhur mereka dan merasakan nostalgia.
Kawasan Kotabaru mulai berkembang pada tahun 1920, ketika semakin banyak orang Belanda menetap di Yogyakarta. Pada saat itu, industri gula, sektor perkebunan, dan pendidikan berkembang pesat di kota ini. Kawasan Kotabaru kemudian didesain menjadi tempat yang penuh dengan berbagai fasilitas, seperti taman di depan gereja.
Gereja Santo Antonius Kotabaru merupakan gereja kedua setelah Gereja Kidul Loji di kawasan ini. Pada tahun 1918, seorang Romo berkebangsaan Belanda bernama J. Strater, S.J., merintis berdirinya gereja ini. Gereja ini diresmikan dan dipakai pada tanggal 26 September 1926 oleh Mgr. A. van Velsen, S.J.
Gereja Santo Antonius Kotabaru memiliki arsitektur yang menarik. Gereja ini memiliki menara yang tinggi, pilar-pilar kokoh, dan atap gereja yang berbentuk seperti tabung yang diiris di bagian tengahnya. Arsitektur gereja ini terinspirasi dari gereja-gereja di Eropa.
Pada masa penjajahan, terdapat pembedaan antara orang-orang Belanda dan orang pribumi, termasuk dalam urusan berdoa di gereja. Orang-orang Belanda duduk di bangku gereja, sedangkan orang pribumi duduk secara lesehan di lantai. Nama-nama orang Belanda bahkan dicantumkan di bangku gereja. Namun, setelah Konsili Vatikan II, situasi ini berubah dan tidak ada lagi pembedaan dalam berdoa di gereja.
Kawasan Kotabaru dibangun mengikuti pola kota di Belanda, dengan titik pusat atau sentral dari setiap wilayah. Gereja Santo Antonius Kotabaru menjadi salah satu sentral di kawasan ini. Di sekitar gereja, terdapat bangunan lain seperti Gedung Bimo yang bergaya Eropa. Ada juga gedung yang dulunya digunakan sebagai Kementerian Luar Negeri. Kawasan ini juga ditumbuhi berbagai tanaman hias dan bunga yang indah, dengan trotoar yang lebar dan jalan raya yang luas di depan gereja.
Saat ini, Kotabaru merupakan salah satu kawasan cagar budaya yang harus terjaga dan terawat. Bangunan-bangunan kuno dan klasik di kawasan ini tidak boleh diubah atau diruntuhkan. Hal ini dilakukan agar orang-orang yang mengunjungi kawasan ini dapat tetap mengingat sejarah bangsa Indonesia. Sejarah merupakan guru yang mengajarkan kita untuk menerima masa lalu, mensyukuri masa kini, dan merencanakan masa depan yang lebih baik.
Gereja Santo Antonius Kotabaru juga memiliki galeri yang menampilkan foto-foto gereja ini. Galeri ini berisi beberapa foto yang menunjukkan keindahan dan keunikan gereja ini. Pengunjung dapat melihat foto-foto tersebut untuk mendapatkan gambaran lebih jelas tentang gereja ini.
Dalam galeri ini, terdapat pula berbagai foto-foto bangunan klasik bergaya Eropa lainnya di sekitar gereja. Pengunjung dapat melihat keindahan dan keunikan arsitektur bangunan-bangunan ini. Hal ini menambah daya tarik kawasan Kotabaru sebagai tempat bersejarah yang menarik untuk dikunjungi.
Secara keseluruhan, Gereja Santo Antonius Kotabaru merupakan salah satu tempat bersejarah yang menarik di Yogyakarta. Dengan arsitektur yang indah dan sejarah yang panjang, gereja ini menjadi salah satu cagar budaya yang harus dijaga dan dihormati. Pengunjung dapat menikmati keindahan gereja ini serta merasakan atmosfer yang khas di kawasan Kotabaru.