Festival Takbir Keliling Semarakkan Malam Lebaran di Yogyakarta



Festival takbir keliling yang diselenggarakan di Kota Yogyakarta dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 H telah berlangsung dengan meriah. Kegiatan ini diikuti oleh ribuan peserta yang berasal dari sejumlah remaja masjid di kota tersebut. Festival takbir keliling ini menjadi ajang untuk menyatukan umat Muslim dalam menjalin silaturahmi dan persaudaraan.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Gondomanan dan Remaja Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta. Acara ini dibuka secara simbolik oleh Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir, GKR Mangkubumi, dan Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi. Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan bahwa Idul Fitri ini merupakan momentum penting untuk mengikat silaturahmi dan persaudaraan antar umat dan bangsa. Dalam konteks pasca pemilu, Haedar Nashir berharap momentum ini dapat digunakan untuk merajut kembali benang yang terputus demi keutuhan bangsa dan negara.

Haedar Nashir juga menekankan pentingnya peran generasi muda atau milenial dalam menyampaikan pesan damai. Para generasi muda ini diharapkan menjadi ujung tombak dalam memperjuangkan kebersamaan dan persatuan bangsa. Haedar Nashir berharap agar bangsa Indonesia dapat melihat ke depan dengan potensi kebersamaan dan persatuan, sehingga menjadi bangsa yang maju, besar, dan kuat.

Gema Takbir Jogja 2019 merupakan festival takbir keliling yang memperebutkan trofi prestisius Piala Raja, yang merupakan persembahan dari Raja Kraton Ngayogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X. Festival ini diikuti oleh 11 kelompok yang berasal dari perwakilan anak muda Muhammadiyah, remaja masjid, atau remaja pengajian di seluruh DIY. Rute festival takbir keliling tahun ini dimulai dari Masjid Gedhe Kauman dan berakhir di Masjid Gedhe Kauman setelah menyusuri Jalan KHA Dahlan, Jalan Nyai KHA Dahlan, dan Jalan Kauman.

Ketua Panitia Gema Takbir Jogja 2019, Miftakhul Ikhwan, menjelaskan bahwa tema yang diangkat pada tahun ini adalah ‘Semangat Milenial Peduli Lingkungan Hidup’. Melalui tema tersebut, AMM ingin mengangkat misi penyelamatan lingkungan yang semakin tidak dipedulikan saat ini. Terlebih lagi, isu sampah yang sempat terjadi di Yogyakarta menjadi alasan utama mengapa tema ini diangkat. Dengan adanya tema ini, diharapkan masyarakat dapat lebih peduli pada lingkungan dengan cara menjaga kebersihan di lingkungan sendiri. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat membangun pola pikir dan pemahaman masyarakat yang semakin maju dan terbuka, tanpa memandang sisi religiusitas.

Festival takbir keliling ini juga tidak hanya menyemarakan malam Idul Fitri, tetapi juga dapat menghibur masyarakat atau para wisatawan yang berada di Yogyakarta. Festival ini menjadi salah satu atraksi yang dapat dinikmati oleh masyarakat setempat maupun wisatawan yang sedang berkunjung ke Yogyakarta.

Dengan terselenggaranya Festival takbir keliling ini, diharapkan dapat memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan umat Muslim di Kota Yogyakarta. Melalui festival ini, umat Muslim dapat bersatu dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri dan mengucapkan takbir bersama-sama. Selain itu, festival ini juga memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk berperan aktif dalam menyampaikan pesan damai dan menjaga kebersihan lingkungan. Dengan demikian, Festival takbir keliling ini tidak hanya sekedar merayakan Hari Raya Idul Fitri, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antar umat Muslim dan mengajarkan nilai-nilai kebersamaan dan persatuan.


Dian

Dian

Menghadirkan konten berkualitas yang menggambarkan keindahan dan keunikan Yogyakarta, Berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk mempromosikan pariwisata dan produk lokal, Menjadi sumber informasi terpercaya tentang Yogyakarta bagi pembaca exploreyogya.com!
https://exploreyogya.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *